Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 65


__ADS_3

YUKI SALIMART


Entah apa yg harus aku katakan, tapi setelah aku menolong menantu dari keluarga wang, aku kehilangan pekerjaanku, Ya pekerjaan, Aku melupakan tugasku sebagai resepsionis di sebuah hotel ternama di kota ini, demi menolong seorang wanita yg tengah hamil besar. tentu saja, wanita mana yg akan membiarkan seorang wanita lain setelah wanita tersebut memergoki suaminya di sebuah kamar hotel, sedang berduaan bersama wanita lain.


Aku adalah seorang yatim piatu, ayah dan ibuku sudah meninggal karna kecelakaan, semua harta peninggalannya habis di kuasai oleh paman dan bibiku. aku bahkan harus menghentikan studyku dan mencari pekerjaan untuk bertahan hidup, aku mendapatkan tawaran pekerjaan dari rektor kampusku. ia tentu sangat tahu apa alasanku tidak melanjutkan pendidikanku. itu sebabnya dia mempromosikanku pada salah satu hotel ternama di kota tersebut untuk membantuku.


Dan hari ini, aku telah kehilangan pekerjaanku satu satunya, entah apa yg harus kulakukan, aku pasrah jika di kemudian hari aku harus menjadi seorang gelandangan, ya gelandangan, rumah saja hanya hasil sewaan, jika aku tidak bekerja dan tidak membayar sewa, suatu kemungkinan hal itu akan terjadi.



"Siallllllll"


Yuki menendang sebuah kaleng minuman yg tergeletak di hadapannya, gadis itu terlihat sangat prustasi, sepanjang jalan ia hanya menelusuri kota, karna jika ia kembali ke rumah sewaannya, si pemilik pasti akan meminta uang sewaan tersebut untuk bulan ini.


"Awww"


Terdengar suara seseorang merintih kesakitan akibat terkena lemparan kaleng tersebut, Yuki melirik kedepan, ia menelan salivanya terkejut, belum lagi masalah tentang hidupnya dan sekarang ia sudah membuat masalah baru untuk dirinya.


"OMG, aku harus kabur"


Yuki mencoba memalingkan tubuhnya seolah tidak terjadi apapun di hadapan pemuda tersebut.


"Hey tunggu"


Pemuda itu melirik ke arah yuki yg mencoba kabur dari hadapannya, yuki mempercepat langkahnya ketakutan


"Hentikannn"


"Lepas tolong lepaskan aku aku tidak sengaja" Teriak yuki ketakutan


Semua orang memperhatikan mereka berdua


"Tolong dia akan menculikku"


Pemuda itu terkejut ketika yuki mengatakan hal tersebut


"Hey tunggu"

__ADS_1


Semua orang berdatangan menghampiri mereka berdua


"Anak muda apa yg akan kau lakukan pada gadis itu"


Erico mulai cemas, semua orang sudah memperhatikannya, ia langsung memeluk yuki dan membuat sandiwara di depan orang yg memperhatikan mereka.


"Sayang apa yg kau katakan?"


"Maafkan aku telah menakutimu, kita akan menikah bagaimana kau mengatakan hal ini di hadapan semua orang"


Yuki terkejut, ia melirik ke arah wajah Erico, memang sebelumnya ia tidak menyadari jika itu adalah erico.


"Ternyata mereka hanya sedang bertengkar" Celetuk salah satu orang yg memperhatikannya


Semua orang mulai berpergian dari hadapan yuki dan erico, Gadis itu hanya tertunduk malu takut semua perasaan itu tercampur menjadi satu.


Tiba tiba saja erico menarik tangan yuki dan membawanya menuju mobil


"Tuan aku mohon maafkan aku, aku tidak bermaksud melukaimu, aku mohon hidupku sangat rumit, jangan menambahnya lagi dengan tuntutan ganti rugimu, aku hany gadis miskin, aku tidak punya apapun, aku mohon lepaskan aku"


"Apa yg kau katakan"


Erico mengerutkan dahinya menatap wajah yuki, pemuda itu membuka pintu mobilnya dengan santai dan menyuruhnya masuk kedalam


"Tuan kau tidak akan menjualku kan?" Celetul yuki sembarangan


"Tuan aku gadis miskin aku tidak punya apapun, tolong lepaskan aku"


Rengekan itu selalu terlantun dari mulut yuki, Erico hanya tersenyum tipis mendengar hal tersebut dan sesekali tertawa menyeringhai.


"Bisakah kau diam?"


"Tua tapi aku"


"Kau miskin kau tidak punya apapun dan kau sama sekali tidak tertarik pada uangmu"


Erico memajukan wajahnya dan mendekatkan wajah tampannya pada gadis itu hingga yuki terkejut diam tanpa kata

__ADS_1


"A ,Apa yg kau lakukan tuan"


Erico kembali membenarkan posisinya


"Aku ingat siapa dirimu, kau wanita garang yg menolong mayyu waktu itukan"


Tiba tiba saja tangisan yg cukup keras terdengar di telinga erico, yuki memasang wajah melasnya sambil menceritakan semua yg terjadi setelelah ia menolong mayyu


"Bisakah kau menghentikan tangisanmu?" Erico menyodorkan beberapa tisu pada yuki


"Bagaimana aku harus menghentikan tangisanku, sedangkan pekerjaanku satu satunya hilang begitu saja"


Yuki terus merengek menangis sekeras mungkin layaknya seorang anak kecil yg sedang menginginkan sesuatu.


"Diammm"


Erico menutup telinganya sambil berteriak pada yuki, bukannya berhenti namun yuki malah menangis semakin keras dan membuat erico sampai pusing mendengarnya.


"Oke baiklah baiklah aku akan menolongmu, tolong hentikan tangisamu"


Seketika gadis itu menghentikan tangisannya menatap erico


"Benarkah tuan"


Matanya membulat, senyumnya melebar, sungguh jawaban inilah yg sangat ia nantikan sedari tadi dari mulut erico


"Hmmm"


Erico hanya memfokuskan matanya menatap jalanan


"Baiklah, anggap saja hal itu adalah balasan karna aku sudah menolong keluargamu"


Yuki dengan santainya mengatakan hal tersebut, ia sudah tidak perduli dengan harga dirinya, toh memang ia sangat membutuhkan bantuan dari seseorang saat ini, untuk biaya makan dan biaya penyewaan selama sebulan. Tentu saja ia tidak ingin bergangung pada erico, yg terpenting adalah malam ini dirinya bisa tdr nyenyak tanpa harus pusing pusing memikirkan biaya sewaan selama satu bulan kedepan.


**NEXT GUYS, MOHON MAAF ATAS UP LAMANYA, KARNA AUTHOR MENCANTUMKAN GAMBAR, KARNA KOMEN KALIAN SUDAH BANYAK YG MENUNGGU AKHIRNYA AUTHOR HAPUS KEMBALI GAMBARNYA.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, TOLONG BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA AGAR MASUK 10 BESAR, TOP 3 TERBANYAK BAKALAN AUTHOR KASIH HADIAH, TERIMA KASIH UNTUK YG SUDAH MENDUKUNG😍😘**

__ADS_1


__ADS_2