
"Yuki tunggu,"
Erico terus mengejar Yuki, karna beberapa hari ini gadis itu selalu menghindarinya.
"Tunggu, kenapa kau terus menghindar?"
Yuki terus berjalan, raut wajahnya terlihat sangat dingin, bahkan Yuki selalu menolak, saat Erico menjemputnya. bukan bermaksud untuk tidak tahu diri, akan tetapi ini ia lakukan agar hidupnya tidak bergantung terus-terusan pada Erico. yang entah apa tujuan pemuda itu sebenarnya.
"Jawab pertanyaanku, kenapa kau terus menghindar."
Erico menarik tangan gadis itu, hingga Yuki hampir terjatuh di buatnya.
"Apa yang kau lakukan? lepaskan aku." tegas Yuki
Gadis itu menarik tangannya dari cengkraman Erico.
"Aku tidak ingin melihat wajahmu, apa kau puas."
"Iya, tapi kenapa?"
"Karna a-"
Hampir saja Yuki mengatakan segalanya, alasan kenapa ia menghindar dari Erico selama beberapa hari ini, Astaga Yuki itu seorang perempuan. tidak mungkin ia menyatakan perasaan yang sebenarnya pada Erico terlebih dahulu.
"Karna apa?" tegas Erico.
Dengan wajah mengerucut, ia mendorong Erico dan kembali melangkahkan kakinya meninggalkan pemuda tersebut.
"Yuki, ayo kita menikah."
Spontan langkah gadis itu terhenti, matanya membulat begitu ia mendengar ucapan tersebut keluar dari mulut Erico, bagaimana mungkin, yang Yuki inginkan adalah status kelasan atas kedekatannya selama ini dengan pemuda tersebut. lebih apa yang ia bayangkan, Yuki bahkan langsung di ajak menikah oleh Erico.
"A-apa yang kau bilang?" ucap Yuki dengan keadaan masih terkejut
"Apa?"
__ADS_1
"Tad kau bilang apa?" tegas Yuki
"Aku tidak mengatakan apapun." ucap Erico
Raut wajah Yuki kembali terlihat jengkel, Erico benar-benar semakin membuatnya kesal. gadis itu kembali memamlingkan tubuhnya, padahal ia sudah sangat berharap jika Erico serius dengan ucapannya.
"Dasar.. aku membencimu." tegas Yuki sambil berlalu
"Aku serius, ayo kita menikah,"
Yuki tidak menanggapi ucapannya, ia terus berjalan menjauh dari Erico.
"Aku mencintaimu."
Erico kembali menarik tangan gadis itu dan langsung mengecup bibir Yuki dengan penuh kelembutan, mata Yuki membukat sempurna, bagaimana tidak, ini di jalanan pusat kota, dan Erico menciumnya tanpa rasa malu saat itu. padahal jalanan sedang sangat ramai.
"Mmmm bodoh, kenapa kau menciumku disini."
Yuki mendorong tubuh Erico hingga pemuda itu melepaskan ciumannya.
"Dasar tidak tahu malu, tidak waras."
Erico terkekeh, ini alasan kenapa Erico tidak pernah membuang-buang waktunya untuk berpacaran, kedekatan saja harus disertai dengan adanya status, dan itu sangat merepotkan.
"Kita akan menikah, kenapa harus malu." ucap Erico santai
"STOP-" Yuki menajamkan tatapannya pada Erico, ia benar-benar sudah sangat merasa di permainkan oleh pemuda tersebut, "Jangan pernah mempermainkan perasaanku, jika hanya itu tujuanmu, sebaiknya kita tidak saling bertemu, untuk kebaikanmu. aku akan menggantinya setelah menerima gaji pertamaku."
Erico terdiam memiringkan senyumnya, di sisi lain Yuki terus memberikan kode-kode cinta untuk Erico, setelah Erico mengajaknya menikah ia masih mempersulit hal tersebut.
"Aku tidak main-main, aku mencintaimu ayo kita menikah."
Yuki menelan salivanya, ia tidak berkutik ketika Erico menyatakan hal tersebut dengan lantang dan jelas.
"Kau bohong, pasti kau sedang mempermainkan aku lagi." ucap Yuki dengan suara terendah
__ADS_1
Erico menarik tangan Yuki, entah kemana ia akan membawa gadis itu, dilihat dari wajahnya tidak ada tanda-tanda jika pemuda itu sedang bermain-main.
"Kau akan membawaku kemana? aku haru bekerja. ini sudah terlambat."
"Tentu saja kita akan menemui orang tuaku." celetuk Erico
Yuki sendiri sampai tidak percaya, seseorang yang selalu mempermainkannya, sekarang malah mengajaknya langsung menikah.
"U-untuk apa?"
"Meminta ijin untuk menikah. apa lagi?"
"Lepasss."
Yuki menarik tangannya dari Erico, dalam batin Erico kenapa seorang gadis sangat aulit untuk di mengerti.
"Ini terlalu cepat." tegas Yuki
"Lantas apa yang kau inginkan? aku menjadikanmu sebagai kekasih? lalu setelah itu aku mencampakanmu begitu saja? apa itu yang kau inginkan?"
Yuki terdiam, ia tertunduk dengan air mata yang menggenang. sebenarnya jika harus menikah ia belum siap, ia ragu. karna takut keluarga Erico tidak menerimanya, mengingat statusnya saja sangat berbeda jauh dengan pemuda tersebut.
"Ada apa? kenapa kau diam?"
"A-aku mencintaimu." ucap Yuki dengan auara bergetar
Degg..
Air mata Yuki mengalir, setelah ia bisa berkata jujur pada Erico.
"Aku tahu, itu sebabnya aku mengajakmu menikah." tegas Erico
Pemuda itu tersenyum tipis, dan menyeka air mata yang mengalir di wajah cantik Yuki. semakin kuat Yuki mencintai Erico, semakin kuat juga perasaan takutnya. ia sadar, siapa pemuda yang ia cinta, terlahir dari keluarga kalangan atas, tidak menutup kemungkinan jika orang tua Erico tidak menyutujui hubungan keduaya.
**AKU AJAH SAMPE LUPA SAMA LILI, KARNA KEASIKAN BIKIN PART HELIAND KEMARIN𤧠ASTEGONG...
__ADS_1
LIKE KOMEN DAN VOTE NYA YANG BANYAKKK**