
"Apa yang telah kamu lakukan pada Stevani Rembo, aku yakin kamu sengaja mencelakai nya. agar kalian berdua bisa bersatu dialam yang sama Khan?" ucap ratu marah.
"Tidak seperti itu Ratu, aku tidak sengaja melakukan nya."
"Ha...Ha... omong kosong, aku tahu kamu sangat menyukai anak bangsa manusia ini, aku tidak cemburu Rembo. aku sadar kamu menikahi ku karena terpaksa keadaan untuk menyelamatkan pangeran mu yang terluka, tapi caramu ini yang membuat ku benar-benar marah." Ratu Diana mengambil ancang-ancang untuk melawan Rembo.
"Apa maksudmu Diana?"
"Aku marah, karena kamu telah melukai Stevani. dia tidak bersalah tapi cinta butamu ini yang salah." terang Ratu yang berfikir jika Rembo sengaja membunuh Stevani dan membawanya dengan tujuan agar memiliki gadis itu untuk selama-lamanya.
"Kamu salah ratu duyung, aku tidak sejahat yang kamu pikirkan. aku memang sangat mencintai Stevani. bahkan aku berusaha untuk melindungi dan menyelamatkannya untuk pergi berobat ke daerah ku bukit Savana." terang Rembo yang kemudian memutar adegan perkelahian mereka ditepi pantai, yang membuat raru ikut memperhatikan kejadian yang sesungguhnya.
Stevani yang sedari tadi diam saja, akirnya ikut bersuara. bahkan dia melihat dengan mata kepalanya sendiri melihat perjuangan Rembo menyelamatkan dirinya.
Ratu Diana menarik nafas dalam-dalam, kemarahanya sedikit mereda. seiring menghilangnya tanda-tanda menyeramkan ditubuhnya.
"Baiklah Rembo, tapi jika terbukti kamu menyakiti Stevani. aku tidak akan tinggal diam. dia anak yang baik." terang Ratu.
__ADS_1
"Tentu, pegang kata-kata ku ini." ucap Rembo.
"Ratu apakah kamu mengizinkan kami berdua pergi." ucap Stevani.
"Pergilah Stevani, semoga kamu cepat sembuh ya dek. dan kembali keragamu sebagai manusia. aku ikut sedih melihat mu menjadi roh gentayangan seperti ini."Ucap Ratu.
Sebelum pergi mereka berpelukan hangat, Ratu pun menyampaikan keinginan nya untuk kembali ke istana nya dasar lautan. dan meminta Rembo suatu saat mencarinya kesana jika Rembo masih mencintainya dan ingin menjadi suami Ratu. jika urusannya menyelamatkan Stevani sudah selesai dan berhasil.
"Terimakasih Ratu atas pengertian nya."
"Iya, jika kalian butuh sesuatu atapun bantuan ku nantinya. geseklah kerang ini dengan telapak tangan mu Stevani. aku akan datang segera menolong mu." ucap ratu sambil memberikan sebuah kerang ketangan Stevani yang seketika Ratu duyung langsung menghilang.
Stevani melirik sekitar, tidak ada lagi Ratu. hanya tinggal dia dan Rembo.
"Ratu Diana sudah kembali kedasar lautan, menjalankan kembali tugas-tugas nya sebagai ratu duyung. mengingat para rakyatnya sudah tidak mempermasalahkan lagi kejadian pertempuran dilautan dulu. dan memaafkan Ratu mereka."
"Stevani, apa kamu sudah siap."
__ADS_1
"Siap sekali Rembo."
Seketika sebuah permadani indah terbentang dihadapan mereka berdua.
"Apa itu Rembo, seperti kepunyaan omjin dan Jun saja. sinetron kesukaan ku dulu." sambil menhan tawa karena mersa lucu dengan alat transportasi yang ditunjuk oleh Rembo.
"Aku sengaja membawamu mengunakan alat ini, agar kamu terhibur dan bahagia melihat keindahan alam kami dengan mata secara langsung." Rembo mersa bangga dan yakin jika Stevani bakal menyukai nya.
"Baiklah aku setuju."
Stevani naik dan duduk dibelakang Rembo dengan bersila.
"Hati-hati, jika perlu berpegangan lah dipinggangku."
"Ngak mau, itu nama nya curi kesempatan, aku takut Ratu bakal marah dan cemburu melihat ini." tolak Stevani, membuat Rembo mengulum. mendengar ucapan Stevani, karena dia yakin Stevani pasti bakal memeluknya juga.
"Aaaaaaaaaaaaa ww...."
__ADS_1
Stevani refleks memeluk erat Rembo, begitu permadani indah itu mendarat kencang membelah udara malam yang dipenuhi cahaya bintang dan bulan yang bersinar indah.