Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 86


__ADS_3

Heliand tidak pernah biaa mengalihkan pandangannya menatap kecantikan Mayyu, ia sampai tidak bisa mengedipkan matanya karna wanita hamil itu benar-benar sangat mempesona.


"Oke sayang tarik napasmu sayang, dorong sayang dorong." Ucap Heliand dengan amat bising


Pria itu sampai tidak bisa diam, ia terus saja mengoceh di hadapan sang istri, entah apa yang sedang ia lakukan.


"Heliand aku sedang yoga, bukan sedang melahirkan."


Mayyu keheranan mengerutkan dahinya, menatap tingkah bodoh sang suami, entah kenapa menurut Mayyu, Heliand semakin bertingkah kekanak-kanakan.


"Kau bisa berlatih dari sekarang sayang, ayo cepat lakulan," Tegas Heliand


Pemuda itu semakin tidak waras, harapan sang istri adalah Heliand bisa lebih dewasa, tapi ternyata, malah semakin menjadi-jadi.


Bahkan beberapa hari yang lalu Heliand dan Mayyu bertengkar karna masalah asi untuk calon bayi mereka, Heliand bersikeras jika ia tidak ingin membagi kedua benda sintal kesayangannya yang berada pada sang istri, meskipun itu untuk anaknya sendiri.


"Sayang, kenapa ini semakin membesar?" Ucap Heliand.


Pemuda itu sedang memainkan tangannya yang sudah sedari tadi memasuki dada sang istri.


"Astaga Heliand, sudah sudah hampir dua jam, kenapa kau tidak melepaskan tanganmu dari sana." tegas Mayyu


Wanita itu merasa jengkel, karna Heliand sama sekali tidak membiarka ia tertidur, dan terus mengganggunya.


"Ini kan milikku, aku bebas melakukan apapun."


"Iya, tapi setelah melahirkan kau harus berbagi dengan anakmu!"


"Oh, tidak bisa, banyak susu formula, biarkan saja dia meminumnya." Tegas Heliand.

__ADS_1


Pemuda itu terlihat sangat santai mengatakan hal tersebut, dengan tangan yang terus saja bermain-main d area tersebut, mata Mayyu sampai membulat sempurna ketika mendengar Heliand mengatakan hal itu.


"Apa kau tidak waras?"


"Pokonya aku tidak akan membagi dirimu, meskipun itu dengan anak kita."


Mayyu menempelkan telapak tangannya di dahi Heliand, ia mengecek suhu tubuh pria itu guna memastikan jika Heliand benar-benar tidak waras.


"Kau benar-benar calon ayah yang kejam."


"Tidak masalah, kau hanya milikku." tegas Heliand.


*** ***


Pemuda itu semakin tidak waras, harapan sang istri adalah Heliand bisa lebih dewasa, tapi ternyata, malah semakin menjadi-jadi.


Meskipun begitu Haliand sangat menjaga Mayyu, terbukti dalam seminggu ia hanya akan pergi bekerja selama 2 hari, karna perusahaan itu milik sang papa, memudahkan untuk Heliand bermalas-malasan, ia selalu menjadikan istrinya sebagai alasan atas cuti-cutinya.


"Kenapa? apa salahku?"


"Tidak tahu, aku sangat bosan melihatmu cepatlah pergi."


Heliand terdiam sejenak, ia menajamkan tatapannya ke arah perut Mayyu yang membuncit.


"Atau jangan-jangan ini karnanya?."


Heliand langsung bisa mengklaim jika itu adalah bawaan si jabang bayi, pemuda itu malah mendekati Mayyu meskipun gadis itu sudah mengusirnya.


"Kau mau apa?" ucap Mayyu

__ADS_1


"Tentu saja membuat perhitungan."


Heliand mengangkat tubuh sang istri, membaringkannya diatas soffa, raut wajahnya ditekuk.


Heliand menempelkan wajahnya di perut buncit sang istri, ia menyentil perut itu dengan tangannya.


"Masih di dalam perut sudah kurang ajar ya, enak saja mau merebut perhatian istriku."


Heliand terus menggerutu pada perut Mayyu, wajah Mayyu terlihat merona, ada-ada saja tingkah Heliand yang membuatnya kegelian, dengan calon anak sendiri saja cemburu, hal itu justru membuat Mayyu semakin mencintai pria tersebut.


Mayyu mengelus rambut tebal Heliand, gadis itu memancarkan senyumnya yang berbinar, Heliand benar-benar sangat menggemaskan saat itu.


"Jika ia lahir, siapa yang akan menenangkannya ketika ia menangis?" uca Mayyu


"Tentu saja baby sister."


Mayyu terkekeh, ternyata Heliand benar-benar sangatlah tidak waras.


"Tapi aku tidak ingin orang lain ikut campur dalam mengurus anak kita."


"Oh, okey, aku yg akan menenangkannya, membuatkan susu untuknya, dan benda itu,"


Heliand menunjuk ke arah dua gundukan sang istri


"Itu hanya milikku."


Ingin rasanya Mayyu mencubit Heliand dengan amat keras, tingkah Heliand selalu saja membuatnya tertawa kegelian, entah apa yang ada dalam pikiran pemuda itu saat ini, Mayyu benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi Heliand, sepertinya ia tidak akan di repotkan oleh si calon anaknya tersebut, tetapi Heliand-lah yang akan terus merepotkan dirinya dengan sifat kekanak-kanakannya.


**NEXT, LIKE KOMEN DAN VOTE😍

__ADS_1


AKU JAWAB PERTANYAA KALIAN DI SINI YA, SOAL JATAH HELIAND, AKU EMANG GAK TAU SOAL HAL ITU, KARNA AKU SENDIRI BELUM NIKAH🤣KALO KALIAN TANYA KENAPA AKU BISA BIKIN SCANE RANJANG, JAWABANNYA CUMA GOOGLE OKE, SOAL HAMIL BERHUBUNGAN AKU GAK TAU JUJUR NIH YA, AKU CUMA PERNAH BACA ARTIKEL, DIMANA SI SUAMI NGAJAK ISTRINYA BERHUBUNGAN, DAN ITU MALAH MEMBUAT PECAH AIR KETUBAN ISTRINYA, ENTAH BERITA ITU BENERAN ATAU ENGGAK, AKU KAN BELUM TAU BELUM PENGALAMAN, YA SEMASUK AKAL AJAH AKU TULIS, LAGIAN KAN INI CUMA KARANGAN, BUKAN PENGALAMAN PRIBADI🤣🤣🤣 OKE GENGSSSSS😍😍😍 LIKE VOTE KOMENNNNNNNNNN**


__ADS_2