
~
**BEBERAPA WAKTU SEBELUMNYA**
Langkah heliand terhenti, ia mengalihkan pandangannya menatap wanita itu dengan tatapan dingin _"Maaf aku tidak peduli dengan namamu, dan aku tidak mengenalmu" Tegas heliand dingin
"20 tahun tidak bertemu ternyata sikapmu snagatlah berbeda" teriak Luna pada heliand, pemuda itu benar benar tidak mengerti akan apa yg di ucapkan wanita itu
"Heliand aku luna, gadis kecil di tepi danau" Teriak luna pada heliand hingga berhasil membuat langkah heliand terhenti
Luna memiringkan senyumnya, ia mendekatkan dirinya pada heliand yg sedang menatapnya dengan raut wajah bingung
"Apa kau mengingatku?"
Luna menyentuh bahu heliand, tangan lentiknya bermain main di area sekitar rahang tegas Heliand
"Cukup, aku tidak mengenalmu" Heliand menangkis tangan Luna dari tubuhnya \_"Gadis kecil? apa itu gadis kecil?
Raut wajah Luna berubah tanpa expresi menatap heliand dingin
"Selama ini aku terus mencarimu, bahkan ketika kita masih kecil aku selalu menunggumu di tepi danau berharap kau datang"
Heliand mencoba mengingat kembali semua yg terjadi di masa kecilnya hingga ingatannya tertuju pada sebuah danau di sudut kota
"Gadis kecil?" Heliand mengerutkan dahinya menatap luna dingin
"Ohhh yaaa kau gadis itu, yg sedang menangis di tepi danau"
__ADS_1
Luna melebarkan senyumnya semringah mendengar ucapan heliand yg telah mengingat kejadian di masa kecilnya
"Kau mengingatnya? akhirnya kau mengingat semuanya heliand" Luna kegirangan, ia memeluk heliand dengan spontan hingga pria itu terkejut dan langsung menahannya
"Tunggu tunggu Luna, apa yg kaun lakukan? untuk apa kau mencariku?"
Luna kembali memasang raut wajah dingin, ia merasa kesal karna heliand menolak pelukannya seperti orang yg jiji terhadapnya
"Tentu saja aku akan menagih janjimu, menurutmu apalagi?" Tegas Luna memiringkan senyumnya
"Janji? Janji apa?" Helian kembali mengerutkan dahinya menatap luna tajam
Luna menghela nafasnya dengan kasar ia berdecak kesal ternyata heliand telah melupakan janjinya \_"Kau berjanji akan menikahiku" Ujar luna meraih kerah baju heliand dengan lengukan manjanya, Ucapan luna tersebut berhasil membuat heliand terkejut, bagaimana mungkin luna masih mengingat akan hal tersebut dan menagih janjinya sekarang setelah 20 tahun berlalu
"Euuu tunggu luna maaf" Heliand mendorong luna dengan pelan, ia mencoba menjelaskan segalanya pada Luna tentang janji yg ia ucapkan 20 tahun yg lalu \"Okey sebelumnya aku minta maaf, tapi sebaiknya kau lupakan saja ucapanku saat itu, bagai manapun saat itu kita belum mengerti apapun" Heliand memiringkan senyumnya menatap wajah Luna ia memperlihatkan cincin tanda kepemilikannya pada wanita tersebut \"Kau lihat ini? aku sudah menikah, maafkan aku" Ujar heliand pada luna.
"Jadi kau?"
"Sekali lagi maafkan aku, lagi pula itu hanya omong kosong, di umur kita yg masih kanak kanak hal itu biasa terjadi"
Luna mencoba memiringkan senyum masamnya, perasaannya sakit, ternyata penantiannya selama 20 tahun ini hanya heliand anggap sebagai omong kosong belaka, luna mengepalkan tangannya kesal ia menatap wajah heliand tajam tanpa exspresi
"Euuu luna??"
"Baiklah aku mengerti" ujar Luna pada heliand, pemuda itu tersenyum menatap Luna
"Oke aku harus kembali, istriku pasti sudah menunggu"
__ADS_1
Heliand melangkahkan kakinya kembali menuju mobil meninggalkan luna, sungguh suatu hal yg aneh bagi seorang heliand yg berani berterus terang tentang status pernikahannya pada seorang wanita cantik yg sedang mengejarnya, biasanya heliand akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempermainkan hati seorang wanita, sungguh suatu keajaiban bagi seorang heliand yg kebiasannya adalah beramin dengan banyak wanita.
"Tunggu heliand" Luna kembali berteriak menghentikan langkah helaind, ia berlari mengejat heliand dan secara spontan memeluk pria jangkung tersebut
"Tolong biarkan aku memelukmu, sangat merindukanmu" Ujar luna memeluk heliand dari belakang
"Luna tunggu lepaskan, aku sudah memiliki istri" Tegas heliand mencoba melepaskan dirinya dari Luna
"Kau sudha berbohong, aku hanya ingin memelukmu apa itu tidak boleh"
Mata luna menggenang menatap heliand, sedangkan pemuda jangkung itu mengerutkan dahinya merasa bersalah atas kejadian ini, bagaimana pun heliand memang menjanjikan hal tersebut pada Luna meskipun menurutnya itu hany omong kosong
"Tapi aku sudah menikah"
"Baiklah, sebagai gantinya aku ingin makan malam bersamamu minggu depan, bagaimana?"
heliand diam tidak menjawab satu patah katapun
"Ini hanya sekedar makan malam, tidak lebih" Ujar Lina yg terus membujuk Heliand, dengan berat hati dan merasa sudah memberi harapan palsu pada Lina, akhirnya heliand mengiyakan ajakan Lina dan ia bersedia untuk pergi makan malam bersama wanita tersebut
"Baiklah, hanya sekedar makan malam"
Luna melepskan heliand, pemuda itu langsung kembali melangkahkan kakinya menuju mobil untuk kembali kerumah.
**NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA TOLONG😔**
__ADS_1