
Mayyu datang menghampiri Lia chan Nicko dan juga Heliand dengan membawa beberapa cangkir teh dan kopi lengkap dengan sebuah kue ringan, dengan perasaan takut mayyu terduduk di sebelah Lia chan dengan menundukan kepalanya.
Lia chan melirik ke arah Nicko sebelum pada akhirnya dia melayangkan satu pertanyaan pada mayyu
"Mayyu apa yg terjadi? tanya heliand dengan suara terendah
Mayyu hanya menggelengkan kepalanya dan tidak bisa menahan tangisnya, seluruh tubuhnya bergetar ketakutan
"Mayyu tenanglah, Heliand akan bertanggung jawab.. Aku dan suamiku akan membicarakan hal ini dengan orang tuamu
Mayyu terkejut mendengar hal tersebut, bukan karna bahagia akan pertanggung jawaban heliand, namun karna rasa takut itu semakin muncul ketika Lia chan mengatakan jika ia akan membicarakan hal ini dengan orang tua mayyu
"Aku aku takut jika orang tuaku menghukumku, apa yg akan terjadi padanya jika dia mengetahui hal ini, aku sudah mengecewakannya" Ucap mayyu menangis lirih menundukan kepalanya
Lia chan semakin tertarik dengan gadis cantik ini, bahkan dia melirik ke arah Nicko dan tersenyum tipis
"Mayyu tenanglah, tidak akan terjadi apapun, kau tenang saja aku yg akan memberikan penjelasan pada kedua orang tuamu" balas Nicko
Lia chan mencoba menghentikan tangis mayyu, dia memeluk dan mengusap ngusap punggung mayyu dengan lembut
Namun heliand hanya bersikap dingin dan acuh seolah tidak peduli apa yg dilakukan oleh orang tuanya, dia terpaksa mengikuti kemuan Lia chan dan Nicko karena ancaman jika ia tidak akan mendapatkan harta keluarga wang sepeserpun
"Sudah selesai? aku harus pergi" ucap heliand acuh
"Heliand jaga sikapmu" Teriak Nicko dengan kesal
__ADS_1
Heliand mengabaikan ucapan Nicko dan keluar dari ruangan tersebut membanting pintu dengan keras
"BRUAKKK.....
Lia chan menghela nafasnya dengan kasar dan menggelengkan kepalanya menahan malu di hadapan mayyu karna Sikap Heliand. mayyu langsung menyuruh kedua orang tuanya datang, mayyu tidak mengatakan apapun pada mereka bibir pucat mata sembab itu selalu menghiasi wajah cantik mayyu setiap harinya dia menjemput kedua orang tuanya di bandara terlihat sepasang insan paruh baya menghampiri mayyu
"Sayang... kenapa kau menyuruh mama dan papa datang? apa terjadi sesuatu?..
"Ini? kamu terlihat sangat buruk sayang apa yg terjadi? Ucap nyonya agasta pada mayyu sambil membolak balikan wajah mayyu
mayyu hanya tersenyum tipis memeluk mamanya, dia mencoba tetap tenang di hadapan kedua orang tuanya sebelum Lia chan dan Nicko yg mengatakan masalahnya pada kedua orang tuanya tersebut
*****
Lili kembali kerumah orang tuanya, dengan suasana yg baik dia melihat adik kecil lucu yg menggemaskan itu sudah menjadi pemuda jangkung dan tampan
"Ahhhh aku sangat merindukanmu" Teriak Lili memeluk adik kesayangannya tersebut
"Kapan kau datang? kenapa kau tidak menghubungi kaka? bersama siapa kau datang? atau jangan jangan kau sudah berani membawa gadis kembali kerumah" ucap Lili tanpa henti
Erico hanya melebarkan senyumnya, dia melepas kerinduan terhadap kakanya membalas pelukan tersebut
"Mana calon suami kaka? apa kau datang berasamanya?" Ucap erico melirik ke arah pintu utama
Lili terdiam, Lina yg saat memperhatikan mereka dan mendengar ucapannya langsung mengalihkan pertanyaan erico dengan sapaan hangatnya pada Lili
__ADS_1
"Lili kau sudah kembali..
"Ayo bersihkan dirimu, mama akan membuatkan makanan favorit kalian berdua" Ucap Lina dengan lembut dan penuh perhatian
Lili masih terlihat kesal mencoba menybunyikan kekesalannya membalas perhatian Lina dnegan senyuman
"Aku akan membersihkan diriku kalian duluan saja nanti aku menyusul" Ucap Lili yg saat itu langsung melangkahkan kakinya menuju kamar
Erico yg tidak tahu apapun tidak mencurigai sikap dingin antara ibu dan dan kakaknya tersebut, ia hanya menarik tangan Lina dan membawanya ke meja makan. Erico terduduk menatap Lina yg saat sedang membuatkan makanan untuknya dan Lili
"Maaa bagaimana seseorang yg bernama robin itu? apa dia baik? Sepertinya kak Lili sangat mencintainya" Celetuk Erico
"Mmmm dia baik" Ucap Lina dengan singkat
Lili turun bersama Nathan, dia membawa sebuah kotak kiriman yg ia temukan di kamarnya
"maaa ini???
"Beberapa waktu kurir membawa kiriman itu kesini, dia mengatakan jika itu untukmu" ucap Lina yg saat itu sedang sibuk dengan wajan penggorengannya
"Dari siapa? tanya Lili sembari membuka kotak tersebut
"Dia tidak mengatakan identitasnya...
Nathan dan Erico memperhatika Lili yg saat itu sedang mencoba membuka tali tali yg mengikat kotak tersebut
__ADS_1
Like dan komennya😁❤️💋biar author makin semangat