
Lili dan Robin saling bergandengan mepangkahkan kakinya kedalam rumah besar yg di tinggali Keluarga Chik, Perasaan takut bercampur cemas itu datang menghampiri Lili berbeda dengan robin yg terlihat nampak tenang untuk bertemu Lina dan juga Nathan demi memperjuangkan gadisnya. Lina melihat kedua insan yg saling jatuh cinta itu datang menghampirinya, ia mencoba tetap tenang meskipun raut wajahnya terlihat dingin
"Mahhh... Lili memanggil dengan sedikit gugup dan keraguan namun lina tidak menggubrisnya. Nathan yg dari lantai atas pun turun melihat kedatangan mereka dan menghampirinya
"Lili kau dari mna saja? Robin ayo duduk" Ujar Nathan yg bersikap lebih santai
Robin menelan salivanya menghadapi kedua orang tua lili yg sudah jelas jelas menolak dan membatalkan pernikahannya, ia melirik ke wajah cantik nan sendu milik Lili seketika rasa takut itu hilang, kini keberaniannya meningkat karna kegigihannya untuk memperjuangkan Lili
"Tuan Nyonya maaf sebelumnya aku sudah lancang, Aku tidak tahu apa yg terjadi antara kalian dan ayah tiriku, tapi aku mohon, aku sangat mencintai Lili, aku ingin tetap menikahinya, untuk itu tolong tuan dan nyonya untuk mempertimbangkan kembali pernikahan ini, Aku dan Lili saling mencintai...
Lina menutup majalahnya dan menghela nafasnya menatap Robin yg saat itu langsung tertunduk ketika lina menatapnya
"Maaf.. kalian tidak bisa menikah, itu jawabanku, Robin jika tidak ada yg ingin kau sampaikan lagi sebaiknya kau pergi" Ujar Lina dingin
Robin mendongakan wajahnya menatap Lina dengan terkejut sedangkan Lili terus menggenggam tangan Robin dengan air mata yg menggenang
"Tapi nyonya aku..
"Tidakk robin, kau boleh keluar" Ujar Lina yg memotong apa yg ingin robin katakan
Pemuda itu diam, ia tidak bisa melawan kehendak ibu dari kekasihnya dengan berat hati dan rasa kecewa yg mendalam ia beranjak dari duduknya dengan posisi tangan kirinya masih di genggam kuat oleh Lili
__ADS_1
"Maafkan kau Lili" Ucap Robin mencoba melepaskan tangannya dari Lili. Namun genggaman tangan itu cukup kuat, lili mengalirkan air matanya menatap wajah Robin yg saat itu juga sedang menahan air matanya
"Lili Lepaskan tanganmu darinya" Celetuk lina dingin. Namun lili tidak menanggapinya ia terus saja menatap wajah robin dengan deraian air mata yg sudah membasahi pipinya
"Robin aku mohon jangan menyerah robin" Gumam Lili dalam batinnya yg tidak berani bicara. Gadis itu menatap robin dengan penuh harapan raut wajahnya terlihat jelas jika lili tidak ingin robin pergi. Namun Lina terus mendesak robin untuk keluar dari rumahnya hingga cengkraman kuat itu terlepas dari tangan robin dan Lili hanya terus menangis pasrah atas apa yg terjadi
"Aku permisi..
Batin lili terasa sakit, ia merasa mendapat ketidak adilan karna persoalan kedua orang tuanya dia harus jadi korban atas permasalahan mereka. Nathan memperhatikan kedua insan tersebut yg sangat jelas saling mencintai kekecewaan terlihat jelas di wajah keduanya
"Robin tunggu" Ujar nathan yg saat itu langsung menghentika langkah kaki robin, mendengar hal itu Lina hanya memalingkan wajahnya menatap Nathan yg saat itu ia sendiripun tidak tahu apa yg akan dilakukan suaminya tersebut
"Menikahlah dengan Lili" Celetuk Nathan yg membuat mereka semua terkejut mendengarnya
"Nathan apa yg kau lakukan?" Tegas Lina yg terkejut
"Aku akan mengurus pernikahan kalian" Ujar nathan pada keduanya. Spontan Lili langsung memeluk orang yg selama ini ia anggap papahnya, dengan perasaan gembira Lili beranjak dari duduknya dan langsung memeluk Nathan
"Pahh, papah tidak bercanda kan?" Ujar Lili yg masih tidak percaya menatap wajah Nathan dengan air mata yg terus berjatuhan
"Papa tidak bercanda, kalian akan menikah" balas Nathan yg saat itu langsung membuat Lina kesal pergi dari ruangan tersebut
__ADS_1
"Pa tapi mama?...
"Usttt papa akan bicara padanya" Ujar Nathan yg saat itu langsung menyusul lina
Robin dan Lili saling memeluk, mereka sangat gembira ternyata Nathan akan menikahkan mereka berdua.
Langkah Nathan tertuju pada kamar utama, ia membuka pintu kamar tersebut dan terlihat Lina sedang menangis memandang foto dengan pigura kecil, ia terus membelai wajah Lili yg terdapat di dalam foto tersebut
"Sebaiknya kita biarkan saja mereka menikah, lagi pula Jordan dan robin hubungannya hanya sebatas ayah dan anak tiri saja" Ujar Nathan dingin
"Tidakkk... aku tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi" Tegas Lina senada tinggi membuat Nathan sedikit terpancing emosinya
"Linaaaaa, Lili adalah anakku, cukup, jangan pernah jadikan Lili korban keegoisanmu...
"Tapi kenyataanya dia bukanlah anak kandungmu" Tegas Lina dengan kesal
Bruakkk... Suara sesuatu terdengar dari luar, terlihat lili sudah berdiri di ambang pintu menjatuhkan segelas air yg ia bawa untuk menenangkan Ibunya namun ia malah mendengar hal mengejutkan di hadapannya
"Lili kau...
Lili langsung pergi , air matanya kembali berderai ia berlari keluar rumah dengan perasaannya yg sangat hancur mendengar hal jika Nathan bukan ayah kandungnya
__ADS_1
"Lilii tunggu lili" Teriak Lina yg berusaha mengejar Lili
Next guys, Plis bantu komen like dan votenya biar author makin semangatt😭😭😭❤️