One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Foto Alexander kecil


__ADS_3

"Dimana aku?" pak Husein mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang serba putih.


"Bapak tidak usah banyak gerak dulu, sekarang bapak berada dirumah sakit pusat." terang dokter.


"Pingsan?" pak Husein mengulangi kata dokter sambil mengusap pelipisnya.


"Ya, dan dua gadis inilah yang mengantarkan bapak kesini." dokter menunjuk Safira dan Stevani yang berdiri disamping sebelah kanannya.


"Terimakasih ya cu." menatap dia gadis uang sudah seperti cucu baginya.


"Sama-sama pak, eh Opa." jawab dua gadis itu berbarengan.


Tidak begitu lama, pak Husein yang sudah dihubungi dokter sampai dirumah sakit untuk menjemputnya. dia menjelaskan sewaktu pak Husein pingsan dia sedang tidak ditempat, karena pak Husein mengatakan jika dia tidak kenapa-napa dan meminta asisten nya itu untuk tidak menemani nya terus.


Setelah memastikan kondisi nya sudah stabil, pak Husein sudah diperbolehkan untuk kembali pulang.

__ADS_1


"Oya maukah kalian berdua ikut mengantarkan aku pulang kerumah?" tanya pak Husein menatap Safira dan Stevani bergantian.


"Baiklah, kami akan mengantarkan Opa pulang duluan." jawab Safira tersenyum tulus kearah pak Husein, yang menatap sayang kedua gadis didepannya.


Didepan Rumah sakit pusat, sudah menunggu mobil mewah pak Husein. yang langsung melaju membelah jalanan ibukota, yang ramai lalu lintas kendaraan.


Sepanjang perjalanan, pak Husein terlihat senang mereka bertiga terlibat obrolan seru dengan generasi yang jauh berbeda dibawahnya. obrolan terhenti ketika mobil sudah berhenti disebuah Rumah mewah. nampsk pelayan menyambut hangat kedatangan mereka.


Safira menatap takjub, foto keluarga yang terpampang jelas ditengah-tengah Ruangan Keluarga yang luas dan mewah, langkah kakinya yang pelan seakan menarik langkah nya untuk mendekat menatap foto bocah laki-laki yang berumur kisaran tiga tahun yang tersenyum.


"Itu adalah foto anakku Alexander, dia menghilang karena keserakahan istri mudaku, yang semula aku pikir bisa menggantikan sodok Ana istri ku yang meninggal sewaktu melahirkan Alex." tiba-tiba pak Husein muncul dibelakang Safira.


Saf kembali menatap foto tersebut, entah kenapa dia mersa tertarik dan sangat menyukai tatapan anak dalam foto tersebut. sepertinya dia pernah melihat tatapan lembut itu tapi dimana?" gumamnya berusaha untuk mengingat-ingat.


"Kalau dia masih ada, kira-kira anak bapak Alexander itu setua apa ya?." ucap Stevani ceplas-ceplos.

__ADS_1


"Mungkin sekitar umur tiga puluh tujuh tahun lebih," terang pak Husein menerawang membayangkan anaknya.


"Seumuran dengan papaku Dong." jawab Safira sambil tersenyum membayangkan papanya.


"Mungkin dia tampan banget ya sekarang, karena dilihat dari foto masa kecilnya saja sangat mengemaskan." terang Stevani.


"Hot Daddy dong kalau gitu." balas Safira sambil saling bisik-bisik dan tertawa.


"Tuan makan siang nya sudah siap." ucap pelayan mendatangi mereka yang sedang ngobrol seru.


"Ayo kita makan dulu, saya yakin jika kalian berdua belum makan siang." ajak pak Husein.


"Jangan sungkan, kalian berdua sudah saya anggap sebagai cucu kandung saya sendiri." ulang pak Husein.


"Okey Opa."

__ADS_1


Safira dan Stevani mengikuti langkah pak Husein menuju meja makan, yang sudah tersaji makanan dan minuman yang menggugah selera makan kedua remaja cantik dan baik hati itu.


__ADS_2