
"Benar kau tidak mencintaiku?" Ucap Luna menajamkan pandangannya terhadap heliand, Malam ini keduanya bertemu di sweet caffe yg memang sudah di rencanakan oleh Luna dan Heliand.
"Untuk apa kau menanyakan hal itu? kau tentu tahu jika aku sudah berkeluarga" Ucap heliand dengan santainya sambil memotong stick daging bbq yg cukup terkenal di caffe tersebut
Mata Luna lirih menatap heliand, batinnya seolah tidak terima dengan penolakan heliand terhadap dirinya, ia bersikeras penasaran dengan perasaan heliand yg memang sebelumnya telah menjanjikan suatu janji pernikahan padanya
"Apa aku benar benar sudah tidak ada lagi dalam hatimu?"
Heliand meletakan pisau kecil di piringnya, matanya menatap wajah luna yg saat itu memang terukir jelas penuh harapan kepadanya.
"Luna itu adalah masa lalu, bahkan itu adalah omong kosong, ayolah kenapa kau mengharapkan sesuatu yg keluar dari mulut anak yg baru berusia 5 tahun? tentunsaja itu hal yg konyol bukan?" Tegas heliand pada Luna, mata gadis itu menggenang seolah tidak bisa membendung lagi rasa kecewanya
"Tapi selama beberapa tahun ini aku menunggumu heliand" Tegas Luna dengan amat kecewa
"Kau benar benar keterlaluan heliand, aku bahkan sudah menjaga diriku hanya untukmu, tapi kau benar benar melupakan aku" Tegas Luna menangis lirih bersikap seolah dirinya adalah seseorang yg paling menderita
Heliand menghela nafasnya dengan kasar, ia menatap wajah Luna seolah tidak tega melihat tangisan gadis itu
"Baiklah, baiklah, apa yg kau inginkan?" Tanya heliand pada Luna
"Tentu saja aku hanya menginginkan dirimu" Ucap Luna secara sepontan hingga membuat heliand mengerutkan dahi dan matanya melebar terkejut, heliand menarik kembali tangannya dari luna.
"Tidak tidak, istriku sedang hamil, maaf luna aku tidak mungkin menghianatinya"
__ADS_1
"Tapi kau berhutang janji padaku" Tegas Luna mengencangkan suara tangisannya hingga membuat seluruh pengunjung caffe memperhatikannya
"Apa yg kau lakukan? cepat hentikan tangisanmu"
"Tapi kau harus berjanji padaku"
"Tidak, tidak itu tidak mungkin" Tegas heliand namun luna kembali meninhgikan suara tangisannya
"Oke ,oke hentikan baik, baik" Heliand pasrah pandangan seisi caffe mulai menyudutkannya, ia menghela nafas prustasi sambil mengiyakan apa yg di inginkan oleh Luna
"Janji??"
"I Iyaaa...." Ujar heliand gugup
"Dari mana saja?" Mayyu melipatkan tangannya dengan wajah kesal memergoki pria jangkung itu yg membuka pintu utama, pandangannya sangatlah menakutkan pada saat itu .
"Aku, Aku hanya, dari rumah papa" ujar heliand yg tentu saja berbohong
"Selarut ini?" Tegas meyyu menajamkan tatapannya
"Ini belum terlalu malam mayyu, sebaiknya jangan berlebihan" Heliand melangkahkan kakinya dengan santai mengabaikan mayyu
__ADS_1
"Sudah jam 2 pagi aku bilang belum terlalu malam?" Mayyu meninggikan suaranya dengan kesal
Heliand mengabaikannya dan terus melangkahkan kakinya menaiki tangga
"Aku akan menelpon papa dan bertanya apa benar kau dari sana" Celetuk mayyu yg langsung membut langkah heliand terhenti
"Sial" Gumam pria itu dalam batinnya, ia memalingkan tubuhnya menatap mayyu dan kembalu menuruni tangga, tangannya meraih bahu mayyu dan melebarkan senyum tampamnya pada istrinya tersebut
"Sayang ini sudah hampir pagi, maafkan aku telah membuatmu menunggu, sebaiknya kau tidur istirahat, aku tahu hari ini kau sangat lelah" Ucap heliand dengan lembut dan manisnya merayu mayyu, wanita itu hanya diam kesal mematung menatap wajah tampan heliand yg memang sepertinya takut akan ancaman jika mayyu menghubungi papanya
"Tapi aku..
Belum sempat mayyu menyelesaikan ucapannya namun bibir lembut heliand sudah membungkam mulutnya lebih dulu, ia meraih wajah mayyu dengan senyutuhannya yg lembut dan mencium wanita itu dengan penuh cinta.
"Kau tidur yahh" Ucap helian memiringkan senyumnya menatap mayyu, heliand bahkan menggendong sang istri bak tuan putri dan membawanya ke dalam kamar untuk beristirahat, ia memang cukup kuat badannya yg ideal mampu membuat gadis manaoun menjerit ketika melihat kharismanya, mayyu mengalungkan tangannya di leher heliand, ia sama sekali tidak dapat mengalihkan pandangannya dari wajah tampan heliand.
"Aku tahu kau berbohong, tapi aku tidak ingin hal ini cepat berlalu, andai saja waktu bisa terhenti, dan hari ini aku ingin menghentikannya, aku suka bagaimana sikap lembutmu memanjakanku, meskipun aku tahu kau tidak sama sekali menyimpan perasaan untukku" Tanpa mayyu sadari air matanya menetes menatap wajah heliand yg saat itu jaraknya hanya beberapa senti dari wajahnya, ia bisa dengan jelas mencium aroma tubuh yg khas dari heliand di area sekitar tengkuk leher pria jangkung tersebut.
"Heliand" Batin mayyu menjerit "Aku sangat mencintaimu" Gumam mayyu dalam batinnya
**NEXT GUYS, BENTROK EUY SAMA KERJAAN, INI JUGA NYURI NYURI WAKTU😭TOLOBG LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA❤️**
__ADS_1