
Lina terlihat murung di sudut ruangan memijat kepalanya yg tidak pusing, Lina terus saja memikirkan jordan yg telah kembali menghantui hidupnya ketakutan terbesarnya muncul takut akan kehilangan Lili anak gadis kesayanganya
"Bagai mana jika dia mengatakan semuanya pada Lili? Apa yg akan terjadi? tidak tidak kenapa dia harus kembali
Lina merapatkan jempol dan telunjuknya dnegan menempelkan kedua jari tersebut ke bibirnya, matanya mulai menggenang. Nathan yg saat itu bru saja datang membuka pintu ruangan tersebut langsung menghampiri istrin kesayangannya tersebut
"Kau terlihat murung?? Ada masalah?" Ujar Nathan memberikan segelas air pada Lina. Lina mengambil air tersebut ia menatap dua bola coklat suaminya tanpa exspresi
"Katakanlah, apa ada masalah?...
Lina hanya menggelengkan kepalanya menatap wajah Nathan. Nathan lalu menyentuh pucuk kepala Lina merasakan suhu tubuh lina yg sedikit hangat
"Kau demam? Tanya Nathan penuh perhatian. Lina tetap terdiam menggelengkan kepalanya, Nathan membangunkan Lina yg terduduk dan membantunya untuk terbaring di tempat tidur
"Kau butuh istirahat, tenanglah jika ini hal mengenai Lili percayalah padaku semuanya akan baik baik saja, dia adalah anaku" Ujar Nathan menenangkan Lina.
Lina hanya menatap sendu pria yg amat ia cintai tersebut meskipun awalnya ia hanya menjadikan Nathan sebagai kambing hitam untuk menjadi ayah dalam kehamilannya di masa lalu seiring berjalannya waktu kesabaran keiklasan seorang Nathan berhasil meluluhkan hatinya
__ADS_1
*****
Bruakkk.... suara heliand menjatuhkan dirinya mendorong pintu, dia kembali terbangun untuk menuju ranjang dengan sempoyongan
"Heliand" Ucap Mayyu yg terkejut melihat heliand dengan keadaan mabuknya. Mayyu membantu heliand berjalan menuju ranjang
"Ahhhhh" Racau heliand tanpa tenaga mendorong mayyu
Mayyu dengan kesal langsung melepaskan tangannya dari heliand hingga heliand kembali terjatuh dan terus memegangi kepalanya yg pusing
Heliand terbaring dilantai dengan keadaan tidak sadarkan diri. mayyu hanya memiringkan senyumnya dengan sedikit mengangkat alisnya
"Merepotkan" Gerutu mayyu mengangkat heliand membaringkannya ditempat tidur, mayyu menatap wajah heliand yg tertidur pulas terlihat jelas wajah tampan tanpa cacat tersebut, heliand nampak tidak berdaya tidak lupa mayyu melepaskan pakaian yg heliand kenakan hingga menyisakan celana panjang warna hitam itu yg masih terpasang menutupi tubuh bagian bawahnya, mayyu juga melepaskan sepatu dan kaus kaki heliand, wanita itu tidak melupakan kewajibannya sebagai istri meskipun sikah heliand benar benar menjengkelkan
"Dia terlihat sangat bodoh ketika sedang tertidur" Celetuk mayyu tersenyum kasmaran. mayyu memang sudah menyukai heliand sedari heliand yg pernah memperlakukan mayyu dengan baik sebelum semua masalah itu menghampiri keduanya. mayyu membaringkan tubuhnya di sebelah heliand pandangannya sama sekali tidak teralihkan menatap suami yg baru ia nikahi tersebut. mayyu terus saja memancarkan senyumnya ia menyentuh wajah mulus suaminya dengan lembut saat heliand tidak sadarkan diri, ia sadar hal ini tidak akan pernah ia dapatkan jika heliand tersadar dari tidurnya, puas akan dirinya yg terus mengelus wajah heliand mayyu memejamkan matanya memeluk heliand dengan penuh kasih sayang
"Jika saja hal ini ia lakukan padaku, aku pasti akan sangat bahagia" Gumam mayyu menatap wajah heliand yg tertidur
__ADS_1
Setelah melewati malam tersebut mayyu terbangun lebih awal, ia tetap membiarkan heliand tertidur nyenyak di ranjangnya, dengan sebuah apel di tangannya mayyu terduduk manis menatap pemuda jangkung yg masih mendengkur di atas ranjang, gigitan demi gigitan mendarat di tubuh apel tersebut hingga sinar mentari pagi masuk ke celah celah jendela dan membangunkan heliand
"mmmmmm... heliand memengang kepalanya yg terasa pusing, ia menyipitkan matanya perlahan membuka kedua mata tersebut. hari ketiga dalam statusnya menjadi suami dari mayyu, pertama kali ia lihat saat terbangun dari tidurnya sesosok gadis yg saat ini sudah resmi menjadi istrinya
"Kauu" Ujarnya dingin, heliand lantas terlihat biasa saja melihat mayyu yg terduduk manis dengan penampilan yg sudah cantik di sebuah soffa kamar.mayyu mengerutkan dahinya ketika heliand mengabaikan mayyu yg saat itu sudah membantunya semalam
"Jika saja bukan karna aku, kau pasti sudah tidur di lantai semalam" Ujarnya dengan kesal
heliand yg setengah sadar dari tidurnya itupun mendnegar ucapan mayyu, ia lantas membalikan tubuhnya memandang mayyu dengan tatapan dingin
"Tatapan itu selalu membuatku takut, tuhan selamatkan aku" Gumam mayyu dalam batinnya melirik ke arah heliand yg sedang menatap dingin mayyu
"Untuk apa kau membantuku?" ujar heliand dingin
Mayyu menelan salivanya dengan sedikit takut baginya tatapan dingin heliand bak tatapan maut, ia terus saja ketakutan jika heliand menatap mayyu dingi tanpa exspresi tersebut
Next guys, like komen and voteee❤️❤️❤️💋💋💋💋
__ADS_1