
Disalah satu ruang gedung Perusahaan besar, beberapa karyawannya terlihat heboh dengan topik hangat, dan sebagian lagi lebih memilih untuk sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. dari pada membahas sesuatu yang akan merusak atau mempengaruhi kinerja mereka.
"Dengar-dengar perusahaan kita bakal kedatangan CEO baru lho, dan katanya lagi sih tampan banget." bisik karyawan perusahaan yang akan segera dipimpin oleh Arden.
"Iya, selain itu! dia juga belum menikah." ucap Dea, yang akan menjadi sekretaris Arden nantinya, dia mulai sibuk mempercantik dirinya. begitu mendapatkan kabar jika calon CEO baru mereka akan datang ke perusahan pagi ini.
"Menurut kalian penampilan aku sudah Ok, ngak?"
Dea berdiri didepan cermin toilet khusus karyawan, menambah kembali lipstik merah menyala dibibir nya, berharap akan terlihat semakin seksi. tapi justru membuat sahabatnya menggeleng kepala, dan sebisa mungkin menahan tawa mereka dihadapan Dea.
"Kok wajah kalian aneh gitu? emang ada yang lucu?" Dea tidak sadar jika bibirnya seperti bibir ondel-ondel.
"Ngak, kamu cantik kok."
__ADS_1
"Cantik banget malah." ucap temannya satu lagi.
Hal itu membuat rasa percaya diri Dea semakin tinggi, apa lagi membayangkan akan bertemu dengan Alexander nantinya. tidak lupa Dea menyemprotkan wewangian bubuk perindu, yang biasanya dia tidak pernah gagal jika mengaet laki-laki yang diinginkan nya, berkat farfum tersebut.
"Aku yakin CEO baru itu pasti aku dapatkan." Tersenyum-senyum penuh arti, dia lupa siapa sesungguhnya Arden dan pengawal setianya Rembo.
***
Pagi ini, Arden terlihat begitu tampan dan sangat rapi. dengan pakaian kantor yang didesain khusus oleh perancang ternama.
"Andai saja, aku bisa kembali bertemu dengan gadis yang bernama Safira itu lagi, ingin rasanya aku menjodohkannya dengan anak ku Alexander. aku merasa mereka sangat cocok, mengingat dia gadis yang sangat baik terhadap siapapun. buktinya saja dia mau menolong ku meskipun dulunya tidak mengenaliku sama sekali." Gumam tuan Husein.
"Pagi pa." sapa Arden duduk disebelah papanya.
__ADS_1
"Pa...pagi juga, Alex." suara Arden membuat lamunan papanya buyar seketika.
Mereka sarapan dalam diam, namun pada dasarnya. mereka sama-sama memikirkan wanita yang sama yaitu, Safira. Arden berfikir bagaimana menemukan Safira kembali, wanita yang sangat dicintainya. sedangkan, tuan Husein berfikir bagaimana untuk menemukan gadis itu kembali, untuk dia jodohkan dengan putranya Alexander.
"Hari ini, papa akan memperkenalkan kamu pada seluruh karyawan perusahaan kita, termasuk mengadakan rapat besar dengan para investor kita. baik dari dalam negeri maupun investor yang berasal dari luar negeri." terang tuan Husein sambil menyeruput kopi hitam nya kembali.
"Alex kurang yakin, dengan kemampuan Alex nanti nya pa."
"Kamu tidak perlu khawatir nak, papa yakin akan kemampuan mu." menepuk-nepuk pelan pundak Arden.
Tuan Husein didampingi Arden berangkat bersama menuju perusahaan yang akan dipimpinnya, langkah mantap dan rasa percaya dirinya kembali muncul, ketika bayangan untuk menemukan Safira melintas dipikiran nya.
Langkah mantap Arden, membuat dia menjadi pusat perhatian seluruh karyawan yang menyapa penuh hormat. bahkan bisik-bisik kekaguman mereka membuat senyum Arden ikut mengembang kearah mereka.
__ADS_1
Tuan Husein, memberi perintah untuk mengumpulkan seluruh karyawan diruangan rapat. tidak perlu waktu lama, ruangan itu sudah penuh. dengan bangga tuan Husein memperkenalkan Alexander sebagai anak kandungnya, yang akan menggantikan posisi nya dalam mengurus perusahaan besar ini kedepannya.