
Selmaa beberapa bulan ini sikap heliand selalu berbaik hati pada mayyu, ia bahkan memperlakukan dan mengistimewakan mayyu dengan penuh perhatian, bahkan segala pekerjaan rumah ia kerjakan agar mayyu tidak repot repot untuk mengerjakan semua itu, heliand bahkan memperkerjakan beberapa pembantu untuk membantu mayyu dan menjaga mayyu agar tidak terjadi sesuatu pada kandungannya, 5 bulan berlalu heliand bahkan tidak terlalu sering keluar malam mabuk mabukan dan bermain perempuan, mungkin karna kehamilan mayyu berhasil membuatnya luluh, namun pada suatu malam salah satu temannya memaksa heliand untuk datang dan menghabiskan malamnya seperti biasa, ada sedikit keraguan dalam hati heliand karna takut tiba tiba saja mayyu menggugurkan kehamilannya atas sikap buruk heliand _"Tidak tidak, lagi pula selama beberapa bulan terakhir aku tidak pernah berkumpul bersama teman temanku, tapi bagaimana jika mayyu??" Heliand berpikir keras sedikit dilema harus memilih teman temannta atau istrinya yg sedang hamil
"Mmmm bagaimana jika dia mengancamku lagi?" Ujar heliand dalam batinnya, beberapa bulan terakhir memang mayyu sering mengancam heliand jika pemuda itu keluyuran dan meninggalkan rumah saat jam 7 malam maka mayyu tidak akan segan segan untuk menggugurkan kandungannya agar heliand tidak mendapatkan warisannya
"Ah lagi pula usia kehamilannya sudah 5 bulan, ia tidka mungkin menggugurkannya, sebaiknya aku datang menemui teman temanku, tidak terlalu sering tidak papa kan?" Gumam heliand memiringkan senyum piciknya
Waktu sudah menunjukan pukul 22.40 heliand terjaga di tempat tidur di samping mayyu yg mungkin sudah tertidur pulas, ia beranjak dari ranjangnya dan langsung mengganti pakaiannya untuk keluar menemui teman temennya
"Sial jantungku serasa mau copot" Celetuk heliand dalam batinnya, ia menghela nafas lega ketika sudah berhasil melewati pintu utama keluar dari rumah tersebut, tanpa heliand sadari di balkon lantai atas sudah ada sepasang mata sudah memperhatikannya dengan keadaan perut yg mulai membuncit, mayyu mengerutkan dahinya kesal, ia menekan salah satu nomor di ponselnya _"Oke bi heliand sudah keluar, gaji bibi bertamabah 2 kali lipat" Tegas mayyu mencengkram kuat penghalang balkon dengan kesal tatapannya sama sekali tidak teralihkan pada mobil yg sudah menyala dan siap untuk melaju tersebut
"Brengsek, dia benar benar pergi" Gumam mayyu kesal, setelah mobil tersebut melaju mayyu pun kembali masuk kedalam kamarnya menunggu kabar dari salah satu pembantunya yg telah ia utus untuk menguntit heliand.
Tujuan heliand adalah sebuah club malam tempat biasa ia menghabiskan malam bersama teman temannya
__ADS_1
"Sudah beberapa lama tidak datang tempat ini banyak berubah" Ucapn heliand pada nando salah satu teman heliand, nando benar benae pecinta wanita, bahkan 2 sampai 5 gadis menemani ia berminum pada malam itu, berbeda dengan heliand, entah apa yg terjadi pada pria itu namun ia merasa risih dengan perempuan yg terus mencoba merayu dan menggerayanginya, dalam otaknya selalu terbayang mayyu istrinya, mayyu sedang apa? apa mayyu tertidur pulas? apa mayyu menyadari jika heliand malam ini keluar, itu semua berkelut menjadi satu di dalam satu otak heliand.
"Tubuhku disini, tapi pikiranku selalu teringat pada wanita itu" Celetuk heliand memiringkan senyumnya, belum habis 30 menit heliand sudah memutuskan untuk pulang karna saat ini otaknya benar benar telah terisi oleh seorang mayyumi agassta
Helian beranjak dari duduknya ,ia berjalan keluar Club dengan santai sambil terus memikirkan mayyu _"Bodoh, aku terus memikirkan mayyu" helaind mengeluarkan ponselnya tersenyum lebar melihat foto mayyu yg ada dalam ponselnya, pemuda itu masih belum menydari akan perasaannya pada istri cantiknya tersebut
"Bruakkkk..." Saura seseorang menabrak heliand dan menumpahkan segelas win di kemeja pria itu
"Hey apa kau tidak punya mata" tegas heliand kesal ia kesal karna seluruh pakaiannya basah terkena win, pandangannya sama sekali tidak teralihkan membersihkan pakaian tersebut
"Siapa kau" Ujar heliand ketus
Wanita itu memiringkan senyumnya menatap heliand _"Apa kau sudah melupakan aku?
__ADS_1
Heliand mengerutkan dahinya, wanita itu memang lumayan cantik, namun karna heliand sudah merasa kesal ia melanjutkan langkahan kakinya meninggalkan wanita tersebut
"Heliand tungguuuu
Heliand memgabaikannya, ia sama sekali tidak membalikan pandangannya dan terus berjalan _"Maaf aku tidak mengenalmu" Tegas heliand kesal, wnaita itu tetap mengejar heliand sampai ke luar club
"Heliand tunggu, Aku Luna
Langkah heliand terhenti, ia mengalihkan pandangannya menatap wanita itu dengan tatapan dingin _"Maaf aku tidak peduli dengan namamu, dan aku tidak mengenalmu" Tegas heliand dingin
"20 tahun tidak bertemu ternyata sikapmu snagatlah berbeda" teriak Luna pada heliand, pemuda itu benar benar tidak mengerti akan apa yg di ucapkan wanita itu
"Heliand aku luna, gadis kecil di tepi danau" Teriak luna pada heliand hingga berhasil membuat langkah heliand terhenti
__ADS_1
NEXT, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA❤️