Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 93


__ADS_3

Erico menghentikan mobilnya, tepat di depan rumah Yuki, ada yang berbeda, gadis itu biasanya langsung keluar dari dalam mobil, tapi kali ini ia masih terdiam dengan mata yang terus memandang ke arah Erico.


"Terima kasih."


Erico mengerutkan dahinya, sebenarnya ini bukan kali pertama ia mendengar Yuki mengucapkan terima kasih padanya, akan tetapi ucapan Yuki kali ini terlihat berbeda, dengan suara lembutnya, gadis itu terus menatap ke arah Erico.


"Kenapa? kau sudah sangat sering mengucapkan terima kasih padaku, kali ini kau terlihat sangat serius." celetuk Erico


"Apa maksud dari semua ini?"


Erico benar-benar kebingungan, baru kali ini Yuki berbicara padanya dengan penuh arti dan keseriusan, bahkan gadis itu sama sekali tidak mengalihkan pandangannya.


"Aku tidak mengerti." ucap Erico.


Yuki tersenyum apatis, ia sangat yakin jika Erico mengerti apa maksud dari segala pertanyaan Yuki.


"Jangan bertingkah bodoh, apa maksud dari segala kebaikanmu padaku?"


Erico menelan salivanya, baru kali ini seorang gadis mencecar dan menyudutkannya.


"Tidak ada, aku tidak mempunyai maksud apapun."

__ADS_1


Degg..


Batin Yuki terasa sakit, entahlah, ia tidak ingin mendengar jawaban itu dari mulut Erico, pemuda yang selalu bersikap baik, dan bahkan membantu Yuki keluar dari masalah yang menuntutnya.


"Bagus. jangan jadikan kebaikan untuk mematahkan hati seseorang." celetuk Yuki.


Gadis itu keluar dari dalam mobil Erico, raut wajahnya terlihat berbeda, ia bahkan mengatakan hal itu dengan begitu dingin, Erico saja tidak mengerti, sebenarnya pa yang terjadi pada gadis itu.


"Tunggu Yuki, apa maksudmu?"


Erico keluar dari dalam mobil, mengekor di belakang gadis itu.


"Aku lelah Erico, aku ingin istirahat. besok kau tidak perlu menjemputku, untuk semua yang telah kau berikan, aku akan menggantinya begitu aku sudah mendapat gaji dari pekerjaanku."


Mata gadis itu menggenang, entah mengapa begitu Erico mengtakan jika dirinya tidak memiliki maksud apapun, batin Yuki terasa sangat sakit. meskipun begitu Yuki hanya ingin mendapat kejelasan dari kedekatannya selama ini bersama Erico, sekilas keduanya nampak seperti pasangan kekasih. Kemanapun Yuki pergi, Erico selalu ada bersamanya, dan begitupun sebaliknya.


Tapi Yuki sendiri tidak mengerti, apa sebenarnya hubungannya dengan Erico, Pemuda itu sering mencuri ciuman dari Yuki, ia bahkan bersikap baik, lembut, dan perhatian pada Yuki, segala kesulitan Yuki selalu Erico bantu meskipun tanpa status hubungan yang jelas, Yuki sudah sering memancing Erico agar menyatakan perasaannya, akan tetapi hal itu tak kunjung Erico ucapkan. Erico seolah memberikan harapan palsu pada Yuki, dan hanya terus membuat Yuki semakin berharap padanya.


"Dasar pria bodoh, tidak punya perasaan." Gumam Yuki.


Meskipun Erico terus mengetuk pintu rumahnya, Yuki terus saja mengabaikan Erico, dan menangis di belakang pintu tersebut, ia benar-benar merasa di permainkan.

__ADS_1


"Dia tidak mungkin tertarik padaku, sadar Yuki. yang sebebarnya bodoh bukan dia,tapi kau, derajatnya dengan kau saja sangar berbeda jauh, ia tidak mungkin menyukaimu." Gumam Yuki.


Kesal akan sikap Erico, jika pemuda lain mendekatinya, Erico akan langsung bersikap dingin pada Yuki, akan tetapi jika gadis itu memancing agar dia memperjelas hubungan, Erico selalu saja berpura-pura bodoh, seolah tidak memperdulikan perasaan gadis tersebut.


Yuki menyeka air matanya, ia melangkah ke arah jendela, dan melihat Erico yang saar itu berlalu pergi mengemudikan mobilnya.


"Apa ini cuma perasaanku saja? ia benar-benar tidak mungkin menyukaiku, dasar bodoh, aku saja yang terlalu berharap." celetuk Yuki


Ditempat lain, Erico mengemudikan mobilnya dengan perasaan yang mengganjal, ia benar-benar tidak mengerti, selama ini hubungannya dengan Yuki baik-baik saja, Erico terus berpikir, dimana letak kesalahannya, sampai Yuki bersikap dingin padanya.


"Atau ini karna aku menciumnya tadi?"


Erico mengerutkan dahinya, sambil terus berpikir.


"Tidak, itu tidak mungkin. Aku sudah sering menciumnya, dan Yuki terlihat tidak ada masalah, bahkan beberapa waktu ia menikmatinya."


Erico menghembuskan nafasnya perlahan, ia benar-benar tidak bisa menyingkirkan Yuki dari pikirannya, hal yang sangat Erico benci, seorang gadis selalu saja bersikap aneh, dalam suasana hati yang buruk, selalu menjadikan laki-laki korban atas kemarahannya.


**HAYU ATUH.. MAMPIR KE KARYA AKU YANG SATUNYA.


Istri Gadis Ayahku

__ADS_1


TINGGALKAN JEJAK KALIN DISANA, KOMEN VOTE LIKENYA YANG BANYAK GENGSSSS**.


__ADS_2