One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Pertarungan Arden


__ADS_3

"Ayolah Arden, aku sudah sangat siap sayang." Paula terus berusaha untuk membujuk Arden.


Paula melirik tabib yang bersembunyi di balik semak-semak, dia segera memberi kode dengan bahasa tubuhnya. meminta tabib untuk menambah dan menghembuskan serbuk itu agar tidak ada lagi keraguan di hati Arden untuk menggaulinya yang sudah tidak sabaran lagi.


Paula seperti cacing kepanasan, mengeliat tanpa arah. karena sudah lama dia begitu merindukan sentuhan Arden. yang merupakan cinta pertamanya.


Arden terpental jatuh, disaat genting seperti itu, batu mustika yang ditanamkan di tubuh Arden langsung berfungsi. Arden menguce-ngucek matanya, memastikan penglihatan nya yang samar, wajah wanita dihadapannya itu berubah-ubah antara Safira dan wajah Paula yang menyeramkan.


"****** kamu Paula, ternyata kamu kembali ingin menjebak ku dengan tipu muslihat mu ini." Arden yang begitu emosi langsung menghadang Paula.


"Ha....Ha....dan aku baru sadar, ternyata ada calon Raja di bangsa kita ini, yang sangat mudah sekali tertipu oleh ku." ucap Paula tertawa meremehkan Arden.


Arden yang emosi langsung menyerang Paula, baku hantam pun terjadi kembali antara Arden dan Paula. Arden berhasil menghantam dada Paula, yang dulunya pernah terluka parah karna serangan dari Arden.

__ADS_1


Brrruuggghh aahh." Paula terpental, namun dia tidak menyerah dan bangkit kembali menyerang Arden.


"Plackk... brugghhh," emosi Arden yang sudah di ubun-ubun, tidak memperdulikan lagi, dia memukul secara membabi buta, hingga Paula muntah darah.


Paula jatuh dari ketinggian Rumah pohon yang tadi menjadi tempat bermesraan mereka, tubuhnya yang terluka melayang-layang kebawah, dengan sigap tabib menangkap tubuh Putri nya.


"Aku peringatkan pada kalian berdua, jangan pernah ganggu kehidupan ku lagi. terutama kamu wanita iblis. ingat ! aku bukan siapa-siapa mu lagi jadi jangan bermimpi terlalu tinggi untuk mengharapkan cintaku." balas Arden berbalik meninggalkan tempat itu.


"Putri....Putri.... bertahanlah." ucap tabib.


"Tentu Putri, aku akan membantumu hu...hu..." tangis tabib disela-sela tangannya yang sudah mengepal geram melihat Arden yang melangkah meninggalkan tempat itu.


"Putri pegang tanganku, kita berdua harus menyatu untuk melawan nya." ucap tabib sambil menyatukan tanda yang terdapat ditangan Putri dengan tangannya, perlahan tubuh tabib merasuk melalui tanda tersebut dan menyatu dengan tubuh sang Putri Paula.

__ADS_1


"Berhenti kamu Arden ha...Ha....lawan aku jika kamu betani, jangan hanya berani pada putriku saja." terdengar suara tabib dalam tubuh Paula yang tiba-tiba menghadang Arden dari depan.


"Okey, jika ini memang keinginan kalian berdua." ucap Arden maju sambil memberikan serangan, namun sekarang lawannya bukankah sembarangan, namun perpaduan kekuatan gaib tabib dan Paula.


Mereka berhasil melukai Arden, menyerangnya tanpa ampun. meskipun semula Arden masih mampu untuk mengelak namun sekarang dia tidak sanggup lagi begitu tubuhnya terhempas jatuh dari ketinggian dan jatuh kedasar sungai yang mempunyai arus sangat deras.


Tubuh pangeran yang terluka terhempas diantara bebatuan tajam yang menghujam kulitnya, seta kepala Arden senyum!Pat beberapa kali terbentur batu.


Menyaksikan kondisi Arden yang mengenaskan, tabib tertawa puas dari atas ketinggian tempat nya berdiri.


"Rasain kamu, dasar laki-laki sombong." ucap tabib yang juga segera kembali pulang, mengingat kondisi tubuh Paula yang digunakan untuk menyerang Arden juga dudah semakin melemah, tubuh perempuan itu kembali mengeluarkan muntahan darah segar, kali ini i lebih banyak dari semula.


Tabib segera keluar dari tubuh Paula, lalu menggendongnya pergi. saat melihat tubuh Paula yang sudah tidak sadarkan diri lagi.

__ADS_1


"Putri aku mohon bangun dan bertahanlah..." ucap tabib berpacu dengan waktu untuk segera mengobatinya.


__ADS_2