Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 102


__ADS_3

Heliand menarik dasi yang melingkar dikerahnya. pria itu sudah sangat kepanasan, seharian penuh ia berada dipesta pernikah Erico dan Yuki.


Mayu keluar dari kamar mandi, dengan rambut basah yang terbungkus handuk wanita tersebut mendudukan dieinya dihadapan meja rias.


"Sayang..." Heliand mendekati dan mengendus bau tubuh sang istri. cup, kecupan singkat Heliand daratkan dileher Mayu.


"Mandi," seru Mayu dengan santai sambil memakaikan sebuah pelembab wajah.


Heliand menghela nafasnya, ia pun meraih handuk disisi kirinya, kemudian pergi menjauh dari sang istri.


Entah berapa lama mereka menjalin pernikahan, pahit manisnya pernikahan suda Mayu dan Heliand rasakan. Mayu sampai berpikir jika dirinya dan Heliand sepertinya tidak pernah bertengkar hebat, meraka benar-benar menjalani kehidupannya dengan sangat bahagia. apalagi ditambah dua bayi kembar yang sudah beranjak tumbuh. tentu hal itu membuat Heliand semakin menjadi dewasa dan bertanggung jawab.


Dua puluh menit berlalu, tubuh telanjang yang kekar hanya di tutupi oleh handuk dibagian bawahnya terekspos dengan jelas. Mayu benar-benar mencintai segalanya yang ada pada Heliand, ketampanan, bentuk tubuh dan yang lainnya. ia selalu saja terpaku jika melihat pesona sang suami, apalagi dengan cucuran air yang membasahi tubuh Heliand semakin menambah kesan sexy pada pria jangkung tersebut.


"Sayang, keringkan rambutku." seru Heliand.


Mayu mengangguk, ia langsung meraih handuk kecil dan mendekati sang suami yang sedang terduduk di bibir ranjang.


"Mmmm..." Bukannya mengeringkan rambut, Mayu malah memeluk tubuh sang suami dengan begitu erat dari belakang.

__ADS_1


"Kau menginginkannya?" tanya Heliand meledek.


Mayu menggelengkan kepalanya, ia menatap lekat sang suami kemudian berkata. "Aku hanya merindukanmu."


Cup... kecupan singkat Heliand daratkan, ia mengelus wajah Mayu kemudian memalingkan tubuhnya agar mereka saling berhadapan.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak, aku hanya rindu padamu." celetuk Mayu.


Heliand menganggukan kepalanya, senyumnya mengembang. pria itu kemudian berbaring diatas ranjang dan berkata. "Kemarilah," titah Heliand.


Mayu menurut, ia ikut membaringkan tubuh disebelah Heliand menggunakan tangan sang suami sebagai penyangga kepalanya.


Mayu mendongakan wajahnya, dengan tangan yang memeluk sang suami. "Terserah kau saja, asal wanita itu harus diatas umur 35 tahunan."


Heliand tersenyum tipis, "Jika mereka masih dibawah 30an?"


"Aku akan membunuhmu." celetuk Mayu mengancam.


Heliand semakin mengeratkan dekapannya pada sang istri. ia menatap Mayu kemudian berucap, "Apa kau mencintaiku?"

__ADS_1


"Sangat!"


"Kau takut kehilanganku?"


"Tentu!"


"Meskipun..."


Mayu langsung meletakan telunjuknya tepat diatas bibir Heliand. "Jangan bahas hal itu lagi, aku mencintaimu tanpa pengecualian."


"Terima kasih."


Mayu mengangguk cepat, keduanya saling memejamkan mata setelah saling menuangkan kerinduan. meskioun tinggal serumah, kenyataanya jika mereka kurang dalam berkomunikasi Heliand dan Mayu akan saling merindukan. bahkan merasa harinya benar-benar hampa. maka dari itu, Heliand dan Mayu selalu menyempatkan waktu sebelum mereka terlelap untuk saling memanjakan dan saling mengutarakan perasaan.


Ditempat lain, Erico dan Yuki hanya saling membisu setelah acara pernikahan mereka berakhir. entah apa yang sedang mereka pikirkan, mereka benar-benar gugup.


"Mmmm aku..." Erico mencoba memulai pembicaraan, ia melirik kesetiap titik ruangan untuk mencari topik obrolan. "Aku..." sorot mata Erico tertuju pada pintu kamar mandi, "Aku akan membersihkan diriku."


Yuki mengangguk cepat, pengantin baru yang belum pernah melakukan hal lebih dari ciuman benar-benar sangat terlihat menggemaskan.

__ADS_1


__ADS_2