
Beberapa waktu telah berlalu, dan lili sekarang sudah resmi menjadi seorang istri untuk robin, Ia meninggalkan rumahnya dan mengikuti robin untuk tinggal bersamanya, tidak di apartemen tetapi kedua pengantin baru itu tinggal dengan orang tua robin karna Robin adalah anak satu satunya dari anna, tidak dengan pernikahannya dengan jordan, selama beberapa tahun menikah anna dan jordan masih belum di karuniai anak buah cintanya
"Apa kau bahagia?" tanya robin membelai lembut wajah Lili, seakan tidak ingin menjauhkan tubuh masing masing lili dan robin masoh berpeluk mesra dinatas ranjang tanpa jarak sedikitpun
"Aku sayang bahagia" Ujar Lili menatap sendu mata hitam kecoklatan milik robin, keduanya saling berpeluk mesra satu sama
"Sayang ceritakan sedikit tentang mamamu, kesukaannya hal yg ia benci dan...
Belum sempat lili menyelesaikan ucapannya, pria itu langsung membungkam lili dengan bibir lembutnya _"Kau terlalu banyak bicara" Ujar Robin memiringkan senyumnya
"Dimna robin dan Lili" Tanya jordan pada anna yg sedang menyiapkan sarapan untuknya tersebut
Anna mengalihkan pandangan matanya ke wajah jordan, ia sedikit menaruh kesal dan curiga pada jordan yg terlalu memperdulikan lili, Yaaa, setelah kedatangan Lili jordan menjadi betah di rumah, ia selalu memperhatikan kemesraan Lili dan Robin dari kajauhan, mungkin kepedulian jordan sebetulnya adalah kepedulian ayah terhadap anaknya, namun Anna mencurigai suaminya tersebut telah jatuh hati pada menantu cantiknya
"Ada apa?" Tanya jordan pada anna yg sedang menatapnya tajam
"Aku curiga, kenapa kau selalu memperdulikannya?" tegas Anna dingin namun penuh arti
Jordan memiringkan senyumnya, ia tahu betul jika anna sedang cemburu dengan sikap pedulinya pada lili _"Apa yg kau pikirkan?" Tanya jurdan
Anna mengerutkan dahinya ia sedikit kesal karna jordan memancing emosinya, namun ketika anna akan mengatakan semua isi hati dan perasaan yg mengganjalnya kedua sejoli itu turun dengan senyuman yg terus terpancar dari bibir keduanya
__ADS_1
"Pagi mah" Ujar Lili pada anna, perempuan cantik itu menyapa mertuanya tapi tidak dengan jordan, sikap lili pada jordan masih saja angkuh dan dingin meskipun dirinya sudah cukup lama tinggal di kediaman rumah robin, meskipun anna terlihat kesal namun ia tetap menjaga imagenya dengan memberikan senyum palsu pada Lili
"Kau mau ini?"tanya Lili pada robin, Pemuda jangkung itu menganggukan kepalanya sambil mengambil selai coklat di hadapannya, mereka terus saja mengumbar kemesraan meskipun di hadapan anna dan jordan, Robin mengoleskan selai coklat itu ke wajah Lili dengan jarinya
"Kok jail sihh" Ujar Lili mengerutkan dahinya, Lili dengan kesal membalas apa yg dilakukan robin padanya
"Kau memberikan selai terlalu banyak ke wajahku kau curang" ujar Robin yg kembali menyerang lili dengan selainya
Pemandangan tersebut di saksikan oleh Jordan dan anna, namun pandangannya sedikit berbeda, anna dengan wajah tanpa ekspresinya cukup semakin kesal dengan sikap jordan yg terus menatap wajah Lili dengan senyum di bibirnya
"Prangggggggg.... Suara anna kesal manaruh sendoknya dengan kasar di meja makan tersebut hingga membuat semua orang terkejut, ia lantas pergi meninggalkan jordan dan kedua pasangan tersebut, sadar akan dirinya yg hanya akan mengganggu kemesraan lili dan robin akhirny jordan pun memutuskan menyusul anna yg terus kesal padanya dan juga Lili
"Apa yg terjadi pada mama?" Tanya Lili pada robin keduanya langsung menghentikan aksi kejahilannya setelah anna membanting sendoknya
***
Sementara itu di tempat lain mayyu memperhatikan heliand yg sedang sangat sibuk bermain ponsel bahkan pria itu tertawa sendiri seperti orang tidak waras dengan mata yg tetap terjaga pada layar ponsel
"Apa yg sedang dilakukan si bodoh itu" Gumam mayyu dalam batinnya, ia sedikit kesal karna sudah beberapa waktu berlalu tetapi heliand masih belum memberikan tanda tanda jika ia tertarik pada istrinya. Sesekali pria jangkung berahang tegas itu mengalihkan pandangannya pada mayyu yg sedang memfokuskan mata cantiknya pada heliand
"Dia selalu saja ingin tahu segala urusanku" Gumam heliand dalam batinnya, Raut wajah heliand berubah setelah ia menyadari jika mayyu terus saja memperhatikannya, pria itu beranjak dari tempat duduknya mencoba pergi dari sana agar mayyu tidak terus terusan memperhatikannya. Namun ketika heliand berdiri tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dan ia langsung menyuruh mayyu untuk membukanya
__ADS_1
"Apa yg kau lihat? Cepat lihat siapa yg datang" Tegas heliand dengan ketusnya
Tatapan mayyu berubah, ia langsung beranjak kesal dan pergi menuju pintu utama untuk melihat siapa yg datang
"Lihatlah si tidak berguna itu, ia hanya bisa menyuruh dan meniduriku saja" gumamnya dengan kesal
Mayyu menarik gagang pintu, matanya sedikit membulat ketika mendapati kedua mertuanya yg sudah berdiri di hadapannya
"Ma mama" Ujar mayyu gugup, kedatangan Lia chan dan Nicko cukup membuat mayyu terkejut, pasalnya setelah menikah mereka yg mengatakannya sendiri jika mereka akan membiarkan Mayyu dan Heliand untuk tidak ambil pusing dengan kunjungan dan soal uang, itulah sebabnya hingga saat ini heliand masih santai di rumah karna memang usianya masih terbilang muda dan Nicko belum bisa mempercayai anak itu untuk memegang alih langsung perusahaan
"Sayang kenapa kau terkejut dimana heliand?" Tanya Lia chan memeluk mayyu dengan lembutnya
"Ayo ma, pa masuk" Ujar mayyu sedikit gugup, keadaan rumah memang rapi terkendali oleh mayyu jika heliand sendiri tidak mengacaukannya
"Mayyu dimna heliand?" Tanya Nicko menatap menantunya tersebut
"Aku aku akan memanggilnya...
"Katakan apa anak itu masih saja bertahan dengan kebiasaan buruknya?"Ujar Lia chan pada mayyu
pertanyaan itu seakan membuat mayyu bingung, gadis itu berpikir keras jika ia jujur maka heliand akan tamat oleh kedua oramg tuanya, di sisi lain ia tidak ingin berbohong pada Lia chan dan Nicko yg telah berbaik hati padanya
__ADS_1
Next, like and komennya guys tolong bantu vote sebanyak banyakknya, wajarkan klo author minta dukungan sama votenya😌 biar lelahnya terbayarkan dengan voting kalian