One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Kembali ke Meksiko


__ADS_3

Arden mengerang kesakitan, dia tidak kembali pulang ke villa, dia tidak ingin sang ibu Hayati akan kembali sedih melihat kondisi nya yang mengenaskan. Arden menyeret langkah kakinya memasuki Rumah sakit terbesar di alam nya.


Perawat langsung membawa tubuh Arden keruangan perawatan, dan memberikan pertolongan pertama sampai dokter masuk memeriksa kondisi nya.


"Pasien ini kenapa?" ucap dokter Angel sahabat baik Arden.


"Kami tidak tahu dok, pasien ini langsung pingsan begitu sampai di lobby Rumah sakit. seperti dia korban kecelakaan hebat, tapi beberapa bagian tubuhnya seperti luka bakar." ucap mereka sambil membersihkan luka di sekujur tubuh Arden.


Angel mempertajam penglihatan nya, ketika wajah Arden sudah dibersihkan. dia seakan-akan tidak percaya seorang pangeran yang merupakan sahabat sewaktu SMA di atas awan dulu terluka separah ini.


"Arden?"


"Ya dia benar-benar Arden, tapi kenapa kondisi nya seperti ini. dan dimana para pengawal nya." Gumam Angel yang kemudian memerintahkan perawat untuk menghubungi pihak kerajaan dan memberitahukan kondisi Arden yang kritis.


Baginda raja syok mengetahui kondisi anak kesayangannya, semula dia sangat marah dan tidak peduli lagi mengingat Arden yang kabur dari Rumah, termasuk Hayati dan Rembo. namun naluri nya sebagai seorang ayah, membuat sang raja luluh sehingga mau tidak mau dia pergi kerumah sakit untuk melihat kondisi Arden.


"Bagaimana kondisi Arden sekarang?" ucap raja menatap Arden yang masih terdiam dibantu beberapa peralatan di tubuhnya.

__ADS_1


"Pangeran terluka parah, Baginda raja. sekarang kondisinya kritis dan masih koma." terang dokter Angel.


"Arden, ini semua kesalahan mu nak, semoga dengan kejadian ini kamu bisa sadar dan melupakan anak manusia itu." Gumam Raha sedih.


Raja menyentuh kening Arden, untuk bisa berkomunikasi dengan Hayati dan Rembo, raja juga menyampaikan pesan agar Hayati kembali pulang ke kerajaan. bersama-sama mengurus dan merawat Arden yang sedang terluka. raja juga sudah memaafkan kesalahan Hayati, Arden dan Rembo.


Raja juga mengatakan akan memulai kehidupan mereka yang Harmonis dan bahagia seperti dulu lagi, dengan menghapus ingatan Arden tentang gadis keturunan anak manusia.


Hayati yang mendapat pesan dari sang raja langsung syok, air mata kembali membanjiri wajah cantik nya, begitu mendengar jika anaknya Arden kembali terluka. begitu juga Rembo yang seringkali memperingatkan Arden agar berhenti dan belajar melupakan Jeniffer.


" Anakku Arden hu...hu...ibu sangat menyayangi mu nak, tolong berhenti lah mencintai anak manusia itu. " Gumam Hayati.


***


Dialam manusia, Jeniffer sudah terlihat kembali bersemangat. dia tidak pernah bertemu dengan Arden baik melalui mimpi atau secara nyata dan bawah sadarnya.


Hal itu membuat Zein dan ustad Usman bernafas lega, paling tidak usahanya untuk membantu pengobatan Jeniffer dari pengaruh gaib berhasil.

__ADS_1


Jeniffer terlihat sangat cantik dengan pakaian tertutup dan hijab, yang membuat penampilan nya terlihat elegan dan anggun.


"Pak Usman, aku ingin mengajak Jeniffer pulang ketanah kelahiran nya Meksiko, agar kami benar-benar terhindar dari makhluk itu." ucap Zein.


"Bapak rasa makhluk itu tidak akan berani kembali, karena ingatan makhluk gaib tentang Jeniffer sudah dihapus oleh orang tuanya. jadi bapak rasa Jeniffer aman dari gangguan nya lagi.." Ucap pak Usman.


"Syukurlah jika begitu, tapi kami tetap harus pergi ke Meksiko. kedua orang tua Jeniffer yang mengetahui hal ini. bersikeras agar Jeniffer anak mereka satu-satunya kembali pulang kesana." terang Zein.


"Baguslah, pesan bapak ingatan istri mu untuk selalu sholat dan mendekatkan diri pada Allah SWT." pesan pak Usman.


"Baiklah pak, saya tidak akan pernah melupakan kebaikan dan bantuan pak Usman." terang Zein terharu, mereka berpelukan.


Karena pak Usman tidak mau menerima jumlah uang yang diberikan oleh Zein, karena dia sangat ikhlas membantu Jeniffer, sehingga Zein akirnya menyumbang kan pada perkembangan dan pembangunan pesantren yang dipimpin pak Usman. termasuk memberikan bea siswa pada murid pesantren yang berprestasi.


Pagi ini Zein pamit pada keluarga besar nya, mereka terlihat sedih berpisah dengan Zein dan Jeniffer.


"Ujang, titip Mandeh yo." ucap Zein karena Mandeh tidak mau diajak untuk tinggal di Meksiko, Mande lebih suka tinggal dikampung halaman nya bersama sibungsu dan saudara-saudara nya, termasuk Ujang yang merupakan pelayan setia keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2