Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 77


__ADS_3

Setelah menjalani beberapa lama masa pemulihan dirumah sakut, kini heliand dan mayyu sudah kembali di rumah kecil sederhananya, kali ini ada yg berbeda, lemari yg berisikan barang barang mewah dan ponsel milik mayyu sudah ludes di jual untuk pembayaran rumah sakit, sebenarnya lia chan dan Nicko sudah membayar hal tersebut, namun uang keduanya mayyu kembalikan, karna merasa ini adalah tanggung jawab mayyu, sebagai seorang istri.


"Kenapa harus menjual barang barangmu?" Ucap heliand


Pria itu masih di balut perban yg melingkar di dahinya, wajahnya masih terlihat pucat, namun tidak mengurangi ketampanannya sedikitpun, mayyu berbaring di sisinya, mendekap tubuh heliand dengan penuh kasih sayang.


"Jadi menurutmu aku harus menerima uang dari papa dan mama untuk membayar rumah sakit?"


Heliand terdiam, ia membelai lembut rambut istrinya dengan penuh cinta, pemuda itu merasa jika dirinya benar benar tidak berguna, yg hanya bisa menyusahkan mayyu saja.


"Maaf" ucap heliand


Mayyu mendongakan wajahnya menatap wajah heliand dengan dua bola mata kecoklatannya. gadis itu tersenyum manis sambil mencium bibir heliand dengan lembut.


"Aku mencintaimu" Ucap mayyu pada heliand


Tidak banyak kata yg keluar dari mulut pria tersebut, kondisinya yg baru saja pulih mengharuskan heliand untuk terus berbaring beristirahat.


Heliand mengeratkan pelukannya mendekap tubuh mayyu, tentu heliand sangat merindukan sosok istrinya, terlebih lagi mayyu sampai rela mengorbankan segalanya untuk heliand, hal itu justru menambah perasaan cinta heliand menjadi semakin kuat pada mayyu.


"Mayyu aku ingin tidur di pelukanmu sejenak"


Mayyu tidak menjawab hal tersebut, ia melah terus menempelkan wajahnya pada wajah heliand, keduanya memang sedang melepas rasa rindu masing masing saat itu, bahkan jika heliand baik baik saja, mungkin pria itu sudah meminta jatah ranjang dari istrinya.


"Kau sedang memancingku ya?"


heliand menatap wajah mayyu yg saat itu terus saja meraih wajahnya, heliand merasa jika mayyu sedang memancing gairahnya, padahal tidak, mayyu hanya merindukan kedekatan ini dari heliand, bagaimana tidak, setelah hubungan keduanya membaik heliand malah masuk rumah sakit, tentu saja hal itu cukup menghambat masa pendekatan antara mayyu dan heliand, wajar saja, jatuh cinta setelah menikah itu lumrah terjadi.


"Mana mungkin? kondisimu saja belum benar benar membaik" Celetuk mayyu


Gadis itu mengeeutkan dahinya mencoba membantah atas apa yg heliand tuduhkan padanya.


"Bukan berarti aku tidak bisa melakukannya kan?"


Pemuda itu memiringkan senyum tipisnya, perasaan mayyu mulai tidak karuan, ia tahu benar apa yg akan helian lakukan setelah ini. tangan pria itu sudah mondar mandir berjalan di area punggungnya.


"Mmmm jangan, kau baru saja pulih"

__ADS_1


Mayyu menyentuh tangan nakal heliand, agar pria itu tidak terus menggerayangi tubuhnya.


"Tadi kau yg memancing, sekarang kau harus tanggung jawab" Celetuk heliand mengangkat satu alis tebalnya


Pria itu langsung menyatukan bibirnya dengan mayyu, ia bahkan kembali menggerayangi tubuh istrinya, tidak ada penolakan dari seorang mayyu, ia hanya menikmati ciuman yg heliand berikan padanya.


Heliand menurunkan ciuman tersebut ke leher mayyu, hingga membuat mayyu mendongak menikmati apa yg dilakukan heliand, ia cukup terpancing dengan apa yg heliand lakukan, bagaiamana tidak, tangan nakal heliand sudah bermain main di bagian inti tubuh mayyu.


Nafas wanita itu sudah tidak beraturan, tubuhnya mulai berkeringat mengelurkan hawa panas, darahnya berdesir lebih cepat dari biasanya.


"Mmm heliand hentikan,"


mayyu mencoba mendorong lembut tubuh heliand yg saat itu sedang berada di atasnya, namun heliand tidak menggubris hal tersebut ia terus saja bermain main dengan tubuh istrinya.


"Hentikan"


Mayyu mencubit tubuh heliand dengan sangat keras, hingga pria itu menghentikan aksinya.


"Ayolah mayyu, aku sudah lama menahannya, aku baik baik saja" Ucap heliand dengan nada memelas


Mayyu menelan salivanya, nafasnya masih saja tidak beraturan, ia terdiam sejenak menunggu deru nafasnya normal kembali.


Heliand mengerutkan dahinya, ia terlihat kecewa atas penolakan mayyu, tubuhnya berpaling membelakangi mayyu dengan wakha dingin tanpa ekspresi.


Sepertinya sikap kekanak kanakan heliand sedang mode on.


"Marah?"


Mayyu memeluknya dari belakang, guna merayyu heliand yg saat sedang kesal terhadap sikap mayyu yg tidak memberikan jatah ranjang padanya.


"Kau boleh melakukan apapun setelah pulih"


Mayyu mencium heliand, ia mencoba memberikan pengertian pada pemuda itu namun semuanya sia sia, heliand tetap saja bersikap kekanak kanakan, bahkan tidak menggubris apa yg mayyu katakan.


Mayyu menghela nafasnya dengan kasar, merasa jika dirinya sudah kalah atas permainan ini, heliand benar benar tidak akan berbicara sampai keinginnannya sudah tersalurkan.


"Baiklah ayo" Celetuk mayyu

__ADS_1


Spontan heliand memalingkan wajah, melebarkan senyumnya menatap mayyu yg saat itu memilih mengalah.


"Dasar kekanak kanakan" celetuk mayyu dengan raut wajah kesal


"Aku mencintaimu" ucap heliand


pria itu langsung memulainya dengan penyatuan bibir, diantara keduanya, namun lagi lagi mayyu menghindar hingga membuat heliand kembali merubah raut wajahnya.


"Ada apa lagi?"


"Kenapa terburu buru?"


"Sudahlah, aku lelah, tidak apa jika kau menolak" Celetuk heliand kembali memalingkan wajahnya dengan kesal.


Namun kali ini mayyu meraih tangan heliand, mengarahkan tanga tersebut ke arah dadanya, heliand yg merasakan hal tersebut sampai keheranan di buatnya.


"Biarkan aku yg melakukannya, ksu baru saja pulih,"


mayyu memiringkan senyumnya, ia bahkan membuka kancing kemeja heliand satu persatu dengan lembut, tangannya mendorong tubuh heliand perlahan hingga pria itu terbaring sempurna di tempat tidur, mendengar pernyataan mayyu heliand serasa mendapat durian runtuh, ia tidak perlu bersusah payah melakukannya, karna saat ini istrinya bersedia untuk memuaskannya tanpa harus ia melakukannya.


Tubuh mayyu mulai menindihnya, mayyu mencium lembut bibir heliand dengan penuh kehati hatian, penuh penghayatan, keduanya menikmati hal tersebut, mayyu membuka setengah pakaiannya membiarkan helian bermain main dengan dua asetnya.


"Cepat lakukan aku sudah tidak tahan" Ucap heliand dengan wajah yg memelas.


Wanita itu melebarkan senyumnya, ia mulai akan melakukannya, tangannya sudah bermain main di sekitar area inti tubuh heliand.


"Tidak sabaran" Celatuk mayyu


Namun ketika wanita itu akan melakukannya, tiba tiba saja ketukan pintu dari luar terdebgar hingga membuat mayyu terkejut dan langsung menghentikan aksinya.


"Oh astaga, apalagi ini"


Heliand menghela nafasnya dengan kasar, terlihat jelas raut wajah kesalnya ketika mendengar suara ketukan tersebut dan mayyu manghentikan aksinya, tidak butuh lama mayyu kembali mengenakan pakiannya untuk melihat siapa yg datang, gadis itu terus menertawakan heliand yg sudah sangat terlihat kesal.


****HAHAHAAA, UNTUK ADEGAN TEGANG KALI INI AUTHOR TUNDA YAAA...


AKU MAU PROMO INIH GUYS, MAMPIR YU KE KARYANYA Alvirani marcury YG BERJUDUL "Cinta di balik persahabatan" DAN "BUCIN MAKSIMAL"

__ADS_1


TINGGALKAN JEJAK KALIAN DI SANA YAAA, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE JUGA. TAPI D SINI JUGA😂🤣 BURUAN LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNNYA** POKONYA 10 BESARRRR😭😭😭😂😂😂**


__ADS_2