Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 76


__ADS_3

Mayyu melepaskan tangannya dari luna, matanya menggenang menatap luna dengan penuh kebencian.


Namun hal itu di manfaatkan oleh luna, ia meraih tangan lia chan untuk meminta peetolongan.


"Tolong aku, menantumu akan membunuhku, dia sudah gila, dia menyiksaku"


Lia chan terus menatap mayyu, ia mencari jawaban dari segala pertanyaannya di wajah gadis itu.


"Dia orang yg sudah membunuh anakku, menjalin hubungan dengan heliand di saat aku hamil, dia juga orang yg sudah menabrak heliand hingga suamiku sekarat" Tegas mayyu meninggikan suaranya menatap luna dengan penuh kebencian


Lia chan mencoba menghampiri mayyu untyk menenangkannya, wanita itu mengabaikan luna yg bicara padanya, bagaimana mungkin lia chan akan memberi simpati pada seseorang yg sudah berani menghancurkan rumah tangga anaknya.


"Sayang tenangkan dirimu, mama tahu kau sangat membencinya, tapi kau tidak bisa menyalahkan gadis itu atas apa yg terjadi pada heliand"


Mayyu mengeratkan giginya dengan penuh kekesalan, ia terus menatap luna dengan tatapan tajam, matanya memerah, emosinya benar-benar sudah meluap-luap.


"Aku akan menghabisimu"


Mayyu kembali menarik rambut panjang luna, ia memukul luna dengan sangat keras hingga gadis itu ketakutan menjerit dengan keras, bahkan Nicko dan lia chan sampai kesulitan untuk menghentikan mayyu.


"Mayyu hentikan"


Suara yg tidak asing itu terdengar di telinga mayyu, seakan tidak percaya mayyu langsung memalingkan tubuhnya menatap pria jangkung di penuhi luka perban, sedang berdiri di ambang pintu ruangan tempat ia menjalani perawatan. siapa lagi jika bukan heliand, hal tersebut bahkan membuat mayyu tidak percaya, ia pikir heliand tidak akan selamat karna detak jantungnya yg terus melemah.


"Heliand? bukannya kau sudah mati?" ucap luna


Mendengar hal tersebut mayyu kembali naik pitam, ia langsung meyalangkan tangannya kembali


"Beraninya kauuuuu"


"Plakkk"


Luna menjerit kesakitan


"Ahhhhhhh, tolong jauhkan aku dari wanita gila ini, tolonggggg"

__ADS_1


"Mayuu hentikan, sudah cukup"


Lia chan menarik tangan menantunya agar mayyu menjauh dari luna.


Tatapan lia chan tajam, ia menatap luna dengan tatapan sinis.


"Apa maksud ucapanmu? heliand? kenapa dengan anakku? kenapa kau menginginkannya mati?" Tegas lia chan pada luna


Gadis itu bersimpuh di kaki lia chan, ia mencoba bersandiwara memohon belas kasih pada lia chan.


"Nyonya aku, maksudku, aku hanya"


"Sebaiknya kau pergi, dan jangan pernah muncul di hadapanku apalagi sampai mendekati anakku lagi"


Luna pasrah, karna perbuatannya belum di ketahui, ia memilih untuk pergi secepat mungkin dari sana dan melanjutkan tujuannya untuk kabur ke luar negri.


"Mah tapi dia orang yg sudah mencelakai heliand" Tegad mayyu dengan kesal menatap luna dengan penuh kebencian


Heliand meraih bahu istrinya, mencoba menenangkan mayyu.


"Heliand!!! sudah jelas hal itu terjadi setelah aku menemuinya di bengkel hari itu, dia pasti tidak terima atas penolakanmu" ucap mayyu


Luna terdiam, ia berpikir keras mencari alasan untuk menyangkal semua tuduhan yg dilayangkan mayyu.


"Cukup, aku sudah meminta maaf padamu, kau bahkan sudah mempermalukan aku di hadapan umum, dan sekarang kau menuduhku atas apa yg terjadi pada heliand,"


"Kau benar-benar keterlaluan mayyu"


Luna meraih tangan lia chan, ia meminta pembelaan pada wanita itu, sepertinya ia tidak puas jika tidak menyudutkan mayyu pada saat itu, tunuannya tidak lain untuk mendapatkan simoati darin lia chan, syukur syukur jika mayyu terlihat buruk di mata lia chan.


"Kau lihat? aku mengakui kesalahanku, tapi aku sudah memohon maaf padanya, apa aku salah jika aku mencintai putramu?"


Lia chan menghela nafasnya tersenyum tipis pada luna, tangannya mencoba melepaskan tangan luna yg telah menggenggamnya


"Tentu kau salah, karna sudah mencintai seorang pria yg sudah memiliki seorang istri"

__ADS_1


Luna tidak berkutik, ia tertunduk dan masih terus saja mencari alasab untuk berdalih mendapatkan simpati dari lia chan.


Namun hal itu terhenti seketika karena dua orang pria bertubuh besar datang menghampiri Nicko, pandamgan mereka smeua langsubg beralih pada kedua polisi tersebut, berbeda dengan luna, perasaanya mulai tidak karuan, ia bahkan terus mencoba menyembunyikan wajahnya, Nicko saling berjabat tangan dengan polisi tersebut, bahkan kedua polisi itu juga menyapa heliand dengan baik guna menanyakan keadaan heliand.


"Selamat siang tuan wang, berdasarkan hasil rekaman cctv jalanan ada seorang menabrak putra anda dengan sengaja, dalam rekaman cctv tersebut terlihat tuan muda heliand sedang menyebrang jalan dalam keadaan lampu merah masih menyala, namun dari arah kirinya seorang pengendara mobil berplat xxxxx sengaja menerobos lampu merah dan menabrak tuan muda heliand."


Sontak hal itu mengejutkan semua orang di sana, tatapan mayyu terus saja mengarah pasa luna, luna memang saat itu sudah ketakutan, wajahnya pucat berkeringat ketika dua orang polisi datang.


"Siapa yg berani melakukan hal ini" Tegas Nicko meninggikan suaranya


"Kebetulan sekali, aku melihat mobil tersebut ada di depan rumah sakit ini, tentu saja hal itu memudahkan kami untuk mencari tahu siapa pemiliknya"


"Untuk apa di cari? pemiliknya ada di depan kalian" Celetuk mayyu menatap luna dengan tajam


Luna gelagapan, Heliand bahkan sampai tidak percaya atas apa yg sudah dilakukan luna padanya, namun saat polisi itu mengatakannya, hal tersebut berhasil membuat heliand menaruh curiga pada luna, seperti apa yg dikatakan mayyu.


"Kenapa kau terus saja menatapku? aku tidak melakukan apapun"


Luna terus saja berdalih.


"Cepat tangkap wanita ini, aku sendiri yg membawanya kesini, dan mobil tersebut adalah miliknya" tegas mayyu


"Cepat amankan nona itu"


Polisi itu langsung membawa luna dengan paksa, gadis itu hiateris berteriak tidak terima dengan apa yg telah polisi lakukan padanya


"Lepasss, kau salah bukan aku pelakunya" Teriak luna


"Kau bisa menjelaskan hal ini di kantor nona" Tegas polisi tersebut


Luna berhasil di bawa oleh polisi, bahkan mobil yg digunakan dirinya untuk menabrak heliand juga di bawa oleh pihak kepolisian, mayyu bernafas lega menyusutkan bahunya sambil menatap kepergian luna yg di bawa secara paksa oleh polisi.


**NEXT GUYSSS LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYAAA YG BANYAKKKKK😭😭


POKOKNYA YG BANYAKKKKKKK😣😭😭😭**

__ADS_1


__ADS_2