Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 81


__ADS_3

Mayyu memperhatikan Heliand yg saat itu sedang melepaskan perban yang melingkar di dahinya, Dokter khusus yang merawat Heliand telah menyatakan jika pemuda itu sudah bisa memulai harinya dengan normal, pemuda itu tampak kegirangan, yang ada dalam pikirannya adalah dirinya bisa leluasa melakukan apapun yang dia inginkan pada sang istri tercinta, tentu saja Mayyu sudah bisa membaca gelagat Heliand, bahkan Mayyu mengklaim jika saat itu yang ada di dalam otak Heliand hanyalah paha dan ************ saja.


Astaga, tingkah Heliand sangat menggemaskan, pemuda itu terus saja melebarkan senyumnya menatap sang istri.


"Kau terlihat lelah."


Pria itu mendekatkan dirinya pada Mayyu yang sedang meregangkan otot-ototnya diatas soffa kamarnya.


"Aku baik-baik saja, hanya sedikit pegal."


Heliand langsung menyentuh bahu indah sang istri, ia memijat bagian tersebut dengan lembut penuh kehati-hatian.


"Apa lebih baik?"


Mayyu terdiam, matanya terasa berat menerima pijatan tersebut dari Heliand, tangan Heliand bagaikan obat tidur bagi sang istri, hanya sedikit sentuhan gadis itu langsung merasakan kantuk yang luar biasa.

__ADS_1


Mayyu menyandarkan tubuhnya di atas dada bidang Heliand, ia tampak terlihat cantik meskipun dengan keadaan sedang tertidur, pria itu membelai lembut wajah sang istri yang nyaris tanpa cacat, ia benar-benar telah menyadari cintanya pada Mayyu, kepedulian, kesabaran Mayyu sukses meluluhkan hatinya, rasanya ia tidak ingin melewatkan satu detik menatap kecantikan sang istri, padahal saat itu batinnya sudah sangat ingin mendapatkan apa yang dia inginkan, Heliand sudah sangat menantikan waktu ini, waktu dimana ia bisa memenuhi hasratnya.


"Aku tidak akan memaksamu." Ucap Heliand yang terus menyentuh wajah sang istri.


Pemuda itu beranjak dari duduknya, meskipun hasratnya sudah bergejolak, melihat wajah sendu Mayyu membuat dirinya tidak tega untuk memaksa sang istri, ia mengangkat tubuh Mayyu dengan sangat gagahnya, menurunkan tubuh Mayyu secara perlahan di atas tempat tidurnya, tidak lupa Heliand menarik selimut tebal di bawah kaki Mayyu menarik menutupi tubuh istrinya.


Namun ketika pemuda itu memalingkan tubuhnya, Mayyu dengan cepat menarik tangan Heliand sehingga pemuda tersebut terjatuh tepat di atas tubuhnya, gadis itu mengalungkan tangannya di atas bahu Heliand yang saat itu tepat berada diatasnya, ia bahkan merengkuh bibir Heliand dengan lembut menggitnya dengan penuh kenikmatan.


"Aku akan menepati janjiku" Ucap Mayyu dengan suara terendah dan mata yang masih terpejam.


Heliand langsung membuka pakaian sang istri, dan melemparkannya ke sembarang arah, ia sedikit mengelus paha mulus Mayyu tanpa melepaskan bibirnya yang sudah sedari tadi menyatu dengan bibir Mayyu, Satu tangan Heliand berhasil masuk kedalam dada gadis itu, ia merem*as bahkan memainkan benda kecil yang menonjol di bagian tersebut.


Suara lenguhan terdengar sangat indah, hal itu justru menambah semangat tersendiri untuk Heliand, pria jangkung itu menurunkan ciumannya mengabsen setiap titik dari tubuh istrinya, Hawa panas itu kian bermunculan, suhu ruangan yang dinginpun tidak ada artinya bagi Mayyu dan juga Heliand, tubuh keduanya sudah basah di penuhi butiran-butiran keringat.


Satu tangan Heliand berhasil menyentuh area paling sensitif sang istri, tubuh Mayyu sedikit menggelinjang sambil mengeruarkan suara erangan yang sedikit ia tahan.

__ADS_1


(Dipotong) :D wkwkwkwkkk


Mayyu mencengkram kuat bahu Heliand ketika pria tampan itu terus menghentakan tubuhnya menyentuh titik terdalam sang istri, Mayyu sudah tidak bisa menahan erangannya lagi, ia menjerit dengan sangat merdu ketika Heliand berhasil memuaskan dirinya. pemuda itu masih menghentakkan tubuhnya dengan cepat.


"Mmmmhh aahhh."


Heliand ambruk menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri, ketika ia berhasil menyemburkan cairan hangatnya didalam lubang kenikmatan tersebut.


Keduanya saling menatap senyum penuh kepuasan dengan keadaan napas yang masing terengah-engah, Heliand bahkan kembali mengecup bibir sang istri untuk menutup pergulatan yang telah dilakukannya bersama Mayyu.


"Kau menyukainya?"


Mayyu menganggukan kepalanya perlahan dan memeluk tubuh Heliand dengan erat, seolah tidak ingin berada jauh dari pria itu, keduanya terlelap dengan keadaan saling mendekap satu sama lain.


HAHA NEXT YA🤣JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA😍

__ADS_1


__ADS_2