One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Menyatukan batu mustika


__ADS_3

Tanpa ingin menyia-nyiakan kesempatan lagi, Rembo berhasil mendapatkan batu mustika dan membawanya langsung menuju tempat Arden terbaring lemah tidak berdaya.


"Pangeran ku bertahan lah, aku telah berhasil mendapatkan batu mustika yang akan menyelamatkan mu." teriak Rembo yang bahagia bercampur cemas, Karena bibir Arden terlihat sudah menghitam dan wajahnya nya pun sudah terlihat sangat pucat kebiruan.


Rembo langsung mengeluarkan batu mustika, lalu menancapkan pada bagian tubuh Arden, yang tertanam sebagian pecahan dari batu mustika tersebut. beruntung dia dulu menyaksikan secara langsung bagaimana cara sang Baginda Raja memasangkan pada tubuh pangeran Arden, sehingga tidak perlu waktu lama bagi Rembo memasangkan nya, sehingga batu itu langsung beraksi dengan sempurna.


"Cahaya ini semakin lama semakin terang, bagaimana ini?" Rembo yang berdiri disamping Arden seketika cemas.


Tidak begitu lama pancaran dari kedua batu yang saling menyatu mengelilingi tubuh Arden, cahaya yang begitu terang. saking terang dan silaunya membuat penglihatan Rembo terganggu.


"Aduuuuuh mataku, dan kepalaku tiba-tiba begitu sakit." Gumam Rembo meringis. dia seketika memegangi kepalanya nya yang sakit dan penglihatan yang buram, dan ikut berputar-putar seiring cahaya terang yang terus bekerja ditubuh Arden.


Rembo hilang kesadaran, dia ambruk disamping Arden. begitu juga dengan Arden yang belum juga sadarkan diri, tubuh mereka berdua lalu melayang-layang kedasar lautan lepas, seolah-olah air laut tidak menerima tubuh mereka berdua.

__ADS_1


***


"Lihatlah, seperti manusia terdampar." teriak beberapa anak buah dan asisten Tuan Husein, yang sedang menemani laki-laki tua itu untuk melepaskan hobi nya memancing ikan ditengah-tengah Lautan.


Teriakan anak buahnya, membuyarkan konsentrasi tuan Husein yang tengah fokus dengan alat pancingnya. yang sedang ditarik-tarik oleh ikan. mata elang laki-laki itu menatap tajam kearah tunjuk anak buahnya.


"Cepat kalian beri pertolongan, semoga saja mereka berdua masih bisa untuk diselamatkan." perintah tuan Husein.


"Baik tuan."


"Seperti nya mereka sedang terluka parah tuan." terang anak buah Husein.


"Apa mereka masih hidup?"

__ADS_1


"Masih Tuan." ucap mereka setelah memeriksa denyut nadi nya. membantu mengeluarkan air dari tubuh keduanya, tapi anehnya mereka seperti tidak tertelan sedikitpun air laut. padahal tubuh mereka sudah berada dalam air.


"Tidak ada air yang keluar dari mulut kedua nya, dan perut mereka juga tidak kembung tuan. ini benar-benar aneh." ucap anak buah Husein melihat keanehan tapi nyata dihadapan mereka.


"Kita harus memberikan mereka pertolongan dengan segera, putar balik arah kapal agar kita segera sampai dirumah sakit terdekat." ucap Husein.


"Baik."


Husein kembali mempertajam penglihatan nya, terutama pada Arden. wajah tampan dan sangat mirip sekali dengan dirinya, bahk Husein seketika mersa mempunyai ikatan batin dan rasa sayang pada orang yang tidak dia kenal sama sekali.


"Kenapa wajah anak ini begitu mirip denganku, dan tai lalat di pipi sebelah kirinya begitu mirip dengan Mia, mantan istri ku yang sudah lama meninggal dunia." Gumam Husein.


Saat kapal mereka sudah merapat ke tepi, tubuh Arden dan Rembo langsung di digotong menuju mobil.

__ADS_1


"Cepat bawa dia kerumah sakit terdekat dulu, aku khawatir jika mereka berdua tidak mampu untuk bertahan." ucap Husein.


Mobil langsung melaju dengan kecepatan tinggi, beruntung bagi Rembo yang terlebih dahulu sadar sebelum mereka masuk pelataran Rumah sakit mewah tersebut.


__ADS_2