
Malam hari setelah keributan mayyu lebih memilih untuk mengurung dirinya di kamar, saat itu waktu sudah menunjukan pukul 23.22, wanita ituntidak tahu dimana keberadaan heliand, dalam pikirannya mungkin saja heliand keluyuran setelah pertengkaran mereka, pasti heliand pergi mabuk mabukan keluar menemui teman temannya.
Cuaca sangat dingin, angin berhembus kencang, tersadar mayyu belum menutup jendela kamarnya, suara gemuruh mulai terdengar tanda akan turunnya hujan.
Mayyu beranjak dari ranjang menuju ke sebuah jendela kecil yg terdapat di sebelahnya, perlahan ia menarik jendela tersebut dan menguncinya rapat rapat.
Tiba tiba saja ia teringat akan heliand, heliand dimana, apa heliand sudah makan atau belum, semua itu terlintas begitu saja di pikirannya, memang ia masih sangat kesal dengan sikap pria itu, namun bagaimana pun juga heliand adalah suaminya.
Mayyu berjalan menuju pintu untuk keluar dari ruangan kamar tersebut, ia terlihat santai, toh pasti heliand belum pulang dan tidak akan ada di luar.
"Heliand?"
Mayyu terkejut melihat pria itu sedang tertidur di sebuah bangku panjang yg terbuat dari kayu, keadaan jendela di sana masih sama, belum ditutup, cuaca semakin dingin, hujan sudah mulai turun dan berjatuhan, sesegera mungkin mayyu menutup jendela yersebut. lirikannya teralihkan ke arah heliand yg masih saja tertidur pulas di sebuah bangku tersebut.
Mayyu mencoba mengambil selimut di dalam kamarnya untuk ia berikan pada heliand, wajah tampan dan polos itu terlihat jelas ketika heliand sedang dalam keadaan tertidur, hal tersebut membuat mayyu merasa bersalah akan keributan yg terjadi siang tadi. mayyu menyelimuti heliand, ia bahkan menyentuh wajah heliand perlahan agar tidak membangunkan suaminya tersebut.
"Maaf untuk kejadian tadi siang"
Mayyu berbisik lembut ketika pria itu masih dalam keadaan tertidur, ia bahkan mencium pipi heliand dengan perlahan karna takut pria itu terbangun dari tidurnya, dan melihat mayyu yg sedang memberikan perhatian padanya. Tentu mayyu tidak bisa membohongi perasaannya, dari awal ia memang sangat mencintai heliand, namun dalam hal ini ia akan memberikan pelajaran pada heliand agar pria itu lebih bisa menghargainya.
"Aku juga mencintaimu"
Bisik mayyu didekat daun telinga heliand, gadis itu tersenyum tipis sambil terus menatap wajah heliand, ia mengatakan hal tersebut karna sebenarnya mayyu ingin membalas ucapan heliand tempo lalu, yg dimana pemuda itu mengatakan jika dirinya sangat mencintai mayyu.
Tiba tiba saja tubuh heliand bergerak, ia meregangkan ototnya karna mungkin terasa pegal tidur di sebuah bangku yg hanya terbuat dari kayu saja.
Wanita itu langsung berlari menuju kamar, karna takut jika heliand akan menyadari keberadaan mayyu di sampingnya.
Heliand yg terbangun itupun langsung menyadari jika ada sebuah selimut di atas tubuhnya, hujan masih belum berhenti, pemuda itu tersenyum tipis menyadari hal tersebut, heliand beranjak dari kursi mencoba mengintip mayyu dari lubang pintu yg rapuh, sebelumnya yg ia lakukan adalah menekan gagang pintu itu dengan harapan jika pintu tersebut tidak terkunci. Dan benar saja mayyu lupa untuk kembali mengunci pintunya.
"Akhirnya sudah tidak terkunci" batin heliand
tentu saja heliand memanfaatkan hal ini dengan mudah, ia langsung masuk kedalam kamar dengan santainya, terlihat mayyu yg sedang tertidur di atas ranjang tersebut, mungkin lebih tepatnya berpura pura tertidur.
Tanpa basa basi heliand tidur disamping mayyu dengan santainya, posisi mayyu saat itu memang sedang tidur dengan membelakangi heliand.
"Mayyu aku tahu kau belum tidur"
__ADS_1
Heliand mencoba memulai pembicaraan agar mayyu luluh
"Mayyu aku kedinginan"
Naasnya wanita itu tetap diam mengabaikan heliand, ia masih berpura pura tertidur padahal dirinya sedang menahan tawa akibat heliand yg terus saja memberikan kode kode cinta kepadanya.
"Aku dingin sekali, hujan ini benar benar menyiksaku"
Heliand terus saja mengoceh di samping mayyu
"Huhuhuhu" Suara khas menggigil yg keluar dai mulut heliand, tentu saja itu hanya trik semata agar ia mendapatkan pelukan dari istrinya
"Istriku sungguh kejam, huhuhuuu" Suara itu terdengar, bahkan ia menambahkan sedikit nada hingga kalimat itu menjadi sebuah lagu sindiran untuk mayyu
Sejujurnya mayyu sudah tidak kuat menahan tawanya, matanya terpejam namun bibirnya merapat dengan paksa karna talut jika tiba tiba akan terdengar suara tawaan dari mulutnya.
"Mayyu sedikit bolehkan, aku sangat dingin"
Heliand terus saja menggoda mayyu saat itu, ia menggoyangkan tubuh istrinya agar wanita itu mengiyakan hal tersebut.
"Mayyu hanya sedikit pelukan"
"DUARRRRTTTTTT" Suara gemuruh yg teramat dahsyat.
"Ahhhhhhhh"
tentu saja hal tersebut langsung mengagetkan mayyu, ia bahkan langsung memeluk tubuh heliand karna saat itu listrikpun langsung padam.
"Tadi menolak, sekarang kau sendiri yg memelukku, hahaa"
Heliand tentu merasa dapat keutungan, ternyata dewi portuna sedang berpihak kepadanya, di tengah dinginnya curah hujan lebat dan istrinya sikap istrinya yg tidak kalah dingin dari cuaca tersebut, akhirnyabada sedikit keajaiban.
"Diam" Mayyu meninggikan suaranya kesal dengan keadaan dirinya yg masih memeluk heliand, mungkin wanita itu ketakutan akan gelapnya rumah kecil mereka.
"Sekarang kau ketakutan saja memelukku, tadi aku membutuhkan pelukan seperti ini kau bahkan mengabaikanku, tidak adil" Heliand berlagak seolah dirinya marah pada mayyu
"Terserah"
__ADS_1
"Oke baiklah"
Heliand melepaskan dirinya dari mayyu, ia beranjak dari tempat tidur tersebut.
"Kau mau kemana?"
Mayyu yg tadinya bersikap dingin akgirnya berbicara dengan nada yg memelas
"Mencari penerangan"
"Jangann"
Mayyu menahan tangan heliand agar dirinya tidak meninggalkan mayyu saat itu.
"Aku takut, jangan pergi"
Senyum picik heliand terpancar meskipun dalam keadaan gelap, jadi mayyu tidak menyadari jika heliand sedang melebarkan senyumnya, merasa kegirangan akan hal ini
"Oke baiklah"
Heliand kembali berbaring di samping mayyu dengan posisi tangan mayyu yg terus memegangnya, sebenarnya nurani kelelakian heliand kembali datang, namun ia tidak ingi gegabah, karna cukup jika siang tadi mayyu mengamuk atas kecerobohannya.
Hal sama pun dirasakan oleh mayyu, sebenarnya ia juga sangat merindukan heliand, sentuhannya belaiannya, apalagi pemuda itu sudah mengatakan jika dirinya mencintai mayyu, tentu sensasi baru jika keduanya melakukan hal tersebut dengan keadaan perasaan yg sama sama saling mencintai.
"Mayyu??"
"mmmm?"
"Aku ingin menyentuhnya sedikit boleh?"
Heliand berucap dengan santai, meminta sesuatu yg dia inginkan meskipun hanya menyentuhnya sedikit
"Tidak!!!" ucap mayyu singkat jelas dan padat
"Mm baiklah"
Heliand menghela nafasnya, sepertinya kali ini dia harus menahannya lagi
__ADS_1
"Galak sekali"
NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA DONGGGðŸ˜ðŸ˜NANGIS NIH CUMA D SURUH UP DOANG D VOTENYA DIKITðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜