
Heliand begitu santai memberi kedua bayi kembarnya susu formula, senyumnya terus terpancar, Heliand bahkan lebih sering memghabiskan waktunya di rumah, bahkan jika ia ke kantor, sebelum jam pulang pun Heliand sudah berada di rumah, karna itu perusahaan sang Ayah, Heliand jadi bisa seenaknya mengatur jam pulang.
"Butuh bantuan?"
Mayyu menghampiri Heliand yang saat itu terus mencumbu dua bayi kecilnya.
"Tidak usah, kau istirahat saja, aku bisa melakukannya." ucap Heliand santai
Pemuda itu terus saja meyuruh sang istri beristirahat, padahal sedari tadi Mayyu tidak melakukan apapun.
"Aku pikir, sebaiknya kita mempekerjakan seorang baby sitters."
"Tidak, aku tidak ingin orang lain ikut campur dalam hal ini."
Mayyu terus saja menolak, padahal Heliand memberikan usul seperti itu, hanya untul kebaikannya.
"Aku tidak bisa terus membantumu." ucap Heliand
"Aku bisa melakukannya sendiri."
Mayyu mengerutkan dahinya, Heliand sudah sangat sering membahas hal ini, meskipun Heliand tahu, jawaban Mayyu tetaplah akan menolaknya.
"Sayang, aku hanya tidak ingin kau kelelahan, maksudku satu bayi tidak masalah, tapi ini sepasang bayi, kau akan kerepotan, jika mengurusnya seorang diri."
__ADS_1
Heliand terus saja meyakinkan sang istri, hal lakukan demi kebaikannya, agar gadis itu tidak terlalu kelelahan jika harus mengurus kedua bayinya seorang diri.
"Tapi aku-"
"Aku akan mencarinya sendiri, tidak perlu wanita muda, kita akan mencari wanita paruh baya saja, yang bersedia bekerja paruh waktu disini." tegas Helaind.
Mayyu mengerutkan dahinya, bibirnya mengerucut, entah mengapa gadis itu merasa Heliand tidak mempercayainya, jika Mayyu bisa mengurus kedua bayinya sekaligus, raut wajah Mayyu pun berubah, ia terlihat murung dan tertunduk di hadapan Heliand dengan mata yang menggenang.
"Hey? ada apa? kenapa kau murung?"
Pemuda itu mendekati sang istri, ia menyentuh lembut dan mendongakan wajah Mayyu agar menatap ke arahnya.
"Bagaimana aku tidak murung, kau tidak percaya padaku." ucap Mayyu denagn bibir mengerucut
"Sayang, aku percaya padamu, tolong mengertilah, aku perduli padamu, jika kau sakit karna kelelahan," Heliand mengecup pucuk kepala sang istri dengan penuh kelembutan, "siapa yang akan mengurus mereka nanti?"
Mayyu terdiam, sepertinya gadis itu sudah mulai luluh, dan mengerti tentang apa maksud dan tujuan Heliand.
"Aku mencintaimu."
Mayyu memeluk erat tubuh Heliand, ia sangat merasakan kepedulian dan kasih sayang Heliand saat ini.
Pemuda itu menatap mata indah sang istri, ia memberikan kecupan lembut pada Mayyu, jujur memang semenjak kehadiran dua bayinya, Heliand jarang menghabiskan waktu berdua dengan sang istri, bahkan untuk saling mengutarakan perasaan pun sudah jarang.
__ADS_1
Heliand tidak pernah menuntut apapun jiks Mayyu lebih fokus pada dua bayinya, justru Heliand akan membantu Mayyu menangani putra dan putri kecilnya, hal itu membuat hubungan keluarga kecil mereka semakin erat.
"Kenapa harus wanita paruh baya?" ucap Mayyu
Mayyu berpikir, kenapa Heliand harus mencari wanita paruh baya, padahal wanita muda di jaman sekarang juga banyak kekurangan pekerjaan.
"Aku pikir, lebih baik kita mencari seseorang yang sudah ahli dalam hal ini."
Heliand menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Mayyu dengan sentuhan lembutnya.
"Hanya itu?"
Entah kenapa Heliand merasa pertanyaan Mayyu sedikit memancingnya.
"Apa kau takut tergoda dengan pengasuh bayi kita, jika dia adalah wanita muda?"
Heliand terkekeh, meskipun tujuannya tetap sama, tapi cara pikir Heliand dan Mayyu agak sedikit berbeda.
"Bukan aku, tapi dia yang akan tergoda, jika melihat pesona suami tampan seperti aku." ucap Heliand dengan begitu percaya diri
Mayyu menghela nafasnya dengan kasar, meskipun begitu, ia cukup menghargai keputusan Heliand,yang sedikit cukup masuk akal. Akan tetapi kenyataannya, Heliand tidak memilih wanita muda, karna ia takut hal itu hanya akan menimbulkan masalah, dan tentu saja rentan terjadi kesalah pahaman untuk dirinya, dan juga Mayyu.
**GUYS COBA KASIH SARAN DONG BUAT NAMAIN BABY TWINS HELIAND SAMA MAYYU😬 AKU KELABAKAN NIH CARI NAMANYA😂
__ADS_1
LIKE KOMEN VOTE DAN LIKENYA DONG**