One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Jiwa jomlo Rembo


__ADS_3

"Kita langsung ke apartemen ya." ucap Safira sambil menarik koper mereka Masing-masing menuju taxi.


"Okey."


Safira dan Stevani besok akan mulai mendaftar kuliah disalah satu perguruan tinggi di Jakarta, mereka memutuskan kuliah dan tinggal diapartemen yang dulunya ditempati oleh Zein, ayahnya Safira.


Safira dan Stevani duduk bersebelahan, sementara Rembo yang mengikuti ikut duduk disebelah pak sopir. Stevani menatap tajam kearah Rembo, namun dia tidak bersuara. karena tidak ingin dianggap aneh oleh sopir tadi, dan Safira juga nantinya tidak akan merasa nyaman. sehingga Stevani memilih diam dan pura-pura mengabaikan Rembo. selama perjalanan mereka lebih banyak diam, hingga sampai didepan lobby apartemen yang luas.


"Cantik berat ya?" tanya Rembo yang ingin membawakan koper Stevani.


"Diam, atau pergi sekarang juga dari hadapan ku." ucap Stevani yang begitu kesal. sehingga membuat orang-orang disekitar melirik kearahnya.

__ADS_1


"Udah Stevani, malu dilirik orang-orang tau." bisik Safira yang yakin jika mereka masih diikuti Rembo.


Safira langsung menuju kantor pemasaran, dan mengambil kunci apartemen yang sudah lama tidak ditempati, namun masih terlihat rapi dan bersih. karena mereka membayar pelayan untuk membersihkan nya sekali seminggu meskipun tidak ditempati lagi.


"Wah, ternyata apartemen ini sangat bagus dan mewah, dan juga sangat nyaman." puji Safira yang baru kali pertama nya memasuki apartemen milik papanya ketika masih melajang.


Apartemen mewah itu memiliki dua lantai, sehingga Safira menempati lantai dua kamar Zein dulunya, sedangkan Stevani berada dilantai satu. yang tidak kalah bagusnya dibandingkan kamar Safira.


Kamar Safira menghadap pusat perkotaan yang sangat indah dengan gemerlapan lampu-lampunya, sedangkan disisi kiri terdapat taman kecil dan kolam renang.


Safira turun dengan pakaian santai, namun dia sengaja mengenakan pakaian agak tertutup, dia yakin makhluk halus yang mengikuti Stevani masih berada diapartemen, sehingga Safira tidak ingin tubuh indahnya dinikmati juga oleh makhluk itu, meskipun sesungguhnya Rembo tidak akan berani. melirik calon wanita idaman sang pangerannya.

__ADS_1


Setelah menerima dan membayar pesanan makanan yang baru saja sampai, Safira mengetuk pintu kamar Stevani.


"Vani makan malam dulu yuk, habis itu baru kita lanjut tidur nya." ajak Safira.


"Iya sebentar, aku ganti pakaian dulu." jawab Stevani dari dalam kamar.


Rembo segera pergi dan bersantai di balkon depan kamar Stevani, dia tahu jika saat ini Stevani sedang berganti pakaian, bagaimana pun dia jin normal yang mempunyai gairah dan *****, apalagi melihat tubuh wanita yang dicintainya. sehingga Rembo lebih memilih untuk menahan dirinya dan menjauh dulu.


"Ternyata dia mempunyai ***** juga, sehingga langsung menjauh begitu melihat ku keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk kecil ini." Gumam Stevani mengintip dari balik jendela saat Rembo yang duduk sambil membelakangi nya.


Mereka menikmati makan malam dengan diam, dan larut dengan pikiran masing-masing, Safira yang terlebih dahulu siap. berdiri dan pamit menuju kamarnya.

__ADS_1


"Vani aku istrahat dulu ya, dan hati-hati jika makhluk itu mengganggu mu lagi. terpaksa kita harus memangil pak ustad agar kamu dirukiah." jawab Safira.


Rembo yang mendengar langsung terlonjak kaget' dan ketakutan, bagaimana pun dia belum siap untuk berpisah dari gadis cantik yang sudah membuat jiwa jomlo akutnya kembali meronta-ronta.


__ADS_2