
Siang malam selama 3bulan terakhir, heliand selalu sibuk dengan ponselnya, selalu pergi tanpa memberi tahukan pada mayyu, meskipun begitu heliand memang sedikit menurunakan egonya dan bersikap lebih perhatian, sehingga tidak membut mayyu curiga akan perselingkuhannya dengan Luna.
Hingga suatu malam mayyu mendapati heliand sedang berbicara dengan seseorang dari ponselnya.
"Baiklah nanti malam aku akan datang" Ujar heliand dengan suara terendah secara diam diam dari balkon kamarnya, mayyu yg saat itu berada di balik tirai ternyata sudah mendengar semua percakapan heliand sejak pria itu pergi menjauh ketika ponselnya berdering.
"Siapa?"
Heliand terkejut, terlihat gugup, bibirnya kaku tidak bisa menjawab pertanyaan singkat mayyu, mungkin karna ia takut jika mayyu sudah mendengar pembicaraannya bersama luna di telphone tadi.
"Itu, itu hanya salah sambung"
Heliand menelan salivanya sambil menatap mata buas mayyu yg siap menerkamnya. Wanita itu terlihat santai sambil mengangguk seolah tidak mempersalahkan hal tersebut.
"Mayyu nanti malam aku harus keluar, tidak apa kan?"
__ADS_1
Mayyu memiringkan senyum piciknya
"Keluar saja, kenapa kau harus meminta ijin padaku? tanpa ijinku pun kau akan tetap pergi kan"
Mayyu melangkahkan kakinya meninggalkan heliand, dia bersikap seolah tidak peduli tentang apa yg akan dilakukan oleh heliand, tentu saja tidak mayyu sudah mengatur sebuah rencana dalam otaknya, usia kandungannya yg sekarang sudah menginjak 8 bulan memang membuat wanita itu harus sedikit berhati hati, demi si jabang bayi yg ada dalam perutnya
"Sepertinya aku harus mengambil hatinya terlebih dahulu" Celetuk heliand dalam batinnya menatap mayyu yg sedang meneguk segelas susu buatan heliand, heliand memang bersikap baik seperti suami idaman, itu semata mata hanya untuk mengalihkan kecurigaan mayyu terhadapnya.
"Apa kau lelah?" Heliand terduduk di hadapan mayyu, ia bahkan mendekatkan kepalanya pada perut mayyu yg membuncit seolah ingin memanjakan istri dan si jabang bayi.
"Tidak"
"Aku ingin mendengarnya" Heliand mengelus ngelus perut buncit tersebut dan sesekali menciumnya, dari sisi lain memang terlihat seperti keluarga kecil yg bahagia, namun dalam hati keduanya berkata lain, mereka sama sama mengambil kesempatan dari keharmonisan ini
Mayyu menatap heliand dengan senyum palsunya, begitupun heliand, ia terus melebarkan senyumnya menatap mayyu sambil mengelus ngelus perut buncit tersebut, pria jangkung itu beranjak menatap mayyu dalam dalam, satu kecupan di bibir mayyu yg heliand daratkan untuk menyempurnakan rencananya, sedangkan mayyu yg menerima semua itu ia mengalungkan tangannya di atas bahu heliand, agar pria itu percaya jika dirinya sudah termakan oleh sikap baiknya.
__ADS_1
Kecupan, kecupan itu menjadi sebuah ciuman, sadar atau tidak namun heliand dan mayyu benar benar menikmatinya, bahkan mereka melupakan tujuannya. Cukup lama mereka berciuman membuat gairah heliand sedikit terpancing, bagai mana tidak, sejak kehamilan mayyu ia harus menahan diri agar tidak melakukan sesuatu yg intim dengan mayyu, meskipun perselingkuhannya dengan luna sudah berjalan selama 3bulan, namun itu hanya kesenangan semata, ia benar benar tidak menaruh hati pada Luna, bahkan setiap kali luna memancing gairah heliand, pria itu selalu bisa menolak dan mengingat mayyu di rumahnya.
Mayyu dan heliand saling memeluk selama ciuman yg cukup lama itu terjadi, jujur dalam hati keduanya mereka memang sudah merindukan sentuhan seperti ini, Heliand bahkan terus mencium mayyu hingga wanita itu kesulitan untuk bernafas, tangan helian mulai nakal mencari sesuatu yg ia cari di tubuh mayyu.
"Mmm hentikan" Mayyu menarik dirinya ketika heliand benar benar sudah sangat terpancing, ia takut jika suaminya tersebut tidak bisa menahannya.
"Aku men" Heliand menghentikan ucapan yg secara spontan keluar dari mulutnya, ia bahkan langsung membulatkan matanya ketika kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.
"Me apa?" Tanya mayyu menatap mata hitam kecoklatan yg tengah membulat tersebut
"Tidak"
Heliand mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi, mungkin pria itu akan menetralkan dirinya yg tadi sudah sangat bergairah bersama mayyu, ia membuka seluruh pakaiannya, mengatur suhu yg sangat dingin dari shower tersebut, heliand merasakan setiap jatuhan air yg membasahi seluruh tubuhnya, ia berpikir keras tentang apa yg akan ia ucapkan pada mayyu barusan, mungkin lebih tepatnya heliand akan mengatakan 'Aku mencintaimu, namun ucapan itu terhenti, bagaimana mungkin dirinya akan mengatakan hal tersebut pada mayyu, yg pernikahannya pun terjadi karna keterpaksaan.
"Sial apa yg terjadi padaku?" Heliand berdecak kesal karna dirinya sudah terpancing gairah ketika dirinya mencium mayyu yg awalnya hanya untuk mengendalikan mood wanita tersebut.
__ADS_1
"aku bahkan akan mengatakannya? tidak, tidak ini tidak mungkin, aku tidak mungkin jatuh cinta padanya" Heliand memejamkan matanya sesekali sambil mengingat kejadian barusan.
Next guys like komen dan bantu vote❤️