
Masih belum terjawab kebingungan Zein, sebuah mobil mewah keluaran terbaru berhenti tepat dihadapannya. ayah dari Safira itu memperhatikan seseorang berpakaian seperti seorang haji berjalan keluar dari mobil dan mendekati mereka.
"Zein, ini ustad Jeffry. dia sahabatku di bukit Savana ini yang akan mengantarkan kita ke kediaman Arden." terang ustad Usman.
"Arden? siapa dia."
"Arden, adalah pangeran kerajaan kami. meskipun kami sendiri meragukan jika dia adalah pangeran kami yang sesungguhnya. " terang pak ustadz Jefri.
"Kenapa seperti itu?" Zein dan ustad Usman saling pandang bingung.
"Perhatikan lah wajah pangeran Arden dengan seksama, wajah nya sangat mirip dengan manusia yang sesungguhnya. kalian bisa memastikan sendiri nantinya perkataan ku ini." terang pak ustadz Jefri.
Mereka memasuki mobil pak ustadz Jefri, selama perjalanan Zein tidak henti-hentinya mengagumi keindahan alam yang berbeda dengan alamnya, disana pasirnya terlihat lebih putih. begitu juga dengan air yang terlihat begitu jernih dipandang mata Zein.
Mobil yang membawa mereka, berhenti disebuah gerbang yang sangat tinggi. ustadz Jefri turun dari mobil, dia terlihat seperti sedang bernegosiasi dengan beberapa orang berpakaian seperti pengawal kerajaan.
__ADS_1
Tidak lama menunggu, pintu gerbang yang menjulang tinggi itupun terbuka. nampak sebuah istana yang sangat megah. Zein dan ustad Usman dibuat terngangga. seakan-akan tidak percaya dengan penglihatan mereka berdua.
Bangunan megah seperti Taj mahal berdiri megah, dikelilingi air mancur dan taman yang sangat indah. dibelakang menara juga terdapat air mancur yang berasal dari perbukitan Savana.
"Subhanallah." ucap Zein tanpa sadar dia ikut mengagumi ciptaan yang maha kuasa tersebut. ditengah-tengah keterpanaan mereka, sepasang suami istri tiba-tiba muncul dihadapan mereka.
"Siapa kalian, apa tujuan kalian mendatangi istana ku. wahai anak manusia?" terdengar suara raja yang membuat Zein merinding, tapi demi sang putri Safira, dia kembali membulat kan tekadnya nya.
"Kami Kesini dengan maksud baik, Putri kami Safira. telah dibawa kabur boleh pangeran kerajaan ini, yang bernama Arden." ucap ustad Usman dengan nada melunak, dia sadar jika posisi mereka sedang diserang musuh yang berbahaya, jika tidak pandai-pansai menempatkan diri.
"Permaisuri, kenapa dengan sikap mu yang terlihat tenang, apa kamu sudah mengetahui hal ini sebelumnya?" ucap raja yang membuat Siti Hayati terlonjak kaget.
"Jawab Hayati, jangan pancing kemarahan ku." ulang Raja.
"Raja, maafkan aku. tapi bagaimana pun kita selama ini, berusaha untuk memisahkan Arden dan anak manusia itu. namun hasilnya selalu gagal. aku mohon raja. tolong lepaskan Arden, biarkan dia bahagia dengan cinta dan pilihan nya." permaisuri Hayati langsung menangis dan bersimpuh dihadapan suaminya.
__ADS_1
"Tapi, sebesar apapun cinta Pangeran Arden terhadap Putri kami Safira, mereka tetap harus dipisahkan." ucap Zein tidak sabaran.
"Ya, jika tidak. aku akan membuat kondisi Arden lebih parah dari apa yang pernah dilakukan pada Jeniffer dulunya." ancam ustad Usman.
Ustadz Jefri, yang merupakan keturunan bangsa bukit Savana, tidak ingin adanya perselisihan. sehingga dia meminta cara damai dan mengajak semuanya untuk berunding dengan kepala dingin, mengingat ini bukan kesalahan. karena siapapun tidak akan bisa menolak yang namanya cinta.
Permaisuri mengajak raja berbicara empat mata sambil menangis, setelah itu mereka kembali berunding bersama.
"Mungkin sudah saatnya aku berterus terang tentang siapa anakku Arden, yang sesungguhnya kepada kalian." ucap raja juga melunak. nampak sekali raut kesedihan dengan pancaran matanya yang memerah.
Ustad Usman, Zein dan ustad Jeffry saling pandang, mereka mempersiapkan telinga mendengar penuturan raja selanjutnya.
Kunjungi novel terbaru author ya teman-teman, tidak kalah seru lo...
__ADS_1