
Mayyu membuka lemari pakaiannya, ia mengenakan pakaiannya dan mengeluarjan sebuah koper dari lemari tersebut hingga membuat Heliand terkejut keheranan, Mayyu memasukan semua pakaianya kedalam koper
"Tunggu tunggu Mayyu apa yg kau lakukan? kau mau pergi kmna?" ujar heliand
"Sudahlah Heliand, maafkan aku karna sudah salah paham, benar! pernikahan ini terjadi karna keterpaksaan. aku akan kembali kerumah orang tuaku, kau bisa mengurus perceraian secepatnya aku tidak keberatan" Ujar gadis itu dingin.
Dengan berat hati mayyu mengatakan hal tersebut, meskipun perasaannya sangat hancur menerima kenyataan pahit dalam hidupnya.
Heliand terkejut mendengar pernyataan itu dari Mayyu, ia langsung berpikir keras jika Mayyu pergi apa yg akan di lakukan Lia chan dan Nicko padanya, mereka pasti tetap akan menyalahkan Heliand dan namanya di daftar warisan pasti akan di coret oleh Nicko sang ayah.
"Tunggu tunggu apa yg kau lakukan? Aku, aku, kita harus bicara mayyu."
"Tidak ada yg harus dibicarakan heliand, maaf aku sudah salah paham, aku pergi."
Mayyu melangkahkan kakinya beranjak dari ruangan tersebut.
Spotan heliand menarik tangannya den memeluk mayyu dari belakang dengan sangat erat.
"Oke oke, aku salah maafkan aku, aku tidak akan bersikap bodoh lagi, maafkan aku"
Pria itunmencoba merayu sang istri, ia bahkan mengeluarkan tutur kata dengan penuh kehati-hatian dan penuh kelembutan.
Mayyu tidak meresponnya sedikitpun, air matanya menetes
"Usttt jangan menangis, maafkan aku."
"Percuma saja kau bersikap baik padaku, jika kau tidak memiliki perasaan sedikitpun terhadapku semuanya percuma" Gumam mayu dalam batinnya
Heliand memeluk mayyu dengan erat, ia bahkan mencium bahunya membelai rambut panjang wanita itu dengan lembut.
"Mayyu jangan pergi, apa kau tega meninggalkan aku sendirian disini??."
"Cukup Heliand, maaf aku sudah tidak bisa lagi, selama aku menjadi istrimu aku selalu menjalankan kewajibanku, aku bahkan selalu tidur larut malam karna menunggumu, wanita mana yg sudi ketika suaminya kembali ia menemukan noda lipstik, bau perempuan lain dari pakaian kotornya, apa semua ini belum cukup? untuk apa kau menahanku pergi?" Tegas Mayyu meninggikan suaranya dengan air mata yg berjatuhan
"Euuu Mayyu aku, aku akan merubah sikapku tapi tolong kau jangan pergi."
__ADS_1
"Maaf semuanya sudah terlambat" Mayyu lantas menarik kopernya keluar dari kamar tersebut.
Pergerakan Heliand dengan cepat menghadangnya ia bahkan mengunci pintu tersebut agar mayyu tidak keluar.
"Apa yg kau lakukan?, Heliand hentikan omong kosong ini."
"Omong kosong? istriku akan pergi meninggalkan ku jadi aku harus diam saja menurutmu?"
Mayyu memiringkan senyumnya menatap tajam heliand "setelah aku sudah tidak tahan dengan semuanya kau baru mengatakan aku adalah istrimu? apa kau bersikap layaknya seperti seorang suami terhadapku?"
Heliand bungkam, dia tidak bisa menjawab apa yg dikatakan mayyu karna semuanya memang benar, selama ia menikah, Heliand tidak perbah bersikap baik padanya. Pemuda itu menarik kopernya, ia membuka koper tersebut dan mengeluarkan pakaian untuk ia letakan kembali dalam lemari.
"Heliand apa yg kau lakukan??"
"Merapikan kembali pakaian istriku" Celetuk heliand tanpa rasa bersalah
Mayyu menarik koper tersebut dan Heliand menghentaknya
"Diammmmmmmm" Tegas heliand meninggikan suaranya hingga membuat Mayyu terdiam ketakutan
"Jangan membuatku kesal, menurutlah, maka aku akan bersikap seeprti apa yg kau mau" Ujar Heliand dengan nada suara terendah.
"Tapi-"
Belum sempat Mayyu menyelesaikan ucapannya, pemuda itu langsung mendaratkan ciuman lembut pada bibir istrinya hingga membuat Mayyu terkejut.
Heliand menciumnya dengan lembut, ia bahkan memeluk erat mayyu meskipun Mayyu tidak membalas ciuman tersebut.
"Apa kau percaya aku bisa berubah? aku belum terbiasa dengan status baruku, jadi tolong mengertilah."
Mayyu hanya tertunduk, wajahnya sedikit memerah ia tidak mengucapkan satu patah katapun.
"Oke, sepertinya dia mulai luluh, dasar gadis bodohh, aku hanya harus bersikap baik padanya dan papa mama tidak akan mencoret namaku dari daftar warisan." Gumam helian dalam batinnya
*****
__ADS_1
Lili terdiam di dalam mobilnya di parkiran perusahaan yg cukup besar, pandangannya tertuju pada lobi perusahaan ia mencari sosok laki laki yg tidak lain adalah jordan ayah kandungnya
"Ternyata dia adalah papa kandungku" Gumam lili dalam batinnya, terlihat pria gagah itu sedang memainkan ponselnya berdiri di depan lobi perusahaan. pandangan jordan tertuju pada Lili yg sedang berdiri di depan mobilnya, ia melangkahkan kakinya mendekati gadis cantik tersebut
"Lili?, kenapa kau disini??"
Lili hanya menatap sendu pria tersebut, matanya mulai menggenang.
"Apa kau bersama robin?" jordan melirik ke kiri dan kekanan mencari Robin di sekitarnya.
"Kau mencari siapa Lili???"
"Aku mencari ayahku" Ujar Lili dingin
Hal tersebut berhasil membuat jordan terkejut, pria itu berpikir, bagaimana bisa Lili megatakan hal tersebut, apa Lili sudah mengetahui kebenarannya.
"Lili kau?"
Jordan mencoba meraih rambut lili
"Jadi kau ayahku?"
Jordan tidak menjawab satu patah katapun ia hanya terdiam menatap wajah sendu Lili
"Kenapa kau harus menjadi ayahku?"
Tangisan Lili pecah ketika ia harus mengatakan hal tersebut pada jordan.
"AYAH YG TIDAK PERNAH MENGINGINKAN KEBERADAANKU?? KAU? AHH BUKAN!! KAU TIDAK LAYAK DI SEBUT SEBAGAI SEORANG AYAH" Celetuk Lili menjatuhkan air matanya.
Gadis itu lantas kembali masuk kedalam mobilnya dengan perasaan hancur.
"Lili tunggu lili" teriak jordan yg mencoba menghentikan Lili
Next Next❤️😘like dan komen vote sebanyak banyaknya💋❤️❤️😘
__ADS_1