
"Aku tidak lapar, tapi jika kau ingin sesuatu aku akan membuatkannya untukmu" Tegas mayyu dingin, gadis itu bersikap acuh seperti biasanya meskipun heliand sekarang lebih perhatian dan memperdulikannya, ia tahu sikap manis heliand hanyalah sogokan atas keinginannya
Malam itu heliand terduduk di soffa sudut kamar dengan secangkir kopi yg ia buat sendiri, tidak seperti biasanya pria itu akan selalu merepotkan mayyu menyuruh istrinya tanpa henti atas keinginannya, bahkan sekedar mengambil segelas air di hadapannya saja heliand pasti akan menyuruh mayyu
"Tumben" Ujar mayyu yg keluar dari dalam kamar mandi, gadis itu masih memakai piyama tebal untuk menutupi tubuhnya dan handuk yg ada di kepala untuk membungkus rambut basahnya
Heliand menatapnya dengan santai sambil menyeruput segelas kopi miliknya _"Ahhhhh apa maksudmu?" ujar heliand menaruh kembali gelasnya
Mayyu membuka lemari pakaiannya, ia memiringkan senyum piciknya pada heliand yg saat itu terus memandanginya _"Sudah jam 9, kenapa masih disini" Celetuk mayyu dengan santainya sambil mengenakan pakaian dalamnya di hadapan heliand, pemuda itu mendekati istrinya ia melingkarkan tangannya di perut rata milik mayyu sambil mencium cium bahu istrinya
"Untuk apa mengenakan ini" Ujar heliand berbisik di daun telinga mayyu, pemuda itu berhasil membuat seluruh tubuh mayyu merinding di buatnya
"Aku lelah, tidak malam ini" Celetuk mayyu melepaskan lilitan tangan itu dari perutnya, mayyu sedikit menjauh dari heliand dan mengabaikannya
Heliand menarik tubuh mayyu dan mendekapkannya pada tubuh kekarnya tersebut, kini jarak keduanya hanya beberapa senti saja, jantung mayyu berdetak kencang di sertai gemuruh patah hati, ia masih saja mengingat ucapan heliand yg menginginkan anak atas dasar harta _"Jika kau menolak, bagai mana kita bisa secepatnya memiliki anak sayang" Ucap heliand lembut, pemuda itu menempelkan wajahnya pada wajah mayyu, deru nafasnya semakin hebat hingga membuat bulu bulu tubuh mayyu bergetar
"Mmmmm aku lelah, lain kali saja" Ucap mayyu kembali mendorong tubuh heliand dengan santai, meskipun dirinya menolak namun perasaannya berkata lain, meskipun heliand telah menyakiti mayyu secara tidak langsung, tetapi mayyu sama sekali tidak ingin menolak sentuhan heliand yg selalu melumpuhkan hati dan perasaannya
"Mayyu!!!!!!" Sentak heliand dengan kasar menarik tubuh wanita itu hingga mayyu terkejut ketakutan dengan perlakuan kasar heliand
__ADS_1
"Heliand aku aku...
"Kenapa kau selalu saja menguji kesabaranku" Tegas heliand menguatkan cengkraman pada pergelangan tangan mayyu
"Ahh sakit, ma maaf aku, aku hanya
Heliand langsung mendorong mayyu ketempat tidurnya dengan kasar, tanpa kelembutan sedikitpun heliand mengoyak sesuatu yg menutupi tubuh mayyu
"Heliand hentikan, maaf kan aku, aku mohon hentikan" mayyu menjerit ketakutan
"Ini akibatnya jika kau bermain main denganku" Helian melakukan hal itu dengan kasar sepanjang malam, demi ambisinya untuk segera mendapatkan anak dari mayyu, oke jika hanya anak saja mungkin mayyu bisa menerima perlakuan ini dengan senang hati, namun jika anak hanya di jadikan alasan untuk mendapatkan harta warisan menurut mayyu itu adalah kegilaan.
Mayyu menangis merintih menahan nyeri di bagian pribadinya, helian yg saat itu telah melakukannya dengan kasar terbaring lemah di samping mayyu setelah pelepasannya
"Itu akibatnya jika kau berani menguji kesabaranku" Ujar heliand lemah mendekap tubuh mayyu yg saat itu masih meringis kesakitan, mereka berdua tertidur setelah melakukan hal tersebut tanpa henti.
Hingga keesaokan harinya mayyu masih terbaring lemah di tempat tidur dengan selimut tebal yg menutupi bagian tuhuhnya tanpa pakaian yg menempel sedikitpun, saat itu heliand memang sudah terbangun lebih dulu, ia bahkan menyiapkan makanan dan segelas susu untuk mayyu
"Masih tidur?" Gumam heliand yg datang membawa segelas susu dan makanan, ia meletakannya di meja samping tempat tidur pandangannya teralihkan pada wajah sendu dengan hidung yg memerah dan mata sembab akibat semalaman menangis
__ADS_1
"Dia memang cantik" Gumam helian dalam batinnya memringinkan senyumnya, pemuda itu menyentuh kaki jenjang dan mulus milik mayyu, terlihat sangat jelas bekas noda tanda tanda kepemilikan berwarna biru kemerah merahan di sekitar paha, leher dan area dada seorang mayyumi agastta.
Mayyu mengerejap terkejut melihat heliand yg saat itu sedang memandangi tubuhnya yg sedikit terlihat
"Sudah bangun?" Ujar heliand memiringkan senyumnya tanpa dosa, gadis itu tidak menjawabnya seolah masih kesal dengan tindakan heliand semalam
"Aku sudah menyiapkan sarapan, kau mau mandi dulu atau sarapan?" Ucap heliand dengan lembut, namun lagi lagi mayyu hanya diam menyembunyikan wajahnya
"Baiklah, jika kau masih lelah kau bisa istirahat, jika perlu sesuatu kau bisa memanggilku" Heliand beranjak dari duduknya ia memancarkan senyum manisnya pada mayyu seolah tidak terjadi apapun semalm, pemuda itu keluar kamar melangkahkan kakinya dengan santai
"Ahhhhssshhhhh" Mayyu melihat sekujur tubuhnya yg penuh dengan tanda tanda kepemilikan, ia masih saja merasakan nyeri pada bagian pribadinya, mayyu melirik ke meja samping yg terlihat sudah ada beberapa roti panggang dan segelas susu buatan heliand, perutnya memang sedang keroncongan di tambah lagi semalam ia tidak memakan apapun dan heliand langsung menyiksanya tanpa ampun, mayyu mengambil roti panggang tersebut dan memakannya dengan kesal, bahkan segelas susu yg terdapat di gelas ukuran besar habis tidak tersisa oleh mayyu yg saat itu benar benar telah kehabisan energinya.
Setelah selesai dengan sarapannya mayyu beranjak dari tempat tidur melangkahkan kakinya perlahan, heliand benar benar sudah menghabiskan tenaga mayyu, kakinya masih saja terasa bergetar sampai ia harus berjalan dengan memegangi tempat tidur dan benda lain di hadapannya. Mayyu membuka laci kamarnya seolah mencari sesuatu benda miliknya _"Dimanaaaa aku meletakannya" gumam mayyu sambil terus mencari
"Sial, aku harus segera meminum pil pencegah kehamilanku, atau jika tidak...
Mayyu terus saja mengobrak abrik setiap lemari yg ada dalam kamarnya, tanpa ia sadari sepasang mata dari balik pintu sedang memperhatikannya dengan senyum picik yg terus terpancar _"Ternyata benar, ia pasti akan meminumnya jika aku tidak segera mengambil obat ini" Celetuk heliand yg di tangannya terdapat pil alat pencegah kehamilan milik mayyu
NEXT GUYS,LIKE kOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA WOYYYY😌
__ADS_1