Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 80


__ADS_3

Mayyu terbaring di soffa, ia terlihat sudah tertidur pulas di lantai dasar tepatnya di ruang keluarga, gadis itu memang sedang menghindar dari Heliand, setelah minggu lalu dirinya di selamatkan oleh tamu bulanannya.


Flasback on..


Gadis itu berusaha menyembunyikan wajahnya, sejujurnya ia sudah tidak tega karna terus membiarkan Heliand menahan hasratnya, tapi mau bagaimana lagi, Helaind baru saja pulih, bahkan perban yg melingkar di dahinya masih belum kering, tentu mayyu harus memikirkan hal tersebut secara berulang-ulang menanggapi apa yg di inginkan suaminya.


"Tidak ada alasan lagi."


Heliand menindih tubuh sang istri dan merengkuh bibirnya dengan lembut, batin Mayyu tidak karuan, ia kebingungan apa yang harus ia lakukan, gadis itu bukan tidak ingin melayani sang suami, namun keadaan Heliand yg mengharuskan keduanya bersabar sampai pemuda itu benar-benar melewati masa pemulihannya.


"Sayang aku sangat menginginkannya." ucap Heliand.


Tentu saja Mayyu mengetahui hal tersebut, bagian itu sudah mengganjal sedari Heliand memeluknya dengan erat.


"Mmm tapi kau baru saja-"


Belum sempat Mayyu menyudahi ucapannya, pria itu langsung membungkam kembali mulutnya.


Mayyu mencoba melepaskan ciuman tersebut, ia terus saja menghindar dengan cara memalingkan wajahnya, seakan menolak.


"Aku mohon."


Pria itu menatap Mayyu dengan wajah yang memelas, tangannya sudah bermain-main di dua gundukan sintal milik sang istri.


Mayyu menghela napasnya, dengan berat hati ia mengiyakan hal tersebut.


Haliand melebarkan senyum kemenangannya, ia langsung membuka seluruh pakaiannya, perlahan Heliand menyingkab mini dres sang istri, ia mengelus tubuh Mayyu untuk memancing gairahnya.


"Ahhhhhh sial" Dengan kesal Heliand meninggikan suaranya.


Pria itu terbaring prustasi di sebelah sang istri hingga membuat Mayyu keheranan.


"Kenapa harus sekarangggggg!!"


Heliand mengepalkan tangannya dengan kesal, ia menyembunyikan wajahnya sambil memukul-mukul bantal guna meluapkan kekesalannya.

__ADS_1


Mayyu kebingungan dengan sikap Heliand yang tiba-tiba saja seperti orang kesurupan, padahal ia sendiri yang memintanya, dan sekarang Heliand malah merengek seperti seorang anak kecil yang tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Sayang apa yang terjadi?"


Heliand mengacungkan tangannya dengan posisi wajah yang masih ia sembunyikan.


"Jangan bicara lagi, aku sedang kesal saat ini."


"Iya tapi kenapa?."


Tentu saja Mayyu semakin kebingungan, pria itu sudah tidak mengenakan apapun, seluruh pakaiannya sudah ia lepaskan, dan sekarang Heliand malah tidak ingin di sentuh oleh sang istri.


Heliand memalkan wajahnya, ia menatap wajah gadis itu dengan bibir yg mengerucut penuh kekecewaan.


"Sayang apa kau tidak menyadarinya?."


"Menyadari apa?"


"Mayyu kau datang bulan." Pekik Heliand dengan kesal.


Pantas saja Heliand sangat terlihat prustasi, Mayyu terkekeh melebarkan senyumnya, ia langsung berlalu menuju kamar mandi untuk mengkondisikan dirinya.


 


Heliand membelai lembut wajah gadis itu, gadis yang sedang tertidur pulas dengan keadaan tv yang masih menyala, terlihat jelas rasa lelah Mayyu dari lipatan dahinya membuat Heliand berinisiatip untuk mengangkat tubuh sang istri.


Namun belum sempat Heliand melakukan hal tersebut, gadis itu sudah lebih dulu menarik tangannya hingga Heliand terjatuh di atas tubuh Mayyu.


"Aku tidak ingin ke kamar, temani aku disini." ucap Mayyu dengan suara serak yang khas.


Tentu saja hal itu Mayyu lakukan agar Heliand tidak menggerayangi tubuhnya, bagaimana pun Heliand harus sedikit bersabar sampai keadaannya pulih.


"Apa kau takut jika aku akan memintanya?."


Heliand menempelkan wajahnya pada gadis itu, ia terus mencium tengkuk wajah sang istri dengan penuh hasrat.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya ingin disini."


"Katakan berapa lama lagi aku harus menahannya?" bisik Heliand di daun telinga sang istri, pemuda iru bahkan menjulurkan lidahnya di area tersebut membuat Mayyu sedikit menggelinjang kegelian.


"Tunggu sampai dokter membuka perban di dahimu, dan kau bebas melakukan apapun."


Mayyu memiringkan senyumnya, kesadarannya saat itu memang tidak sepenuhnya terkumpul, akibat rasa kantuk yang luar biasa.


"Dokter tua itu tidak berguna, ia terlalu memperdulikan luka di kepalaku,"


"Bersikaplah lebih adil, aku butuh dokter cinta sepertimu untuk membantuku melewati hal tersulit ini."


Mayyu terkekeh, bagaimana tidak, ucapan Heliand benar\-benar sangat menggelikan, ia bahkan mengatakannya dengan sangat berlebihan seolah masalah pada dirinya sangatlah sulit, padahal itu hanya soal kelelakiannya yang minta di manjakan, tentu saja Heliand harus bersabar menunggu waktu yang akan datang tersebut.


"Apa kau tidak ingin membantuku sedikit?,"


Dengan keadaan tubuh yang masih berada di atas sang istri, Heliand menempelkan wajahnya pada dua gundukan tersebut, tangannya dengan leluasa memainkan benda kecil yang menonjol di balik baju yang Mayyu kenakan.


"Maksudku, selangkah lebih agresif, biarkan aku terbaring dan kau yang memimpinnya."


Mayyu memiringkan senyumnya, ia menggelekan kepalanya seolah menolak apa yang Heliand katakan, dengan keadaan mata terpejam dan bibir menyeringhai, meskipun dalam batinnya gadis itu sudah terpancing oleh sang suami yang terus memainkan kedua benda pribadinya.


Mayyu bersusah payah terlihat santai di hadapan Heliand, sedari tadi ia menahan agar tidak mengeluarkan suara erangan indahnya, karna jika hal itu terjadi, Heliand akan dengan sengaja melakukan hal tersebut agar Mayyu pasrah menyerahkan dirinya.


"Maafkan aku Heliand, aku hanya tidak ingin mengganggu kau melewati masa pemulihanmu." ucap Mayyu dalam batinnya.


Gadis itu mengalungkan tangannya di leher Heliand, ia bahkan merengkuh bibir sang suami dengen penuh kasih sayang.


"Bersabarlah" Ucap Mayyu memiringkan senyumnya.


Pria itu hanya membalas kecupam yang Mayyu berikan sambil menganggukan kepalanya.


**HAYY GENGS😍 ADA YANG KANGEN?😂 BURUAN LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA BIAR AKU GAK HIATUS LAGI😂**


 

__ADS_1


__ADS_2