Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 64


__ADS_3

Pagi itu heliand terbangun dari sebuah ranjang sederhana yg sering ia tiduri bersama mayyu selama beberapa hari terakhir, hal ini memamg berbeda bahkan sangat bertolak belakang dengan ranjang empuk berukuran king di rumahnya, ia membuka matanya secara perlahan karna sinar mentari yg masuk ke celah-celah rumah telah membangunkannya, tubuh itu berbalik, tangannya mencari sesuatu di sebelahnya, ia tersentak lalu sadar jika mayyu audah tidak ada di sisinya.


"Mayyu"


Heliand mulai ketakutan, ia kembali mengingat kejadian kemarin, ia hanya takut jika mayyu akan melakukan hal nekat itu kembali ketika ia sedang terlelap.


Langkahnya sangat buru buru, ia turun dari ranjang dan segera keluar dari ruangan tersebut untuk mencari mayyu


"Maa..


Ucapannya terhenti ketika heliand mendaapti istri cantiknya sedang menata meja makan dengan beberapa masakan yg telah mayyu buat, Memang sakit hatinya belum hilang, semalaman mayyu berpikir keras, tentu sikap dinginnya itu cukup menghukum heliand yg mengatakan jika ia mencintainya, namun sekeras apapun dia membenci heliand, tetap saja bayinya tidak akan pernah bisa kembali, lantas ia mencoba tegar, mencoba menerima kenyataan meskipun pahit, mayyu mencoba menjalankan kewajibannya kembali melayani heliand sebagai suaminya. meskipun wanita itu belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan tersebut.


"Mayyu kau?"


Heliand berjalan perlahan mendekati mayyu yg sedang menyiapkan makanan, wanita itu tetap diam, ia tidak menggubris heliand.


Mayyu terduduk di salah satu kursi, sedangkan heliand masih saja berdiri memperhatikan mayyu dengan sikap sedikit keheranan


"Tunggu apa lagi? ayo makan" Ucap mayyu dingin

__ADS_1


Heliand menelan salivanya sambil terus memandang wajah cantik istrinya, perlahan heliand mulai duduk di hadapan mayyu dengan tatapan yg sama sekali tidak teralihkan.


Wanita itu menyiapkan piring untuk heliand, ia bahkan menaruh makan di atasnya, tugasnya sebagai seorang istri benar benar kembali ia jalankan mulai hari ini, meskipun sikap dinginnya tidak berkurang.


Terlihat heliand mulai memakan makanannya, namun ia sedikit kesulitan, ia memakan makanannya menggunakan tangan kiri, karna tangan kanannya masih terluka akibat jepitan rantai sepeda kemarin, mayyu memperhatikan heliand kesulitan, ia bahkan melirik ke salah satu jari heliand yg membengkak dan terlihat memar.


"kenapa dengan tanganmu?"


"Ah ini? kemarin seorang anak kecil memintaku untuk memperbaiki sepedanya, tanganku terjepit rantai"


Mayyu terdiam, ia duduk di sebelah heliand dan mengambil sendok di atas piringnya, wanita itu membantu heliand, ia menyuapi heliand karna tangan heliand yg terluka membuat mayyu sedikit kasihan padanya.


Heliand membuka mulutnya perlahan, terlihat canggung pemuda itu karna sikap istrinya yg begitu perhatian, pertanyaan besar dalam otak heliand, apa mayyu sudah memaafkannya atau tidak.


Tidak sedikitpun tatapan heliand teralihkan, ia tetap saja memandangi wajah cantik mayyu sambil menikmati makanan tersebut dari tangan istrinya, mata lentik hidung mancung wajah tanpa cacat sedikitpun membuat heliand semakin kagum akan paras sempurna istrinya, semakin penyesalan itu hadir dalam diri heliand.


"Aku benar benar bodoh, sudah menyia-nyiakan istri secantik dan sebaik mayyu" Gumam heliand dalam batinnya


"Cukup, sekarang giliran kau"

__ADS_1


Heliand memiringkan senyumnya menatap mayyu. Namun wanita itu tidak bereaksi, ia hanya menaruh kembali sendok dintangannya dan pergi dari hadapan heliand. Sikap mayyu benar benar membingungkan, heliand sampai tidak mengerti dengan sikap dingin di tambah perhatian istrinya.


"Ternyata dia tidak benar benar memaafkan aku"


Heliand beranjak, ia pergi membersihkan dirinya di belakang, memang rumah sederhana itu tidak menampung kamar mandi di dalam kamar, maklum, heliand hanya bisa menyewa rumah ini, karna biaya rumah sakit dan sehari harinya ia ambil dari sisa penjualan jam mahalnya. tidak ada keran pengatur suhu air, yg ada hanya keran dan penampung air dengan bak berukuran sedang di bawah keran tersebut. Awalnya heliand ragu untuk menyewa rumah kecil tersebut, di karenakan takut jika mayyu tidak bisa menerima kondisinya sekarang, namun mayyu benar benar wanita yg hebat, ia bahkan tidak meninggalkan heliand setelah suaminya tersebut berselingkuh, menjadi penyebab kematian bayinya, bahkan dengan kondisi ekonomi sulit heliand pun mayyu tetap ada di sisinya.


Heliand keluar dari kamar mandi dengan keadaan rambut yg masih basah dan handuk yg menutupi bagian bawah tubuhnya. Pria jangkung itu melirik ke arah mayyu yg sedang terduduk dengan sebuah kotak p3k di hadapannya.


"Cepat kemari" Ucap mayyu sambil memvuka kotak tersebut, ia menyiapkan beberapa obat untuk tangan bengkak heliand


Pria itu menghampirinya, ia duduk di sebelah mayyu, heliand pikir mayyu tidak akan melakukan hal ini, namun ternyata istrinya masih peduli padanya, pagi ini perasaan heliand benar benar sangat bahagia, sarapan yg mayyu buat untuknya, wajah cantik istrinya dan bahkan perhatian dan kepedulian mayyu benar benar telah membuat api cinta itu terus bergejolak dalam hati heliand.


"Berikan tanganmu"


Heliand memberikan tangannya pada mayyu, tatapan matanya terus saja melirik ke wajah sempurna istrinya. Perlahan mayyu mengobati tangan heliand, dengan penuh kehati hatian dan penuh kelembutan, sesekali heliand meringis kesakitan merasakan perih pada jari tangannya yg membengkak.


"ssshhhh, tolong lakukan dengan perlahan" ucap heliand yg merasa kesakitan


Mayyu hanya melirik ke arah wajah heliand dengan tatapan dinginnya, ia terus saja mengobati luka tersebut tanpa memperdulikan rengekan heliand.

__ADS_1


ADUH GUYS, AYO DONG VOTE SEBANYAK BANYAKNYA, BIAR MASUK KE 10 BESAR😭😭😭LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA YA BIAR MASUK 10 BESAR, TOP VOTE 3 TERBANYAK BAKALAN AUTHOR HUBUNGIN, KASIH TIP😍💋


__ADS_2