Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 85


__ADS_3

Perut Mayyu mulai sedikit membuncit, gadis tak henti-hentinya memandang tubuh sexy-nya di hadapan cermin, berat badannya mulai meningkat, dan itu sangat membuatnya prustasi, dengan Hanya mengenakan cd dan bra, gadis itu terus melingkarkan alat pengukur di atas perutnya.


Heliand yang memperhatikan sang istripun sampai keheranan, bagaimana tidak, hampir satu jam setelah mandi Mayyu tidak kunjung mengenakan pakaiannya, terlebih usia kandungan yang sudah memasuki bulan ke 4 membuatnya harus menahan diri agar tidak menyentuh gadis itu.


"Apa kau sedang mengujiku?."


Heliand memeluk tubuh Mayyu, tangannya melingkar di atas perut sang istri bahkan pemuda itu mengelus perut sang Istri dengan penuh kelembutan.


Mayyu berdecak, bibirnya mengerucut ketika wajah pemuda itu menempel di pipinya.


"Sepertinya aku sudah mulai gendut."


Heliand terkekeh, pernyataan yang cukup bodoh, bagiamana mungkin Mayyu mengatakan hal itu


"Memang."


Mayyu mengerutkan dahinya, bahkan melepaskan dirinya dari Heliand.


"Sudahlah, kau memang menyebalkan."


Mayyu menjauh dari Heliand, ia membuka lemari besar dihadapannya, dan mengambil salah satu pakaian untuk ia kenakan.


"Sayang kenapa kau jadi sangat mudah tersinggung."


Mayyu tidak menggubris pemuda itu, ia tetap saja mengerucutkan bibirnya dengan amat kesal, wajar saja mood wanita yang sedang hamil memang sangat sensitif.


Heliand mengangkat tubuh Mayyu dengan begitu gagahnya.


"Apa yang kau lakukan? cepat turunkan aku."


"Oh, okey."

__ADS_1


Heliand melangkahkan kakinya menuju tempat tidur, pemuda itu menurunkan tubuh Mayyu di sana.


"Heliand? kau mau apa? aku belum mengenakan pakaianku." Tegas Mayyu dengan raut wajah kebingungan.


"Untuk apa mengenakan pakaian? kita akan tidur bukan?"


Perasaan Mayyu mulai tidak enak, batinnya berkata jika Heliand pasti akan meminta jataj ranjang padanya, padahal usia kandungannya sudah memasuki bulan ke 4, tentu hal itu akan membahayakan sang jabang bayi.


Heliand membaringkan tubuh Mayyu di atas tempat tidur dengan penuh kelembutan.


"Tidak-tidak, apa yang akan-"


Ucapan Mayyu terhenti ketika pria itu ikut terbaring di sampingnya, Heliand bahkan menarik selimut di bawah kakinya guna menutupi tubuhnya dan tubuh sang istri.


"Aku bisa menahan diriku, keu tenanglah."


Mayyu memancarkan senyumnya yang berbinar, tangannya menyentuh wajah Heliand yang nyaris tanpa cacat, dengan penuh kelembutan Mayyu mengelus wajah tersebut.


"Aku mencintaimu." Ucap Mayyu dengan suara terendah, memiringkan senyumnya


"Apa kau takut?"


"Apa yang harus aku takutkan?" Ucap Mayyu


"Kenapa kau tidak membalas ciumanku?"


"Karna aku tahu kau tidak akan bisa menahannya, jika aku melakukan hal itu."


Heliand terkekeh, istrinya tersebut ternyata sudah sangat mengenal dirinya, ia bahkan mengetahui apa yang akan terjadi jika Mayyu sedikit bertindak ceroboh.


"Baiklah, 5 bulan kedepan, sepertinya adik kecilku harus sedikit bersabar."

__ADS_1


Mayyu menahan dirinya agar tidak menertawakan tingkah menggemaskan Heliand, ingin rasanya Mayyu membalas ciuman yang Heliand lakukan, namun gados itu lebih mencari aman, ia memalingkan tubuhnya membelakangi Heliand.


Tentu Heliand tau apa maksud dari sang istri, pemuda itu sama sekali tidak keberatan, meskipun Mayyu membelakanginya, Heliand bahkan memeluk sang istri dari belakang, ia memainkan tangan kekarnya di perut yang sudah sedikit membuncit milik Mayyu.


Benar-benar suatu hal yang belum pernah Mayyu dapatkan dari seorang Heliand, di kehamilannya yang pertama justru pemuda itu tidak pernah berada si sampingnya, sekedar melayani untuk memenuhi keinginan bawaan dari jabang bayi saja tidak pernah Heliand hiraukan.


"Mayyu entah kenapa aku selalu merindukanmu, meskipun kau berada tepat disisiku."


Heliand memulai obrolan-obralan kecil yang biasa keduanya lakukan sebelum tidur.


"Aku tahu, kau tidak merindukan aku, tapi kau menginginkannya."


"Dari mana kau tahu?"


Heliand menopang kepalanya dengan tangan kanannya, pemuda itu mendekatkan wajahnya pada Mayyu.


Gadis itu melirik ke arah Heliand, ia terlihan memiringkan senyumnya menatap pria tersebut.


"Aku bisa merasakan bagian yang mengeras itu."


Tentu saja, karna Heliand sedari tadi sengaja menempelkan hal itu pada bok*ong sang istri.


"Jika malam ini aku tidak tahan?."


"Tidak masalah, untuk malam ini aku maafkan, tapi 5 bulan kedepan sepertinya kita harus pisah ranjang." Tegas Mayyu


Ancaman gadis itu benar-benar membuat Heliand tercengang, pemuda itu bahkan menelan salivanya ketika ia mendengar hal tersebut keluar dari mulut sang istri.


"Sayang kenapa kau begitu kejam?,"


"Apa kau akan menyiksa calon anakmu?."

__ADS_1


Heliand mengerucutkan bibirnya, ia sedikit prustasi, ternyata menurut Heliand hal ini lebih sulit dari apa yang ia bayangkan, ketika kehamilan pertama sang istri, Heliand belum menyadari perasaannya, jadi ia terlihat lebih santai di bandingkan sekarang.


NEXT GUYS LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA😍


__ADS_2