One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Mencari Arden


__ADS_3

Benturan keras di kepala Arden, membuat laki-laki tampan itu tidak sadarkan diri, meskipun sudah masuk hari keempat dia dirawat DiKerajaan bawah laut. Arden mersa seluruh tubuhnya terasa kaku dan sangat sulit untuk digerakkan kembali, sehingga denyut nadi Arden sajalah yang menandakan jika dia masih hidup.


Rembo yang mendapatkan dignal pemberitahuan jika Pangeran Arden menghilang langsung syok, dia sangat panik dan langsung pulang menuju bukit Savana kembali untuk menghadap sang permaisuri.


Tidak butuh waktu lama bagi Rembo dia sudah sampai didepan pintu gerbang istana raja yang berdiri megah ditengah-tengah pusat kota perbukitan Savana, tempat yang sangat indah. yang pernah dilihat Stevani Dalam Mimpi nya sewaktu dalam pesawat.


"Permaisuri." ucap Rembo begitu menghadap permaisuri yang Mondar-mandir menunggu kedatangan nya.


"Rembo." ucap permaisuri begitu melihat kedatangan Rembo.


"Bagaimana bisa, Pangeran Arden menghilang tanpa jejak seperti ini permaisuri." tanya Rembo.


"Entahlah, sebelum menghilang Arden sempat pergi ke telaga. setelah itu dia kembali lagi. meskipun para prajurit kerajaan sudah dikerahkan untuk mencari nya, bahkan sampai ke alam manusia namun tidak menunjukkan hasil." permaisuri kembali menangis.

__ADS_1


"Aku harus pergi mencarinya langsung, karena hanya aku yang bisa mencium secara langsung bekas tempat yang pernah dilalui pangeran." ucap Rembo.


"Ya Rembo, aku sangat berharap sekali pada mu. bawa juga lah tongkat keramat milik Arden ini. semoga bisa menolong mu selama pencarian pangeran." ucap Hayati.


"Terimakasih permaisuri, aku berangkat dulu." balas Rembo yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk segera menemukan sang pangerannya.


Rembo mendatangi telaga, suasana dia kembali menerawang kejadian beberapa hari yang lewat ditempat itu berdasarkan robekan pakaian Arden yang tertinggal di tepi telaga.


Rembo memejamkan matanya, kilasan tipu daya Paula yang berubah menjadi Safira terlihat jelas, serta perkelahian antar Paula, tabib melawan Arden. hingga Arden terpental jatuh hingga kedasar sungai yang berarus deras sangat kencang.


Keringat dingin membasahi tubuh Rembo, dia sangat syok melihat kejadian barusan. kecemasan melanda nya meskipun pangeran Arden bisa hidup di dua alam, tapi kondisi nya yang terluka parah membuat hati Rembo tersayat sedih.


"Aku harus menyelusuri arus sungai, aku yakin pangeran Arden pasti bisa bertahan." Gumam Rembo yang mengunakan kekuatan nya untuk turun dari ketinggian menuju dasar sungai dan memulai pencarian nya.

__ADS_1


***


Pagi yang cerah, Safira terbangun dari tidur nyenyak nya, meskipun sudah dua hari ini dia sering mimpi buruk tentang Zerzio. tapi Safira tidak bisa bertemu lagi, bahkan untuk sekedar berkomunikasi dengan pria tampan yang baru dikenal nya sebagai seorang CEO pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di kampung halaman sang papanya.


"Semoga saja tidak terjadi apa-apa padamu Zerzio." Gumam Safira yang tiba-tiba begitu merindukan laki-laki tersebut. dengan !alas dia membersihkan tubuhnya dan melangkah turun kebawah.


Nampak Stevani juga tengah melamun, menatap kearah balkon tempat Rembo sering menghabiskan waktu untuk menggodanya. atau sekedar menjahili Stevani.


"Rembo kemana ya? kenapa juga aku mikirin makhluk halus itu." ucap Stevani kembali berusaha menyingkirkan kekhawatiran dan rasa kehilangan nya. Namun semakin Stevani berusaha untuk itu, semakin dia kehilangan sosok Rembo.


Dia tidak menyadari jika Safira sedang berjalan sambil berjinjit ingin mengagetkan nya.


"Bbbrrahhggg." ucap Safira menepuk punggung Stevani sehingga gadis itu terlonjak kaget.

__ADS_1


"Rembo." ucap Stevani spontan.


"Rembo, siapa dia?" ucap Safira, sementara Stevani langsung salah tingkah.


__ADS_2