One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Jalan-jalan ke alam manusia


__ADS_3

"Safira sayang, bagaimana jika kamu tinggal bersama nenek saja dan saudara-saudara papa yang dikampung, agar lebih aman dan nyaman" bujuk Zein.


"Iya pa, Safira pasti mengunjungi saudara-saudara kita dan nenek terlebih dahulu, baru setelah itu Safira liburan di Villa. sampai Safira mendaftar kuliah di Jakarta." balasnya lagi.


"Jadi kamu juga ingin kuliah di indoneia?" ucap Jeniffer.


"Tentu ma, entah kenapa Safira pengen sekali berbaur dan tinggal di negara kelahirannya papa." balasnya.


"Okey, baiklah kami akan memperkerjakan bodyguard untuk menjaga mu nantinya." ucap Jeniffer.


"Aaaagghhh tidak perllu, mama dan papa percaya deh, Safira bisa jaga diri. lagian ada Stevani sahabatku." terang Safira tersenyum manis mencoba kembali merayu Mama dan papanya.


Zein dan Istri nya, terhenyak pasrah meskipun mereka yakin anaknya bisa jaga diri, namun mereka terlihat berat melepas anak kesayangannya itu.


Malam ini Safira begitu antusias, dia mengemasi semua barang-barang pribadinya. sebuah koper besar sudah siap. begitu juga dengan Stevani yang merupakan sahabat baik Safira Sedati kecil. sehingga mereka tidak mau berpisah.


"Safira, jika kamu adalah masalah segera hubungi kami, atau Om Arya dan Tante Sanum ya." bujuk Jeniffer.

__ADS_1


"Tentu ma" balas Safira kembali sibuk dengan kegiatan nya merapikan pakaian untuk dimasukkan ke dalam koper.


Senyum tidak lepas dibibir Safira, dia begitu bahagia setelah mendapat izin dari kedua orang tuanya, meskipun dia harus menempuh waktu lama untuk meyakinkan dan mendapatkan izin dari orang tuanya.


Pagi hari nya, ....


Safira terbangun, dia langsung bergegas membersihkan tubuhnya dan mengenakan pakaian terbaik, dan turun kebawah sambil menyeret kopernya.


"Safira sayang, kamu cantik sekali nak." puji Jeniffer sambil menyiapkan sarapan.


"Tentu ma, Safira tidak sabar lagi untuk segera sampai di indoneia." balasnya.


"Kita ketemuan langsung di bandara saja ma." balas Safira seraya meminum segelas susu coklat kesukaan nya.


"Okey bersiaplah, biar papa yang nganterin ke bandara." balas Zein.


Jarak tempuh bandara dan Rumah Jeniffer tidak terlalu jauh, sehingaa tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk segera sampai disana.

__ADS_1


"Tuh lihat ma, Stevani sudah nungguin aku." ucap Safira melihat Stevani yang sudah berdiri ditemani orang tua nya.


"Hati-hati ya nak." Jeniffer memeluk lama sang putri, begitu juga dengan Zein. mereka menatap sedih Putri mereka.


"Iya ma," balas Safira yang juga memeluk keluarga Stevani yang ikut sedih melepaskan kepergian mereka berdua.


***


Di alam gaib, Raja dan istrinya menatap sedih Arden, yang semakin hari semakin memprihatinkan. permaisuri Hayati terus-menerus menangis sambil membelai rambut Arden yang sudah memanjang.


"Bagaimana ini suamiku, aku tidak sanggup jika melihat Arden putra kesayanganku terus menderita seperti ini...hu...hu.." terang Hayati.


"Aku juga merasakan hal yang sama permaisuri, bagaimana jika kita membawa pangeran untuk jalan-jalan ke alam manusia, siapa tahu dia bisa disembuhkan dan semangnya kembali lagi." bujuk Rembo.


Ucapan Rembo membuat raja dan permaisuri terkejut,


"Aku rasa indemu bagus juga Rembo." balas raja sambil mengusap-usap kumisnya. hal itu sontak membuat Rembo dan permaisuri terkejut, karena mereka semula mengira Raja pasti tidak akan memberikan mereka izin.

__ADS_1


"Syukurlah, terimakasih atas izin yang telah Raja berikan." balas Rembo bahagia.


"Besok pagi ajak lah Arden pergi, aku percaya kamu bisa mengembalikan pangeran seperti dulu lagi." balas permaisuri.


__ADS_2