
"Anakku."
Arden yang sedang bertapa segera membuka perlahan matanya, begitu mendengar suara perempuan seperti suara ibunya Hayati.
"Ibu?"
"Iya anakku," Hayati dan Arden saling berpelukan penuh haru.
"Ibu tidak menyangka, Paula tega memperlakukan mu seperti ini Arden."
"Ibu tahu jika ini hasil perbuatan Paula." ucap Arden.
"Iya nak, tapi kamu tidak usah khawatir. ibu sudah membawa tongkat pusaka mu dan juga batu mustika ini." ucap Hayati sambil menempel kan tongkat tersebut ke tubuh Arden, seketika tongkat itu menghilang seiring tubuh Arden, Rembo dan Hayati yang berubah seperti manusia yang sesungguhnya.
"Ibu ini sangat ajaib." ucap Arden Seolah-olah tidak percaya dengan penglihatan nya.
"Iya nak, tongkat dan batu mustika itu telah tertanam di tubuh kita, sehingga sekarang kita bisa berbaur dan berinteraksi dengan manusia tanpa mereka tahu siapa kita yang sesungguhnya. hanya orang-orang indigo dan mempunyai kemampuan khusus sajalah yang mengetahui siapa kita sesungguhnya." ucap Hayati.
"Aku sangat bahagia sekali ibu." memeluk Hayati.
"Ibu melakukan semua, demi kamu anakku." ucap Hayati penuh kasih sayang menatap anaknya yang terlihat sedikit kurus.
"Bagaimana dengan ayahanda raja Bu?"
"Baginda raja marah besar dan mengamuk, begitu tahu kamu menghilang. ibu memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil benda pusaka dan batu mustika dan langsung kabur dari istana, ibu tidak tahu bagaimana kondisi Zahara setelah dilukai oleh tongkatmu ini nak." terang Ibunda Hayati.
"Yang penting kita sekarang sudah hidup bebas ibu." ucap Arden bahagia begitu juga dengan Rembo.
__ADS_1
Kita harus tetap disini dulu, sampai bulan purnama nanti. setelah kita terkena cahaya kita akan menjadi seperti ini untuk segera." ucap Hayati .
"Iya ibu aku setuju, agar wanita ku benar-benar jatuh cinta dengan wujud ku seperti manusia." ucap Arden.
Di istana, setelah kemarahan raja mereda. dengan kondisi istana yang sudah porak-poranda. raja kembali tersadar setelah melihat istri muda nya tergeletak tidak berdaya.
"Permaisuri ku Zahara kamu kenapa bisa terluka separah ini, dan dimana Hayati?" ucap raja karena tidak melihat keberadaan istri pertama nya.
Zahara yang kritis tidak bisa menjawab raja, selain mengerang kesakitan. tubuhnya terasa remuk karena hantaman keras nau mustika dengan tongkat Arden.
"Tabib, cepat beri pertolongan pada Zahara segera." teriak Raja.
Tabib dan beberapa dayang langsung membopong tubuh Zahara kesebuah ruangan untuk diberi obat-obatan ramuan terbaik, sedangkan raja langsung mencari keberadaan Siti Hayati di setiap sudut istana, terakhir ruangan pribadi raja. yang langsung membuat raja syok begitu melihat ruangan pribadi nya yang berantakan dan batu mustika, serta tongkat kekuatan Arden yang ikut menghilang.
"Tidakkk....tidak.... Hayati awas kamu, berani-beraninya kamu melawan ku." tubuh Raja bergetar menahan kemarahan, namun kali ini dia tidak bisa mengamuk seperti semula. seiring batu mustika nya yang menghilang kekuatan raja juga sudah memudar.
***
Sementara dialam manusia Jeniffer dan Zein masih menikmati kebahagiaan nya, tanpa mereka ketahui sebentar lagi Arden akan merusak kebahagiaan mereka berdua.
Melihat gaya makan Zein yang belepotan, Jeniffer mengambil tissue dan membersihkan sisa-sisa kecap di bibir Zein. membuat Zein terdiam dan merasa tersentuh wanita untuk kedua kalinya setelah Badriah.
"Ceiye....,, Sssoouuwiiyytt,, romantisnya" ucap orang-orang yang melihat tingkah mereka. membuat Jeniffer tertunduk malu.
“Uda hebat yo, bisa punya pacar bule. .. rancak Pulo." Ucap mereka.
Sementara Zein berdiri membungkuk kan badan mengucap terima kasih, dan mengajak Jeniffer meninggalkan tempat makan lesehan.
__ADS_1
"Jeniffer kita kesana yuk?" ucap Zein, karena begitu banyak hal yang ingin Zein perlihatkan pada Jeniffer. yang selama ini hidup mewah dan belum pernah mencoba dan merasakan indahnya berbaur dengan masyarakat secara langsung. apalagi seperti di pasar tradisional ini.
Jeniffer berlari-lari kecil sambil berpegangan tangan dengan Zein, mereka memasuki toko khusus aksesoris berbagai pernak-pernik khas daerah. ada juga yang berupa topi dan kaca mata lucu, Jeniffer begitu menyukai dan mencoba satu persatu dan menjadi kan Zein sebagai model nya.
"Bagaimana Tuan Putri, apa anda merasa puas jalan-jalan ala rakyat jelata ini ?” tanya Zein sambil memainkan Tali Tas yang baru mereka beli.
Belanja di pasar tradisional ini selain harga jual yang terbilang murah juga bisa berbaur langsung dengan masyarakat dan tradisi menawarkan harga masing-masing dengan berteriak ada juga dengan gaya yang lucu, membuat orang berkerumun sambil menawarkan obat herbal dan ramuan tradisional. membuat Jeniffer tertawa bahagia, karena ini merupakan pengalaman pertama baginya.
Selama ini Jeniffer hanya menghabiskan waktu dengan jalan-jalan ke pusat perbelanjaan mewah, dan bersenang-senang bersama teman-temannya di seabuah Club malam ternama meskipun dia tidak pernah melakukan *** bebas. berbelanja di butik dan Mall termegah tidak pernah terbayang kan oleh nya bakal menempuh dan berbaur dengan masyarakat seperti ini.
Apa lagi jatuh cinta pada laki-laki yang begitu banyak memiliki perbedaan mulai dari suku bangsa sampai kebudayaan mereka masing-masing. namun rasa cinta Jeniffer yang kuat sehingga mengalahkan semuanya, perbedaan bukan lah yang sulit dan hambatan bagi cinta mereka berdua.
“Sayang aku sangat puas sekali, ini sangat menakjubkan.” Ucap Jeniffer tersenyum bahagia.
Setelah membeli beberapa barang yang disukai Jeniffer, mereka kembali untuk pulang mengingat sudah sangat sore. meskipun Jeniffer mereka belum puas dan masih ingin berjalan-jalan menikmati sesuatu yang baru baginya.
Pesta pernikahan....,
Sebuah gedung besar dan mewah ini sudah didekorasi sedemikian indah, tidak tanggung-tanggung Arya juga mendatangkan beberapa artis daerah dan ibu kota ikut memeriahkan pesta pernikahan Zein, yang lebih merakyat. Karena Zein tidak memilih-milih tamu undangan yang datang.
Jeniffer tampil sangat cantik, semua mata tertuju pada gadis yang mengenakan pakaian adat pengantin. Begitu juga Zein yang terlihat sangat gagah dan tampan.
Dari kejauhan, kedua orang tua Badriah yang ikut hadir merasa malu, dia tidak menyangka Zein yang dulunya mereka pandangan sebelah mata. Sekarang sudah menjadi orang kaya dan sukses, menjabat sebagai asisten pribadi seorang pengusaha terkaya.
Bahkan Zein juga mendapatkan istri yang jauh lebih cantik, dibandingkan dengan anaknya yang dulunya mereka banggakan Badriah. yang sekarang sudah berstatus janda muda, karena suaminya meninggal setelah perusahaan nya mengalami bangkrut total.
“Andaikan dulu kita bersabar, dan mau menerima Zein. mungkin sekarang Badriah lah yang duduk disamping nya.” Ucap mereka menyesal.
__ADS_1
Sementara Badriah lebih memilih menyembunyikan dirinya, berbaur dengan banyak nya tamu undangan. dia menatap pancaran kebahagiaan Zein dan Jeniffer yang tengah sibuk menyalami para tamu undangan.