
LIKENYA DULU, 21+
“Heliand…”
Mayyu terus menggoda sang suami yang saat itu sedang memainkan video gamenya didalam ponsel. Hal yang paling Mayyu benci, sebab jika sudah menyangkut game dalam ponsel, Heliand akan langsung melupakan istri cantiknya tersebut.
Mayyu menghela nafasnya dengan jengkel, ia beranjak dari ranjang dengan bibir yang mengerucut, gadis itu membuka tirai jendela dan menikmati hembusan angina malam yang menyentuh kulitnya dibalkon.
“Menyebalkan, setiap kali aku menggodanya dia selalu mengabaikanku, awas saja jika malam ini meminta jatah ranjang. Tidak akan aku berikan.” Gumam Mayyu dengan kesal.
“Aku mendengarnya sayang.”
Heliand melingkarkan tangannya diatas perut rata sang istri, dalam waktu singkat Mayyu bisa mengembalikan bentuk tubuh indahnya hanya dengan waktu beberapa bulan saja, karna memang asi yang tidak keluar, Mayyu tidak perlu khawatir perihal soal diet.
“Katakan padaku, apa yang kau inginkan.” Ucap Heliand menempelkan wajahnya di ceruk leher sang istri.
“Sudahlah, kau ini licik. Setiap kali aku meminta sesuatu kau terus mengabaikan aku.”
“Keinginan yang mana? Semua prodak koleksi tas terbarumu sudah kau miliki, perhiasan? Beberapa waktu kau sudah menjebol rekeningku, apa itu masih kurang?” celetuk Heliand
Mayyu mengerucutkan bibirnya, ia melepaskan tangan Helian dari perutnya dengan jengkel.
“Dasar perhitungan.” Ucap Mayyu sebal
“Lantas apa yang kau inginkan, sayang? Bukannya perhitungan, kau selalu diam setiap kali aku bertanya tidak pernah menjawab, hanya memberi isyarat kode-kode tidak jela. Jika kau bicara apapun akan aku berikan.”
__ADS_1
Mayyu tersenyum nanar, ia memalingkan tubuhnya menatap dua bola mata indah milik Heliand, tangannya mengelus wajah sang suami dengan penuh kelembutan.
“Jika aku mengingikan dirimu boleh?”
“Apapun, jangankan diriku, nyawaku sekalian jika kau mau, aku akan menyerahkannya.”
Mayyu terkekeh, ucapan Helian kali ini sedikit berlebihan dan sangat menggelikan. Akan tetapi hal itu berhasil membuat dirinya luluh dan semakin takut kehilangan Heliand.
“Aku mencintaimu.”
Cup…
Mayyu merengkuh dan memeluk tubuh Heliand dengan penuh kasih sayang, ukuran tubuh yang lebih pendek dari Heliang membuat gadis itu sedikit berjinjit untuk meraih bibir sang suami, ia mengalungkan tangannya diatas bahu Heliand. Pria jangkung yang menerima hal itupun sedikit sedikit menunduk untuk memudahkan Mayyu mellumat habis bibirnya.
“Apa harus sedrama ini? Jika kau menginginkannya kenapa kau tidak bilang?” ucap Heliand.
“Kau terlalu sibuk dengan game ponselmu.”
Mayyu menjadi sedikit lebih agresif, ia menarik tubuh sang suami hinnga Heliand langsung terbaring di bawah tubuhnya, sejak kapan Mayyu menjadi senakal ii? Entahlah Heliand sang suami pun tidak mengerti, ini adalah kali pertama istrinya yang berinisiatif terlebih dahulu.
YA TUHAN, LANJUT JANGAN YAA… YANG PUASA BOLEH LANJUT NANTI MALEM AJAH OKEY. HAHAHA….
Gadis itu sudah terduduk diatas tubuh Heliand, ia bahkan membuka dress rumahan yang ia kenakan, dan membuangnya kesembarang arah. Heliand hanya terus memancarkan senyumnya, tidak melakukan apapun membiarkan Mayyu sendiri menguasai tubuhnya, pria jangkung itu menjadikan kedua tangannya sebagai bantal, sambil memperhatikan dua benda padat yang menggantung didepan matanya. Tentu saja ia sangat menyukai hal ini, apalagi saat Mayyu menggerakan tubuhnya benda itu akan bergetar dengan sangat menggemaskan, membuat api gairah Heliand semakin membara.
Sesekali tangan jahilnya menyentil dua gundukan padat tersebut, membuat Mayyu kegelian nikmat, hingga mengeluarkan lenguhannya yang terdengar sangat merdu.
__ADS_1
“Emmmmhhhhh.”
setetes keringat mengalir didahi Mayyu, hingga gairah Heliand sudah tidak terbendung, dengan cepat emuda tersebut lengsung merubah posisi, tanpa melepaskan penyatuan tubuhnya karna melihat Mayyu yang sudah terengah kelelahan.
Heliand kembali merengkuh bibir Mayyu, membungkam mulutnya yang terus mendesah dengan kecupan dan lummatan, ciuman panas trsebut turun menelusuri titik disekitar leher dan tidak lupa Heliand memberikan tanda-tanda kepemilikan disana. Hingga bibir Heliand sudah sampai di tempat yang seharusnya, di depan dua gundukan kesayangannya, tak hentinya pria jangkung itu menggigit dan mellumat tonjolan kecil tersebut secara bergantian hingga kembali membuat suara desahan sabg istri menjadi tidak terkontrol.
“Hmmmmmhhh, tolonghh cepath sedikit.” Ucap Mayyu dengan suara memekik.
Helian mempercepat hentakan tubuhnya, menyentuh titik terdalam lubang kenikmatan sang istri.
“Mmmhhh, aku sudah tidak tahan.”
Mayyu memperkuat cengkramannya dan memeluk erat tubuh Heliand yang terus menghentakan tubuhnya.
“Ahhmmhhh.” Suara desahan Heliand, tanda pelepasan, yang berarti dirinya sidah mencapai puncak kenikmatan.
Keduanya saling memancarkan senyum kepuasan, Helian melepaskan penyatuan tersebut, dan terbaring disamping tubuh lemah sang istri.
Cup…
“Aku mencintaimu.” Ucap Heliand dengan suara terendah, setelah mengecup pucuk kepala sang istri.
Gdis itu tersenyum tipis dan mengangguk, dengan mata yang menyipit, karna Heliand benar-benar telah melemahkan tubuhnya.
NEXT JANGAN LUPA LIKENYA...
__ADS_1