Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 87


__ADS_3

Heliand berlarian, pemuda itu kepanikan, bagaimana tidak, setelah Mayyu mengeluh merasakan nyeri di bagian perutnya dengan cepat Heliand mengemasi barang-barang dan langsung membawa sang istri kerumah sakit.


"Heliand cepat, aku sudah sangat kesakitan." jerit Mayyu yang saat itu sudah berada di dalam mobil.


Namun Heliand masih saja sibuk mengemas barang perlengkapan untuk bayinya.


"Iya-iya, kita berangkat sekarang."


Dengan cepat Heliand memutar kemudi mobilnya dan menginjak pedal gas mobil tersebut. Semala perjalanan Mayyu terus merintih segalanya sudah ia lakukan, bahkan ketika Heliand memelankan laju kendaraannya, Mayyu langsung memukul pria itu, karna menurut Mayyu Heliand dengan sengaja melakukannya, bahkan Heliand membahas hal yang tidak penting selama perjalanan tersebut.


"Oke sayang, siapa nama yang cocok untuk anak kita?"


Mayyu melirik ke arah Heliand dengan tatapan yang kejam.


"Apa penting membahas hal ini sekarang? sebaiknya cepat, apa kau akan membiarkan aku melahirkan disini."


Pria itu terkekeh, ia langsung mempercepat kembali laju kendaraan tersebut, hingga mobil itu terhenti tepat di loby rumah sakit.


Dengan cepat Heliand, membantu sang iatri keluar, di ikuti beberapa perawat yang membantu Heliand untuk membaringkan Mayyu, semua berjalan beitu lancar, Heliand mengikuti istrinya dengan beberapa tas bawaannya yg berisikan perlengkapan bayi.


"Sayang beetahanlah." Ucap Heliand dengan senyum yang berbinar.


Sepertinya Heliand memang tidak ingin berada jauh dari istrinya, dalam proses melahirkanpun ia ingin tetap berada di dekat sang istri.


"Tunggu-tunggu!!"


Dahi Heliand mengerut sempurna, raut wajahnya berubah menjadi garang ketika melihat seorang dokter laki-laki di sana.

__ADS_1


"Apa ada masalah tuan Heliand?" ucap dokter wanita


"Tentu ini masalah, siapa dia, kenapa dia disini?"


"Ahhhhhhh sakitttt" Jerit Mayyu


Heliand benar-benar mengabaikan istrinya saat itu, ia malah fokus pada dokter laki-laki yang akan membantu persalinan Mayyu.


"Aku akan membantu persalinan istrimu tuan."


"Apaaa?!! apa kau tidak waras? cepat keluar dari sini."


"Heliand apa yang kau lakukan? aku sudah sangat kesakitan." tegas Mayyu


Tidak ada yang berani bicara saat itu, raut wajah Heliand benar-benar sangat menakutkan, meskipun sebagian dari mereka menganggap Heliand tidak waras.


Pernyataannya tersebut sukses membuat semua orang terkejut, bagaimana tidak, dalam keadaan darurat saja Heliand masih memikirkan kecemburuannya sajaaa.


"Ahhh sakit."


"Apa yang kalian lihat? cepat bantu istriku."


Heliand melirik ke arah dokter pria dengan begitu dingin.


"Kecuali kau, kau keluar sekarang."


"Tuan Heliand tapi-" salah satu dokter wanita mencoba meyakinkan Heliand. Tetapi apa daya, hal itu akan sia-sia, pemuda itu tidak akan mendengarkan siapapun.

__ADS_1


"Baiklah jika kau bersikeras, aku akan membawa kembali istriku, dan memindahkannya kerumah sakit lain." tegas Heliand


Semua orang makin terkejut, Heliand benar-benar sudah tidak waras, kondisi Mayyu saat itu sudah sangat kesakitan, dan dia masih terus saja memikirkan hal tersebut.


"Oke-oke, aku akan keluar." ucap dokter pria tersebut


Heliand memiringkan senyum kemenangannya, Mayyu yang saat itu juga merasa jengkel pada Heliand ia memukul dan merengkuh rambut suaminya dengan penuh kekesalan.


"Dasar tidak waras, apa kau akan membunuhku." jerit Mayyu


"Awww, sayang maafkan aku, tapi aku tidak bisa membiarkan pria lain menyentuhmu."


"Pergi kau dasar bodoh, aku tidak ingin melihat wajahmu."


Dokter disana bukan membantu Mayyu bersalin, ia malah menyaksikan pertengkaran kecil antara Mayyu dan Heliand, menurut dokter dan staf perawat disana, kejadian ini baru pertama kalinya, dimana seorang suami masih memikirkan rasa cemburunya meskipun sang istri sudah amat kesakitan.


Akhirnya Heliand keluar ruangan tersebut dengan bibir yang mengerucut, bagaimana tidak, istrinya sendiri merasa jengkel atas tindakannya.


"Apa salahku? enak saja dokter itu mau menyentuh dan melihat bagian tubuh istriku."


Meskipun begitu Heliand merasa puas karna dokter itu berhasil keluar, ia berjaga di depan pintu ruangan tersebut sambil melihat istrinya di balik pembatas yang terbuat dari kaca.


Terlihat jelas perjuangan Mayyu menahan sakit, bahkan dokter sampai memasang alt bantu pernapasan di hidungnya, ingin rasanya Heliand menggenggam tangan sang istri, yang sedang berusaha mengeluarkan calon anaknya, namun apa daya, Mayyu malah mengusirnya akibat tingkah tidak warasnya sendiri.


Tetesan keringat terlihat jelas bercucuran di dahi Mayyu, Heliand sampai meringis ketika suara jeritan Mayyu melintas di daun telinganya.


NEX GUYS ,MOHON MAAF ADUH LAGI SAKIT KUPING, KEMASUKAN SEMUT, UDAH DUA HARI😭 GK KELUAR-KELUAR, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA DONG, BIAR AKU SEMANGAT😁

__ADS_1


__ADS_2