Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 97


__ADS_3

Perlahan Yuli membuka pintu utama kediaman rumah Heliand, saat terdengar bunyi ketukan pintu. "Maaf kau siapa?" tanya Yuki.


"Dimana Heliand dan Mayu?"


"Heliand tidak dirumah, dan Mayu sedang bersama kedua anaknya diatas." kata Yuki kemudian mempersilahkan wanita paruh baya itu untuk masuk.


"Tante? kau disini." ucap Mayu yang tiba-tiba saja dang menghampiri Lina dan Yuki.


"Dimana, Erico?" Tanya Lina yang terdengar sedikit jengkel.


"Erico? dia tidak disini." ucap Mayu.


Yuki mengerutkan dahinya, feelingnya mengatakan jika wanita paruh baya yang ada dihadapannya adalah ibu dari sang kekasih. yang tidak lain Erico.


"Dia semakin liar, tidak pernah pulang. aku dan ayahnya sudah sangat kewalahan mencarinya." gerutu Lina.


Mayu melirik kearah Yuki, tentu ia tahu benar hubungan Erico dan Yuki saat ini. Erico tidak pernah pulang kerumahnya karna selalu menghabiskan waktu bersama asisten pengurus kedua bayinya tersebut. "Mungkin saja dia bersama kak Lili." ucap Mayu mencoba menenangkan.


"Lili mengatakan jika dia datang bersama dengan seorang gadis beberapa waktu lalu. anak ini semakin tidak tahu aturan!"

__ADS_1


Batin Yuki tersayat, Erico beberapa waktu lalu mengatakan jika sang Mama dan Papanya pergi keluar negri dalam waktu yang cukup lama. tapi apa yang ia lihat sekarang, ibu dari pemuda tersebut ada tepat dihadapannya.


"Pembohong!" Plakk... Yuki melayangkan tamparan keras setelah Erico dan dirinya bertemu sore hari setelah kejadian dimana Lina datang.


"Bohong? apa maksudmu?" tanya Erico kebingungan.


Dengan mata yang menggenang Yuki menatap Erico tajam, dan berkata. "Jika statusku ini memang mengganggumu, kau tidak perlu membohongiku seperti ini." tegas Yuki meninggikan suaranya.


"Apa maksudmu?"


"Aku bertemu dengan ibumu, dan kau membohongiku!!!" pekik Yuki.


"Yaaa... kau sudah membohongiku! kau mengatakan jika kedua orang tuamu ada di luar negri. tapi pagi tadi aku melihatnya sendiri dan dia sedang mencarimu!" jerit Yuki.


Erico memang takut, ia masih meragukan sikap keras sang Mama. ia takut jika Lina tidak menyukai Yuki karna statusnya hanya seorang pengurus bayi. Erico belum siap jika hal itu terjadi, disisi lain ia sangat mencintai Yuki.


"Aku... aku tidak bermaksud, aku hanya..."


"Hanya apa? kau tentu malu membawaku kehadapan orang tuamu! karna aku hanya gadis miskin sebatang kara ya g tidak sebanding denganmu. itu yang kau maksud!"

__ADS_1


Sulit untuk menjawab segalanya, hal itu tentu memang benar. ia hanya takut Lina tidak merestui hubungan ini dan menyuruh Erico untuk meninggalkan Yuki mengingat sifat keras sang Mama yang selalu membuatnya ragu akan segala hal.


"Yuki aku..." Erico mencoba menenangkan sang gadis dan memeluknya.


"Cukup!!!" Yuki mendorong Erico, hingga pria itu sedikit terdorong. "Jangan sentuh aku. jika kau tidak benar-benar mencintaiku sebaiknya kita akhiri hubungan ini sekarang." tegas Yuki.


"Tidak, apa yang kau katakan! kenapa kau bisa dengan mudahnya memutuskan hubungan ini." ucap Erico yang tidak terima.


"Karna kau tidak mencintaiku, kau masih mempermasalahkan statusku yang jauh berbeda denganmu! aku tidak butuh pria pengecut sepertimu untuk berada disisiku." tegas Yuki lirih kemudian ia terduduk tidak berdaya di tepi ranjang dengan air mata yang terus berderai.


"Aku mencintaimu, aku benar-benar mencintaimu."


"Omong kosong! kau bahkan hanya bisa bicara tanpa membuktikan apapun!"


Erico meraih bahu Yuki, ia menghapus air mata gadis itu dengan penuh kelembutan. "Tolong berikan aku waktu." ucap Erico dengan suara terendah.


Yuki hanya terdiam dan terus saja menangis.


"Aku sangat mencintaimu," Erico menghapus air mata sang kekasih dan terus menatap wajahnya intens. "Percayalah, cepat atau lambat aku akan menikahimu." kata Erico kemudian meraup bibir Yuki dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN VOTENYA DONG :)


__ADS_2