One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Arden Terluka lagi


__ADS_3

Sesuai perintah pak ustad Usman, Jeniffer dan Zein harus datang ke pondok pesantren setiap malam Jum'at, untuk melakukan ruqyah agar Jeni benar-benar bisa lepas dari pengaruh dan jerat Arden.


Zein meminta Jeniffer segera bersiap, agar mereka bisa berangkat siang dan kembali nya besok siang juga, dia tidak ingin berangkat malam-malam, takut kejadian seperti di villa dulu terulang kembali.


Perjalanan ini tiba-tiba terasa begitu jauh, Zein merasakan tubuhnya sangat lelah, pandangan matanya yang terasa muram, membuat Zein kewalahan menyetir mobil. sehingga dia memilih menepikan mobilnya ketempat yang lebih aman. dia membelokkan mobilnya dan berhenti dekat perbukitan perkebunan teh yang sangat indah. Zein tahu jika disekitar ini banyak Rumah penduduk, sehingga dia merasa aman dan tentang. mereka berdua turun dan duduk didepan mobil. sambil menikmati udara sejuk perbukitan.


Zein mengeluarkan ponselnya, dia ingin mengabadikan momen indah kebersamaan mereka itu. dan memotret Jeniffer dengan berbagai gaya, tawa lepas sang istri tercinta, membuat nya tidak pernah merasa bosan menatap gadis itu.


Zein menganti layar wallpaper ponselnya dengan foto mesra mereka yang saling pandang. dan berangkulan mesra. dan mengapload salah satu foto di media sosial mereka, foto dua belah tangan yang saling menggenggam erat diatas paha Zein yang memperlihatkan cincin pernikahan mereka.


Tidak begitu lama, foto unggahan Zein langsung banjir like dan komen dari teman-temannya, termasuk teman-teman sekolah Zein dulu. salah satu nya Badriah, yang mengucapkan doa demi kelanggengan hubungan mantan laki-laki yang pernah dicintainya itu.


"Uda masih capek ya, biar kita gantian aja untuk nyetir mobilnya." tawar Jeniffer.


"Kalau tangan lembut mu itu mau memijit ku, mungkin capek Uda ini tidak akan tersa lagi." ucap Zein sambil menepuk-nepuk pundaknya terasa berat.


Jeniffer tersenyum dan mengangkat tangannya dan mulai memijit perlahan pundak sang suami, sentuhan tangan lembut nya membuat Zein menguap beberapa kali mengingat tempat mereka yang rindang dan hembusan angin membuat Zein mersa ngantuk. dan merobah posisi duduknya dengan tidur di pangkuan Jeniffer.


Tidak ada penolakan dari gadis itu, dia terlihat bahagia bisa berduaan dengan laki-laki yang dicintainya dalam waktu yang lama. Jeniffer ikut merebahkan kepalanya di atas kepala Zein, hingga tanpa sadar dia ikut tertidur juga.

__ADS_1


"Jeniffer merasa tubuhnya kembali digerayangi tangan, dan ciuman. namun dia merasa matanya begitu sulit untuk dibuka. bahkan Jeni merasa itu tangan dan cumbuan dari suaminya Zein, sehingga dia tidak mempermasalahkan nya.


Zein membuka matanya sambil mengerjapkan berkali-kali, ketika hembusan angin yang berhembus kencang menerpa kulit wajah. dan bunyi daun kering yang jatuh tidak jauh dari posisi mereka tertidur. seperti membangunkan Zein agar segera oergi meninggalkan tempat itu.


Perlahan Zein bangkit dari pangkuan Jeniffer, yang terlihat ikut tidur karena mata nya yang masih terpejam, sambil menahan tubuh gadis itu. Zein menatap wajah cantik itu begitu lekat, hatinya tidak bisa memungkiri jika Jeniffer terlihat begitu cantik sambil tertidur, terdengar ******* halus dan hembusan nafas menerpa wajah Zein karena saking dekatnya.


"Aku mencintaimu sayang, idak pernah terbayangkan jika Cinta kita bersatu setelah diterpa berbagai rintangan dulunya. sekarang aku akan memperjuangkan cinta kita bagaimana pun caranya. dari makhluk halus itu. semoga tidak ada lagi yang menjadi penghalang bagi kita kedepannya." bisik Zein.


Zein mengangkat tubuh Jeniffer, dia tidak merasa berat bahkan tubuh Jeni sangat ringan, seperti dia dibantu seorang untuk mengangkat nya. Jeniffer terlihat masih tertidur pulas, Zein melanjutkan kembali perjalanannya.


Jeniffer terbangun ketika merasa tubuhnya seperti terguncang. dia langsung melirik kearah Zein disampingnya. nampak wajah suaminya itu terlihat pucat dan ketakutan.


"Sayang, seperti aku telah menabrak sesuatu binatang atau makhluk apa yang jelas kejadian nya terasa begitu cepat dan tiba-tiba ?" terang Zein panik.


Wajah Jeniffer ikutan terlihat tegang, gadis itu bergelayut di lengan Zein sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling luar mobil, yang terlihat sangat sepi tanpa ada orang ataupun Mobil lainya yang melintas. Jeniffer memegang tengkuk nya yang tiba-tiba tersa dingin.


"Bagaimana ini Uda ?" apa sebaiknya kita langsung kabur saja mengingat tempat ini begitu sepi. aku takut terjadi sesuatu pada kita berdua." ucap Jeniffer sambil menahan tubuh Uda Zein yang hendak keluar dari mobil.


"Sayang, jangan takut seperti ini. kalau kita pergi begitu saja. sapa tahu kita menabrak seseorang dan dia terluka dan sangat membutuhkan kita." bujuk Zein berusaha menenangkan istri nya. meskipun dia sendiri merasa ketakutan juga mengingat angin yang semakin kencang dan gerimis yang mulai turun. membasahi tubuh Zein yang melangkah turun.

__ADS_1


Zein langsung menghampiri seekor kucing hitam, yang sedang terluka. dia mengusap pelan kucing yang sudah hampir mati itu. Jeniffer memberanikan dirinya ikut turun dan melangkah berjalan mendekati Zein. sambil sesekali melirik kiri dan kanan nya.


"Kak ayok kita segera pergi aku takut, lihatlah Kucing itu sudah mati sekarang." ucap Jeniffer sambil terus bergelayut ketakutan dilengan Zein.


"Sayang kita harus mengubur kucing ini terlebih dahulu." ucap Zein sambil melepaskan pakaiannya. untuk dibalutkan pada tubuh kucing yang terluka dan sudah mati tersebut. Dengan mengunakan alat seadanya Zein bersal untuk menguburkan kucing itu dibawah pohon pisang yang terdapat di pinggir jalan itu.


"Hilang?" Zein dan Jeniffer terperanjat kaget, melihat kucing yang mereka kita sudah mati, tiba-tiba menghilang.


"Astaghfirullah." Zein meminta Jeniffer untuk terus bersalawat, mereka langsung menuju mobil, dalam mobil Zein memutar ayat-ayat suci Alquran sehingga mereka muk merasa aman karena mobil yang dikendarai Zein langsung meluncur meninggalkan tempat itu.


Jeniffer sudah bisa bernafas lega setelah mobil mereka sudah menjauh, mulai berbaur dengan kendaraan lainnya. Zein dan Jeniffer mersa ada keanehan dengan perjalanan yang mereka tempuh, mengingat sekarang sudah banyak rumah-rumah, orang-orang yang lalu lalang dan kendaraan yang lalu lintas.


"Uda mersa aneh ngak dengan perjalanan kira barusan ?" tanya Jeniffer was-was.


"Iya sayang, tapi kita harus tetap berzikir, dan ingat pesan ustad Usman. agar kamu tidak mengingat-ingat wajah laki-laki yang sering muncul di alam bawah sadarnya." ucap Zein.


"Baiklah Uda." balas Jeniffer sambil menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya, dia mersa tenang karena mobil sudah memasuki gerbang utama pondok pesantren bapak ustadz Usman. yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


"Syukurlah kalian berdua selamat sampai disini, untuk sementara waktu ini maklu itu tidak akan muncul lagi, mengingat kondisi nya yang tengah terluka parah." terang pak Usman yang berhasil mencelakai Arden dengan ilmu batin nya.

__ADS_1


__ADS_2