
Pertemuan tidak sengaja antara Rembo, Davina dan raru Diana. berujung dengan makan-makan bersama direstoran Jepang yang berlokasi tidak jauh dari tempat mereka dijambret barusan.
Mereka bertiga makan satu meja bertiga, sesekali Stevani tertawa lepas menampakkan deretan gigi putih bersih, meskipun gigi Stevani gingsul. namun jphal itu menambah daya tarik dan kecantikan nya.
Rembo terhanyut suasana, jika tidak sedang memakai tampang Zerzio. ingin rasanya dia mengungkapkan perasaan nya pada Stevani saat ini.
"Ayo makan."
ajak Zerzio, ketika menu makanan mereka sudah tersaji. mereka mulai makan dengan diam, berperang dengan perasaan mereka masing-masing.
"Aku harus menawarkan untuk mengantarkan mereka pulang, agar mengingat kembali alamat dan letak apartemen Stevani." ucap Rembo yang kembali mencuri- curi pandang pada Stevani yang duduk bersebelahan dengan Ratu Diana yang juga tidak kalah cantik dibandingkan dengan Stevani.
***
Zein terbangun, begitu juga dengan pak ustad Usman. berbarengan dengan Safira yang juga sudah berada didalam kamar nya sendiri. mereka bertiga terlihat lemas dan kelelahan. seperti habis menempuh dan mendaki perjalanan yang cukup jauh.
"Putri ku sayang." Jeniffer langsung menghambur memeluk tubuh Safira.
__ADS_1
"Haus ma." ucap gadis cantik itu lemas.
"Tunggu sebentar ya nak, Mama ambilkan minuman dulu untuk mu." ucap Jeniffer pergi kedapur, dan segera kembali membawa tiga gelas Air putih.
"Ini sayang, minumlah."
Jeni hjuga memberikan pada suaminya dampak ustad Usman mereka langsung meneguk ! minuman itu hingga habis. Jeniffer pun kembali menuangkan air ke gelas mereka masing-masing
"Mama.... maafkan Safira, karena telah mengecewakan Mama dan papa dengan sikap Safira yang telah memilih kabur dari Rumah...hu...hu...Safira menyesal ma, pa." ucap gadis itu antara malu dan menyesal, namun dibalik semua itu dia benar-benar bahagia jika dia dan Arden akirnya menikah, dengan alam mereka yang ternyata sama-sama manusia sejati.
Begitu juga dikediaman tuan Husein, dia sempat syok begitu mendengar penuturan Alexander yang berterus-terang tentang kejadian dirinya dan Safira yang sempat memilih untuk kabur.
"Kena kamu terlalu cepat mengambil ke Alex, tanpa melihat terlebih dahulu siapa wanita yang semula ingin papa jodohkan dengan mu. malah kamu lebih memilih jalan yang salah dengan kabur dari Rumah ini." terang tuan Husein.
"Maafkan Alex pa,"
"Jadi sekarang Keluarga Zein, sudah mengetahui siapa dirimu yang sesungguhnya?"
__ADS_1
"Sudah pa."
"Apa mereka memberikan mu restu?" ucap Yuan Husein harap-harap cemas.
"Ya, mereka memberikan kami restu, dan mau menerima diriku yang sesungguhnya."
"Alhamdulillah, papa senang sekali mendengar nya nak."
"Besok kita akan mendatangi Rumah mereka, untuk proses lamaran. papa tidak mau menunda-nunda nya lagi, lebih cepat lebih baik Alexander."
" Iya pa, Alexander setuju sekali."
"Selamat ya pangeran, akirnya semua ini indah pada waktunya. aku ikut berdoa untuk kebahagiaan mu bersama ratu Safira."
"Terimakasih Arden,ini semua juga berkat bantuan dan dukungan darimu."
"Iya bos, aku juga sudah mengetahui alamat Stevani yang selama ini aku cari-cari bos, aku bahagia sekali Akirnya bisa melihat dan bertemu dengan wanita pujaanku itu kembali." ujar Rembo sambil tersenyum bahagia
__ADS_1