One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Kejujuran tabib


__ADS_3

Beberapa hari tidak sadarkan dirinya, dan mendapatkan pengobatan terbaik. tabib sudah bisa membuka kembali Matanya. hal pertama yang dia lihat adalah wajah cantik ratunya, Paula.


"Ratu."


Tabib berusaha untuk mengeluarkan suaranya, meskipun kondisi nya masih terbaring lemah.


"Tabib, Syukurlah kamu sudah sadar. meskipun kamu berhutang banyak penjelasan padaku." ucap Paula, meskipun tidak dapat dipungkiri nya. jika sekarang Paula mulai tertarik melihat pesona tabib yang sesungguhnya dia adalah laki-laki tampan, dibalik topeng yang menutupi jati dirinya yang sesungguhnya.


"Maafkan aku Ratu." ulang tabib.


"Aku akan memaafkan mu, jika aku bisa menerima alasan apa dibalik semua bentuk dari wujud mu selama ini, jika alasanmu dibuat-buat dan tidak masuk logika ku. maka kamu harus mendapatkan hukuman dariku." ancam Paula yang seketika wajahnya berubah menyeramkan.

__ADS_1


"Aku tidak takut Ratu, jika aku mati atau celaka ditanganmu. bahkan aku akan lebih tenang jika berhasil menyelamatkan mu dari serangan tongkat keramat itu, bagiku kebahagiaan mu diatas segala-galanya." ucap tabib.


Paula seketika tercekat, dia seperti tidak percaya dengan pendengaran nya sendiri. begitu tulus dan setianya perkataan tabib, meskipun Paula belum mendengar penjelasan selanjutnya.


"Stooop aku tidak sabar lagi mendengar alasan mu, bukan kata-kata gombalan dari dedemit seperti mu ini."


"Ratu, sebenarnya mamaku Gugu. sedari dulu aku sangat mencintai Ratu, sehingga aku terus mengikuti Ratu kemanapun tanpa Ratu sadari, dan sewaktu aku mendengar jika kerajaan membutuhkan seorang tabib. aku berusaha keras untuk belajar dan merubah bentuk tubuhku. karena yang diminta orang yang sudah berpengalaman dan bukan pemuda seperti ku, semenjak itu aku terus mendekati Ratu. hingga akirnya kita berteman dan akupun menjadi pengikut setiamu Ratu." terang tabib panjang lebar, dia sudah membulatkan tekadnya untuk berterus-terang pada Paula. apapun terjadi nantinya dia sudah siap untuk menanggung resikonya.


Paula terdiam, sambil mengingat pertemuan demi pertemuan nya dengan tabib, bahkan tabib selalu mendukung apapun keinginan Paula, termasuk membantu nya untuk mendapatkan cinta dari Arden. Tabib juga rela berkorban,bahkan terluka separah ini hanya untuk menyelamatkan Paula.


"Entahlah Ratu, aku sendiri juga bingung dengan perasaanku. namun melihat mu tersenyum dan bahagia sudah cukup membuat ku ikut bahagia melihat nya." terang tabib menatap dalam wajah Paula yang terlihat begitu cantik baginya.

__ADS_1


"Setulus itukah cintamu padaku?"


"Ya Ratu, apapun kulakukan untuk mu."


Hati Paula yang keras mengalahkan batu karang dilautan, seketika luluh mendengar perkataan tulus dari tabib dan sekaligus pengawal setianya. yang selama ini menemani dirinya dalam suka dan duka.


"Baiklah aku memaafkan mu, Gugu. tapi setelah ini aku tidak mau kamu bohongi dan tipu lagi. " Paula menatap lekad wajah Gugu, melihat kesungguhan Ucapan pria tampan dihadapannya.


"Tentu Ratu, bahkan aku sangat bahagia setelah jati diriku terbongkar. meskipun rasa cinta dan kasih sayang ku ini tidak akan pernah terbalaskan oleh Ratu." tutur Gugu dengan nada sedih.


"Gugu, jujur aku terbawa perasaan oleh perjuangan mu untuk mendekati ku dan mencintai ku dalam diam. selama ini, aku sangat menghargai perasaan mu dan perjuangan mu, mulai sekarang aku akan belajar untuk mencintai mu Gugu. karena kamu terlalu baik dan tulus padaku." Ucap Paula.

__ADS_1


"Benarkah Ratu?"


Gugu langsung duduk, dia seakan lupa rasa sakit yang dirasakan nya. kekuatan cinta membuat Gugu lupa segalanya.


__ADS_2