
Satu bulan berlalu...,
Setelah memutuskan untuk hidup dialam manusia, bersama pengawal setianya, Arden mengganti nama panggilan sebagai Zerzio, seorang pengusaha pemilik perkebunan kelapa sawit yang luas dan beserta pabriknya.
Berdasarkan informasi, banyak masyarakat sekitar yang menjual lahan perkebunan nya dengan harga mahal pada Zerzio, sehingga dalam waktu singkat Zerzio hampir menguasai perkebunan didaerah ini, kecuali perkebunan milik keluarga Zein yang tidak tergoda dengan iming-iming uang dengan jumlah banyak oleh Zerzio.
Asisten pribadi nya Rey (Rembo) sangat cekatan, dan bisa diandalkan dalam berbagai bidang, sehingga Zerzio sangat puas dengan hasil pekerjaan sang asisten pribadinya itu, tidak seorangpun yang mampu mengungkit jati diri mereka yang sesungguhnya, mengingat batu mustika yang diberikan permaisuri Hayati mampu melindungi zerz dan Rey.
Dengan uangnya, Zerzio juga tidak serakah. dia bahkan membantu masyarakat sekitar dengan mendirikan sekolah dan pengobatan gratis, bagi masyarakat perekonomian menengah kebawah.
Pagi ini Zerzio masih meringkuk dikasur empuk , dengan kamar yang luas dan mewah, hidup nya memang indah bak Pangeran sungguhan di dunia nyata.
"Tuan, hari ini kita ada rapat besar." Rey datang menunjukkan agenda kerja Zerzio pagi ini.
"Okey, aku akan segera bersiap." berjalan menuju kamar mandi, setelah itu Zerzio sudah berubah menjadi, seorang CEO yang tampan dan baik hati.
Dengan langkah gagah, Zerzio memasuki gedung Perusahaan. membuat para karyawan mereka berdiri memberi hormat dan berdecak kagum dengan ketampanan nya itu.
__ADS_1
Meskipun sudah sibuk sebagai CEO, Zerzio tidak pernah lupa tujuan utamanya pergi ke alam manusia ini, sehingga selesai rapat, dia langsung menuju pasar tradisional.
"Benarkah, wanita ku sekarang sedang berjalan-jalan di pasar tradisional itu Rey?" tanya Zerzio.
"Benar tuan. mengingat ini hati terakhir mereka disini!"
"Memangnya mereka akan pergi jauh?" Arden mulai resah.
"Ya, dia akan pindah ke pusat kota. untuk melanjutkan sekolah nya." terang Rey.
"Pusat kota." ulang Zerzio seperti berfikir.
***
Pagi yang cerah, sangat sesuai dengan suasana hati Safira dan Stevani. mereka berdua berniat jalan-jalan menuju pasar tradisional, yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Villa.
"Tempat apa ini Fira, kelihatan nya sangat unik dan menyenangkan." Stevani tersenyum ramah, pada orang-orang yang menatap dan menyapa mereka.
__ADS_1
"Wah ngak nyangka ya, pasar kecil ini sekarang banyak juga didatangi wisatawan dan bule-bule cantik." terdengar obrolan-obrolan pedagang kaki lima, ketika Safira dan Stevani melintasi dan melihat-lihat pernak-pernik yang mereka jual.
Tengah asyik memilih-milih, seorang yang tengah berjalan cepat menabrak tubuh Safira dari belakang.
"Bruuuaggkk," Safira yang oleng tidak sanggup menjaga keseimbangan tubuhnya, hingga dia ambruk jatuh ketanah, sambil memegangi pantatnya yang tersadar sakit.
Sedangkan Stevani, bukan nya langsung membantu. malah melonggo menatap terpukau wajah pria tampan yang berjalan tergesa-gesa hingga menabrak tubuh sahabatnya itu.
"Maaf aku tergesa-gesa, hingga tanpa sengaja menabrak mu cantik." mengulurkan tangannya kearah Safira untuk membantu gadis cantik itu untuk berdiri kembali.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?." ucap Safira menatap lekat wajah tampan dihadapannya.
"Iya, karena lokasi Villa kita berdekatan. tapi aku jarang di Villa sekarang mengingat kesibukan ku sebagai manusia menyita banyak waktu." terang Zerzio tanpa sadar. Safira mengerut kan keningnya bingung, begitu juga dengan Stevani.
"Maaf, maksud ku. aku benar-benar sibuk Akir ini." ulang Zerzio.
"Kita belum berkenalan, meskipun ini pertemuan kita bukan untuk yang pertama kali nya." ucap Zerzio sambil mengulurkan tangannya kembali kearah Safira.
__ADS_1
"Namaku Safira, dan ini sahabat ku Stevani." balas Safira, sambil berusaha menyembunyikan senyum dan rasa malu. ketika teringat kembali pada Mimpi basahnya bercinta dengan Zerzio malam itu.
"Aku Zerzio."