One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Penampakan Rembo


__ADS_3

"Kita ke taman itu yuk, biar bisa ngobrol-ngobrol dengan bebas." aja Arden.


"Okey." jawab Safira yang diikuti Stevani.


"Eee ..... kalian tidak bisa main pergi-pergi aja. ganti rugi dulu." ucap Abang pedagang kaki lima yang terlihat kesal, karena jualan nya berserakan dan ada yang rusak tersengol tubuh Safira ketika jatuh ketanah barusan.


"Berapa semua, saya akan mengganti nya." ucap Zerzio sambil mengeluarkan dompet yang tebal. membuat Abang penjual tersebut mengulum senyum sambil menyebutkan sejumlah nominal yang harus diganti oleh Arden, bisa saja Arden mengunakan kekuatan agar barang-barang berserakan itu utuh kembali, tapi dia tidak ingin jati dirinya akan terbongkar apalagi dihadapan Safira.


Mereka berjalan santai menuju sebuah taman, sambil membawa beberapa belanjaan Safira. yang merupakan kenangan-kenangan yang akan dibawanya ke kota nanti, sebagai bukti jika dia sudah mengunjungi kampung halaman sang ayah Zein.


"Safira, Stevani. ini minuman segar yang sangat enak cobain dulu ya." tawar Arden sambil memanggil pelayan kafe yang tidak terlalu jauh dari lokasi taman.


"Boleh juga." jawab kedua gadis itu serempak, sambil mencuri-curi pandang pada wajah tampan Arden. yang begitu memukau. seakan-akan percintaan mereka yang seperti mimpi bagi Safira kembali melintas.


"Aduuuuuh...aku kembali teringat pada Mimpi mesum itu lagi, meskipun aku sudah berusaha untuk melupakan nya. tapi setelah bertemu dengan Zerzio lagi, rasanya aku kembali merindukan sentuhan nya." Gumam Safira yang perang batin dengan perasaan nya sendiri.


Rembo yang sedang dalam mode maklum halus, senyum-senyum sendiri melihat tingkah pangerannya. dia terus mengikuti langkah kaki Zerzio dan Safira.

__ADS_1


"Kamu siapa? dan untuk apa kamu mengikuti kami terus?" ucap Stevani membuat semua terlonjak kaget, terutama Rembo yang tidak menyangka Stevani mampu melihat dirinya yang ikut duduk dibelakang Arden.


"Maksudmu apa Stevani?" ucap Safira menatap aneh pada sahabatnya.


"Safira, kamu lupa ya pada kemampuan ku dahulunya." bisik Stevani.


Safira kembali teringat, jika sahabatnya ini mampu melihat maklum astral tak kasat mata.


"Bukankah kemampuan mu sudah dihilangkan?" ucap Safira teringat Stevani dulunya sering berteriak dan menangis ketakutan dengan kemampuannya tersebut, sehingga orang tuanya berusaha untuk menghilangkan nya dengan membawa seorang pintar.


"Teman kamu kenapa?" Zerzio melirik kiri dan kanan, mencari-cari posisi keberadaan Rembo, seolah-olah dia tidak melihatnya.


"Pangeran aku disini, dihadapan mu. jangan berlagak seolah-olah kamu ikut ketakutan dan tidak melihat keberadaan ku." bisik Rembo kesal.


"Oya sebaiknya kita kembali ke Villa, aku rasa tempat i i tidak aman untuk gadis secantik kalian berdua, aku akan mengantarkan kalian pulang." tawar Zerzio.


"Okey, kami setuju." berjalan menuju mobil Zerzio terparkir.

__ADS_1


Saat hendak memasuki mobil keluaran terbaru itu, Stevani kembali berteriak kesal.


"Hey makhluk astral, please jangan ikuti kamu tetus." bentak Stevani kesal karena Rembo berniat duduk disebelah nya, sehingga dia ingin turun. melihat hal itu Safira segera masuk dan duduk disebelah stea.


"Kamu ngomong apaan sih, bikin merinding tau." balas Safira memegangi tengkuknya.


"Iya Fira, temanmu ini aneh dech. meskipun aku cowok pemberani tapi jika berhubungan dengan makhluk halus aku sedikit merinding juga." jawab Arden sambil ikut memegangi tengkuknya.


Hal itu membuat Rembo sangat kesal pada pangerannya, yang seolah-olah tidak menganggap keberadaannya lagi.


"Pangeran tega memperlakukan ku seperti ini?" ucap Rembo yang sekarang sudah duduk disebelah Arden.


"Salah kamu sendiri, ngapain pakai mode maklum halus." ucap Arden tanpa sadar memarahi Rembo.


"Zerzio, kamu ngomong sama sapa, dan apa maksudnya?" ucap Safira penasaran.


"Ti....tidak, aku..." Zerzio kebingungan harus menjawab apa.

__ADS_1


__ADS_2