
"Bagaimana?" tanya Yuki pada Erico, sambil memutar badannya yang tampak terlihat sempurna.
"Mmmm..." Erico mengamati setiap inci bentuk tubuh Yuki, dahinya mengerut dengan tatapan tajam penuh penilaian. "Kau terlihat..."
"Aku tahu!" belum sempat pria itu menyelesaikan ucapannya, dengan spontan Yuki langsung memotongnya sambil berlalu menuju mobil Erico.
Yaa.. malam ini Erico sudah berjanji akan membawa gadis itu kehadapan Lina dan Nathan untuk memperkenalkannya sebagai calon pendamping hidupnya. meskipun awalnya Yuki menolak karna beberapa waktu Erico telah membodohinya.
"Aku sangat gugup, apa ibumu akan menyukaiku?" tanya Yuki penuh kecemasan.
"Tentu saja! Ayah dan Ibuku tidak mungkin menolak." tegas Erico dengan amat santai dan begitu percaya diri.
Hingga beberapa menit berlalu, akhirnya mobil keduanya terhenti di sebuah rumah besar nan mewah milik keluarga Erico.
"Aku rasa tidak sekarang, lihatlah. kakiku bergetar, aku sangat gugup." ucap Yuki dengan wajah memelas.
"Tenanglah, semua akan baik-baik saja! percaya padaku." sahut Erico kemudian menuntun sang calon istrinya tersebut memasuki tempat tinggalnya.
Jantung Yuki meletup-letup, tubuhnya berkeringat dingin. ia benar-benar merasa sangat tidak nyaman dan tidak karuan.
"Ma.. Pa.." pekik Erico menyapa kedua orang tuanya yang sedang terduduk santai di ruang keluarga.
Keduanya menoleh dan saling menatap saat melihat jika anak mereka telah berani membawa seorang gadis untuk pertama kalinya.
__ADS_1
"Erico... dengan siapa kau datang?" tanya Nathan sedikit kebingungan.
Yuki menelan salivanya, kemudian mengikuti langkah Erico yang semakin mendekati kedua orang tuanya.
"Dia adalah Yuki..." ucapnya santai memperkenalkan.
"Mmm saya Yuki Tuan, Nyonya... senang berkenalan dengan anda." ucap gadis itu memperkenalkan diri dengan penuh kehati-hatian.
"Tunggu-tunggu, aku pernah melihatmu, tapi dimana?" celetuk Lina yang mencoba mengingat sesuatu tentang pertemuannya dengan Yuki.
Gadis itu tersenyum tipis kemudian berkata, "Kita pernah bertemu saat kau mencari Erico di rumah Heliand."
"Ahhh yaa.. aku ingat, kau ternyata temannya Mayu."
"Paa aku..." Erico tiba-tiba saja menjadi sangat gugup, padahal sebelumnya ia sudah berlatih dengan sangat keras menghapalkan dialpg meminta ijin dan restu untuk menikahi Yuki.
"Katakan Erico..." celetuk Lina.
"Euu iya, aku... aku..."
Yuki menghela nafasnya, begitu bodohnya jika ia percaya pada Erico yang talut terhadap kedua orang tuanya. pria disampingnya memang sangat sulit untuk diandalkan.
"Aku... aku ingin menikahi Yuki." ucap Erico yang cukup membuat kedua orang tuanya terkejut.
__ADS_1
"Apa? menikah?" ujar Lina memastikan jika dirinya tidak salah dengar.
"I... iyaa..."
Yuki merasa cukup bangga dan lega, akhirnya pria disampingnya mengatakan apa maksud dan tujuannya datang.
"Tapi kau masih terlalu muda, maksudku apa ini tidak terlalu cepat!" tegas Lina
"Tidak. Yuki telah mengandung bayiku, dan aku harus bertanggung jawab!" tegas Erico hingga sukses membuat ketiga orang didekatnya tersebut terkejut.
"Apaaa???!!!" ucap mereka berbarengan
"I... iya, dia hamil. dan itu bayiku."
Dengan sorot mata penuh kemarahan Yuki menatap Erico tajam, "Apa maksudmu?" tegas Yuki
"Sayang... maafkan aku, itu semua salahku. jika aku tidak memaksamu mungkin sekarang hal ini tidak akan terjadi." sahut Erico dengan wajah memelas.
Cukup membingungkan dan mengejutkan, bagaimana tidak? Erico mebgatakan kepada kedua orang tuanya jika Yuki sedang hamil. padahal kenyataannya mereka belum melakukan hubungan yang lebih intim dari sekedar cumbuan.
"Maaf Tuan, Nyonya, sepertinya ada kesalahan. aku permisi." tegas Yuki yang langsung berlaku begitu saja dari hadapan Erico Lina dan Nathan.
"Yuki... tunggu Aku Yuki..." pekik Erico yang langsung mengejarnya.
__ADS_1
LIKE KOMEN DAN VOTEEE