One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Terkuak


__ADS_3

"Sebenarnya kami berasal dari buk...bukit Sa...." Rembo mengusap kasar wajahnya, terlihat masih ada keraguan dari pancaran wajah nya.


"Katakanlah, dengan mengetahui jati diri kalian. akan mempermudah bagiku untuk melindungi kalian berdua nanti nya." terang Husein.


"Kami berdua berasal dari Bukit Savana." setelah mengucapkan itu, Rembo menatap intens wajah tuan Husein yang tiba-tiba kaget dan syok mendengar perkataan nya.


"Bukit Savana." ulang tuan Husein, dia sangat mengetahui tentang bukit yang merupakan pintu gerbang alam manusia dengan bangsa jin yang mempunyai kerajaan yang begitu kuat disana. seketika air mata tuan Husein menetes.


"Kenapa anda terlihat syok dan sekarang menangis, begitu mendengar asal usul ku? jangan takut. aku keturunan bangsa jin yang baik." terang Rembo.

__ADS_1


"Dari semula aku sudah tahu dan curiga, jika kamu bukan manusia. tetapi bukan masalah ini yang membuat ku syok dan bersedih, tapi ada kenangan pahit tentang anak ku yang hilang beberapa puluh tahun silam diperbatasan antara bangsamu dengan alam kami Manusia." terang Husein mengingat kembali keserakahan dan kekejaman istri mudanya yang tega membuang Alexander kecil di tengah-tengah hutan perbatasan pintu gerbang Bukit Savana tersebut.


"Anak yang hilang?" memory ingatan Rembo kembali berputar pada masa beberapa tahun silam, dia tengah menemani dan menjadi pengawal raja yang sedang berburu, tiba-tiba mereka mendengar suara tangisan bocah, dan mencari asal suara dan langsung menemukan bocah berumur tiga tahun yang menangis sendirian duduk di pintu gerbang Bukit Savana, meskipun terlihat bagi mata Manusia biasa itu seperti bentuk pohon kayu biasa.


"Kenapa Wajah mu tegang, apa kamu mengetahui tentang keberadaan putraku yang bernama Alexander itu?" ucap tuan Husein harap-harap cemas. ketika melihat Rembo sedang berfikir keras.


Rembo masih terdiam, dia tidak menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan kembali oleh tuan Husein. secara tidak langsung Rembo sangat bahagia, karena pangeran nya sudah bertemu dengan orang tuanya sekarang.


"Ja...jadi ini Wajah anak laki-laki yang Tuan maksud?" Rembo mengambil foto dari tangan tuan Husein, lalu memperlihatkan nya secara seksama. sangat mirip dan sama persis dengan anak laki-laki yang mereka temui dulu.

__ADS_1


"Mungkin sudah saatnya aku memberi tahukan pada bapak ini, jika pangeranku Arden adalah putranya yang hilang. Pangeran ku berhak bahagia dengan keluarga nya yang sesungguhnya."


"Tuan, sesungguhnya putramu yang hilang itu adalah pangeran ku yang saat ini masih terbaring koma. paduka Raja ku memberinya nama pangeran Arden." ucap Arden yang mampu membuat semua masa lalunya. tapi dia tidak ingat kejadian selama berada di lautan.


"Apa? jadi laki-laki tampan yang terbaring koma itu benar-benar anakku. hu... hu..." seketika air mata tuan Husein pecah. dia sangat bahagia di usianya yang tidak lagi Musa dia menemukan anaknya kembali.


"Istriku.... anak kita masih hidup, dan dia sangat tampan." ucap tuan Husein disela-sela isak tangisan nya.


Tuan Husein dan Rembo berjalan menuju ruangan tempat Arden dirawat, nampak wajah itu tidak terlalu pucat lagi, tapi masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


Untuk memastikan keyakinannya kembali, tuan Husein melihat telapak kaki Arden, yang dulunya mempunyai tanda lahir berbentuk bulan sabit. dan ternyata benar, Arden memiliki tanda lahir itu.


"Ternyata kamu benar-benar anakku..." menghambur memeluk tubuh Arden sambil menangis haru. tubuh Arden yang terkena air mata ayahnya langsung bergetar, mengalirkan aliran yang aneh dan langsung membuat tubuh itu merespon gerakan, seketika Arden terbangun dari komanya yang sudah beberapa hari ini.


__ADS_2