Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 99


__ADS_3

"Kau pasti kelelahan." Heliand sambil memijat bahu sang istri.


"Tidak, aku hanya sedikit pusing." sahut Mayu dengan suara terendah.


Heliand membaringkan tubuh sang istri perlahan, dan menarik selimut menutupi tubuh keduanya, "Aku tidak akan memintanya malam ini." ucap Heliand kemudian mengelus wajah Mayu perlahan.


"Kenapa?"


"Karna aku tidak tega."


Mayu tersenyum tipis, dalam dekapan tubuh Heliand seketika semua beban harian dan rasa lelah di tubuhnya hilang, "Aku mencintaimu." ucapnya kemudian memejamkan mata.


"Sayangg..."


"Mmmm..." sahut Mayu hanya bergeming.


"Apa kau masih menyimpah dendam padaku?" tanya Heliand penuh kehati-hatian.


Mayu membuka matanya, dan mendongak menatap wajah Heliand yang nyaris tanpa cacat. "Kenapa kau membahasnya lagi?"


"Aku hanya takut jika kau masih belum sepenuhnya memaafkan aku." ucap Heliand dengan wajah memelas.


Mayu tersenyum tipis, dan mengeratkan dekapannya pada sang suami. "Tidak, aku bahkan menganggap hal itu tidak pernah terjadi." celetuk Mayu.

__ADS_1


"Tapi aku takut."


"Apa yang kau takutkan?" tanya Mayu mengerutkan dahi.


"Aku takut jika kaumbalasku."


Mayu terduduk, ia langsung mengacak rambut Heliand, dan mengecek suhu tubuh pria tersebut menempelkan tangan di dahinya. "Aku yang sakit kepala, sepertinya kau yang tidak waras."


"Mayu aku serius, aku tahu hal yang aku lakukan sangatlah jahat."


"Memang." ucap Mayu santai melipat tangannya.


"Maka dari itu, aku takut kau membalasku."


Heliand berdecak, sejujurnya ia sangat mengkhawatirkan hal tersebut sedari dulu.


"Dengar," Mayu mendekatkan wajahnya pada sang suami, hingga hidung keduanya beradu. posisinya sekarang sudah berada tepat di atas tubuh Heliand, "Aku sangat mencintaimu, jika aku berniat demikian aku bisa melakukannya jauh sebelum kau menyadari kesalahanmu."


Heliand menelan salivanya, dapat ia lihat dengan jelas jika sang istri tidaklah sedang bermain-main dengan ucapannya. "Setelah aku pikir-pikir, malam ini aku tidak akan membiarkanmu tidur." celetuk Heliand memiringkan senyumnya.


Mayu mengerutkan dahinya, sedikit keheranan lalu berkata, "Apa maksudmu."


"Kau yang membangunkannya." Dengan satu hentakan Heliand merubah posisi dirinya bersama Mayu.

__ADS_1


Mata sang istri sampai membulat, karna saat ini Heliand sudah berada diatasnya.


Cup... Heliand langsung meluma*at dengan rakus bibir Mayu, dan dengan cepat melucuti pakaianiannya. sedikit saja Mayu bertindak, itu sangat berpengaruh, karna Heliand benar-bebar tidak mengendalikan diri jika sudah mengenai masalah ranjang.


***


"Kenapa kakak mengatakan jika aku datang bersama Yuki mengunjungimu." gerutu Erico kesal, sebab pengakuan Lili berhasil membuat pria itu menerima ocehan pedas Lina, sang Mama.


"Apa kau bodoh, jika kau terus menyembunyikannya, bagaimana kalian berdua akan menikah." celetuk Lili.


"Tapi aku..."


"Jika kau tidak berani, seharusnya kau tidak menjanjikan hal itu padanya! aku ini wanita, sama sepertinya. semua wanita hanya menginginkan kepastian," tambah Lili dengan senyum terpancar, melirik kearah Robin. "Jadilah seperti kakak iparmu, sejauh ini dia sangat bertanggung jawab dan bahkan saat Mama menentang pernikahanku, Robin tetap memperjuangkan cinta kami."


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Erico prustasi.


"Bodoh! bawa dia kehadapan Papa dan Mama, minta ijin pada mereka. katakan jika kau sudah menemukan gadis yang akan menjadi pendampingmu." tegas Lili.


Erico menghembuskan nafasnya kasar, "Tapi aku khawatir Mama akan mempermasalahkan statusnya, Yuki hanya gadis yatim piatu. ia tidak memiliki apapun! apa Mama akan menerimanya."


Lili terkekeh, ternyata sang adik juga sudah sangat mengenal sifat Lina yang sedikit lebih keras. "Coba saja, tidak ada salahnya kau mencoba."


"Baiklah!" ucap Erico kemudian beranjak meninggalkan Robin dan Lili begitu saja.

__ADS_1


LIKE LIKE KOMEN DAN VOTEEE


__ADS_2