Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 74


__ADS_3

"Astaga, apa dia mati? tidak, dia tidak mati kan?"


Wanita itu mondar mandir tidak karuan, dia gelisah, sepintas entah apa yg ada dalam pikirannya sehingga ia menabrak heliand, siapa lagi kalau bukan luna, wanita yg sudah tergila gila pada heliand sejak umurnya masih belia, karna obesinya pada heliand sampai membuat gadis itu nekat, sebenarnya ia hanya ingin memberikan pelajaran saja pada pria yg sudah menolaknya tersebut.


Namun ternyata hal tersebut malah berbuah patal, hingga kondisi heliand sekarang kritis.


"Bagaimana jika dia mati?"


Tubuh Luna bergetar, ia menjatuhkan dirinya di soffa, nafanya tidak beraturan, suhu ruangan yg dingin pun tidak bisa mendinginkan tubuhnya yg terus berkeringat, ia menggigit jari telunjuknya dengan raut wajah yg ketakutan.


"Bagaimana jika polisi?"


Belum sempat luna menyelesaikan ucapannya, tiba tiba langsung terdengar suara bell dan ketukan dari luar rumahnya.


Seketika dia terkejut, takut jika itu adalah polisi yg mencarinya.


"Tenang, ini belum 24 jam, polisi itu pasti masih menyelidiki kasus ini"


Bukan malah membuka pintu, namun luna malah mengobrak abrik pakaiannya, ia mengeluarkan semua barang barangnya, dan merapikannya kedalam koper, untuk apa lagi jika bukan untuk kabur, ia sadar akan apa yg sudah ia lakukan, dan cepa atau lambat polisi akan mengetahuinya.


"Aku harus cepat"


Dengan wajah penuh keringat, ia memasukan semua barang barangnya kedalam koper, ia bahkan memesan tiket pesawat yg penerbangannya akan berangkat pada hari itu juga.


 


Mayyu tetap berjaga di depan ruangan tempat dimana heliand menjalani perawatan, pemuda itu masih saja dalam keadaan kritis hingga perawat tidak berani meninggalkan heliand dan terus berjaga di dalam.

__ADS_1


"Dia pasti baik baik saja, sayang bertahanlah" Gumam mayyu dalam batinnya


Mayyu duduk di depan pintu tersebut, ia mulai merilexan dirinya guna menghilangkan tasa cemas yg terus menghantuinya.


Namun perawat berlari keluar memanggil dokter dengan sesegera mungkin membuat mayyu kembali di hampiri rasa takut, bagai mana tidak, belum lama ini keduanya saling menyatakan cinta, dan sekarang heliand harus berjuang untuk melawan kematian.


"Dokter ada apa?"


Mayyu menghadang dokter yg saat itu akan menangani heliand


"Detak jantung pasien melemah, sebaiknya kau tenang"


Dokter itu langsung masuk kedalam ruangan, tubuh mayyu melemah, air mata itu kembali menggenang, tidak ada ekspresi yg keluar dari raut wajahnya, saat itu erico yg baru saja tiba untuk melihat keadaan heliand, langsung menghampiri mayyu yg terdiam di depan pintu ruangan tempat heliand mejalani perawatan.


"Hey, kau baik baik saja? bagaimana heliand?" ucap erico


"Mayyu kau baik baik saja?"


Bukan menjawab hal tersebut namun mayyu langsung masuk kedalam ruangan, karna rasa cemasnya yg begitu hebat membuat dirinya tidak tahan untuk tidak berada di samping heliand.


"Heliand?"


mayyu menatap tubuh pria itu yg tidak berdaya, air matanya berjatuhan, langkahnya melambat menghampiri heliand.


"Cepat siapkan alat kejut jantung"


Mendengar hal tersebut mayyu semakin lemah, tubuhnya bergetar hebat menatap ketidak berdayaan heliand

__ADS_1


"Nona sebaiknya kau menunggu di luar"


"Tidakkkkkk, apa kau sudah tidak waras suamiku sedang membutuhkan aku di sampingnya" Mayyu menangkis perawat yg mencoba mengusirnya, air matanya terus saja berderai.


"Biarkan dia di dalam" Ucap dokter tersebut.


Hal itu dokter ucapkan karna sudah pasrah akan kondisi heliand, ia membiarkan hal tersebut agar orang terkasih heliand ada di sampingnya setelah dirinya menghembuskan nafas terakhir. dokter sudah berusaha semaksimal mungkin, namun dilihat dari kondisi heliand yg sangat memprihatinkan tidak menutup kemungkinan jika dirinya akan selamat.


Dokter terus mengejutkan jantung heliand agar detaknya stabil, namun tidak ada perubahan, detak jantungnya semakin melemah hingga membuat dokter itu pasrah


"Aku sudah berusaha nyonya maafkan aku"


Mayyu terdiam pandangannya terus tertuju pada heliand


"Bohong, kau bohong heliand kau pembohong,"


Tangan mayyu menggenggam kuat tangan heliand, air matanya terus berderai, ia bahkan terus mencium tangan heliand tanpa henti.


"Jika kau mencintaiku kenapa tidak berjuang?, lagi lagi kau membohongiku heliand, kau tidak mencintaiku"


Tangisan mayyu pecah, ia langsung memeluk tubuh heliand dengan sangat erat


"Aku mohon bangun heliand, kau pasti bisa melawatinya, demi aku, demi keluarga kecil kita"


Mayyu histeris memeluk heliand, dia benar benar takut kehilangan heliand, dokter dan beberapa perawat yg menyaksikan hal tersebut sampai tidak tega dan turut menangis melihat hal menyedihkan tersebut, mayyu benar benar mencintai heliand, hal itu di saksikan secara langsung oleh erico dokter dan beberapa perawat di sana, jika mayyu benar benar tidak ingin kehilangan heliand.


**NEXT GUYS LIKE KOMEN DAN VOTE, BURUAN DONG KEJAR 10 BESAR😭😭😭 UDH MAU JAM JAM TERAKHIR NIH😭😭😭NANTI AUTHOR KASIH CHAPTER DOBEL LAGI, SAMA HADIAH BUAT 3 ORANG TERBANYAK😭**

__ADS_1


 


__ADS_2