Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 56


__ADS_3

"Ini semua terjadi karna pria brengsek itu, nyonya itu dan aku memergoki perselingkuhannya dengan wanita lain di hotel tempatku bekerja."


Mendengar hal tersebut Erico sangat terkejut, bagaimana mungkin heliand bisa melakukannya pada mayyu, Istri yg terbilang cantik, pintar paket sempurna menurut Erico jika harus mendeskripsikan seorang mayyu


"Dia benar benar sudah sangat keterlaluan" Erico mengepalkan tangannya kesal mendengar semua cerita dari pegawai hotel tersebut


"Terima kasih kau sudah menolongnya"


pegawai hotel itu menganggukan kepalanya dan tersenyum pada erico


"Siapa namamu"


"Aku?"


"Tentu saja kau, apa disini ada orang lain?" Erico mengerutkan dahinya menatap pegawai hotel tersebut


"Yu, Yuki" Ucap gadis itu dengan gugup menundukan kepalanya


Heliand berlari menuju ruangan dimana dokter sedang menangani mayyu istrinya, nafasnya terengah engah, dengan setitik keringat yg membasahi dahinya, pria jangkung itu langsung menghampiri Erico dengan nafas yg tidak beraturan.


"Dimana mayyu?"


Heliand dengan wajah cemas bertanya dengan penuh ketakutan dan rasa penasaran akan kondisi mayyu.


"Bruakkk" Erico memukul pria jangkung itu tepat di wajahnya, tidak ada perlawanan dari heliand, dirinya sudah menyadari jika erico sudah mengetahui yg apa sebenarnya terjadi


"Keterlaluan"


"Bruakkkk"

__ADS_1


Erico terus memukul heliand tanpa ada perlawanan dari pria jangkung itu, Yuki yg menyaksikan kejadian tersebut mencoba memisahkan keduanya dan menarik erico agar menjauh dari heliand


"Hentikan tuan, cukup ini rumah sakit bukan ring tinju" Ia menarik baju erico dan terus mencoba agar pria yg sedang tersulut emosi itu menjauh dari heliand


"Hentikann" Yuki berteriak, bahkan tenaganya tidak sanggup jika hanya harus menarik baju erico, ia bahkan menahan tubuh erico dan melingkarkan tangannya dari belakang di pinggang erico, untuk memegangi erico agar tidak memukul heliand terus menerus


"Mmmmm, Siapapun tolong aku, pria ini sangat kuat, aku sudah tidak bisa menahannya"


Yuki terus menahan tubuh erico menariknya dari belakang, Hingga salah satu dokter dan perawat keluar dari ruangan tempat mayyu ditangani


"Apa yg kalian lakukan? kenapa kalian berkelahi di rumah sakit" Dokter itu membantu yuki untuk menenangkan erico dan menjauhkannya dari helian, sedangkan perawat itu membantu Heliand bangun


"Cih" erico berdecak kesal menatap heliand dengan sinis


Namun heliand yg mungkin menerima kesalahannya tetap diam, tidak merespon tindakan Erico yg sedari tadi terus memukulnya, sampai meninggalkan bekas bekas memar di wajah heliand, bahkan bibir Heliand sampai mengelurkan darah


"Hentikan, kalian bisa mengganggu pasien yg lain"


"Siapa suami dari pasien?"


"Aku"


Heliand beranjak dan menghampiri dokter itu dengan penuh kecemasan


"Pendarahannya cukup hebat, kita harus segera melakukan tindak oprasi secepatnya untuk pasien"


"Lakukan apapun yg terbaik, tolong selamatkan istriku" Mata heliand menggenang prustasi menatap dokter tersebut


Dokter itu hanya menganggukan kepalanya, sedangkan perawatnya mengurus berkas berkas persetujuan tindakkan oprasi untuk heliand tanda tangani.

__ADS_1


"Tuan kau bisa ikut denganku" Perawat itu mengajak heliand untuk menandatangani surat persetujuan oprasi, tanpa berlama lama heliand langsung mengikutinya


Berbeda dengan erico dan yuki, mereka sepertinya masih terlihat kesal dengan sikap heliand, keduanya acuh seolah tidak memperdulikan apa yg akan heliand lakukan


"Maaf"


Yuki melirik ke arah erico


"Untuk?"


"Aku tadi sudah merepotkanmu" Erico memiringkan senyumnya pada yuki


Gadis itu hanya menganggukan kepalanya, ia sangat mengerti tentang rasa kesal erico terhadap heliand, jangankan erico, dirinya saja juga sangat kesal, apalagi ketika memergoki heliand sedang bersama wanita lain, sedangkan istrinya sedang hamil besar


Heliand terduduk di depan ruangan oprasi, menunggu mayyu yg sedang mendapatkan tindakan dari dokter, Ia terus memijat dahinya, pikirannya tidak karuan, dirinya terus saja di hantui rasa bersalah atas apa yg terjadi pada mayyu


"Bodoh, bodoh" Heliand mengepalkan tangannya dan memukul tembok rumah sakit hingga tangan itu berdarah, namun rasa nyeri itu tidak ia rasakan karna dirinya benar benar sedang dirundung rasa bersalah


Hampir satu jam doket itu belum juga keluar membuat heliand semakin cemas dan gelisah, Pintu ruangan oprasi itu terbuka, dokter segera memindahkan mayyu ke ruangan pemulihan di ikuti oleh heliand yg sepertinya sudah tidak ingin jauh dari mayu


"Mayyu bertahanlah, kau pasti baik baik saja, dan kau sudah menjadi seorang ibu"


Heliand menatap wajah mayyu yg memucat dengan mata yg masih tertutup, pemuda itu terlihat semakin menyesal ketika melihat ketidak berdayaan istrinya


"Aku berjanji padamu, ini yg terakhir tolong maafkan aku" Heliand terus mengikuti dokter yg membawa mayyu


"Tunggu diluar, pasien masih belum pulih, kau bisa menemaninya setelah ia sadar" Ucap dokter tersebut pada heliand


Cukup lama ia menunggu mayyu tersadar, bahkan heliand sama sekali tidak bisa diam, sesekali dirinya mengintip dari balik pintu menatap istrinya yg masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit

__ADS_1


"Maafkan aku mayyu" tidak sadar air mata heliand terjatuh sambil menatap ketidak berdayaan mayyu di balik pintu ruangan tersebut


NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN VOTEEEE🤒🤒🤒🤒🤒🤒ATUH WOY VOTE VOTE VOTE WOYYY VOTE YG BANYAL BIAR MASUK RANK MINGGUAN😭😭😭😭😭


__ADS_2