One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Suamiku


__ADS_3

"Suamikuuuu....." ucap Ratu Diana disela-sela ******* nya.


"Ya istri ku." bisik Rembo mesra sambil mengigit genit daun telinga Ratu Diana yang sudah terbakar gairah cinta yang membara, rasanya Diana ingin meluapkan rasa rindu dan kehilangannya beberapa hari ini terhadap sentuhan suaminya .


Rembo memperdalam ciuman panasnya, dia juga ingin meluapkan rasa rindu akan tubuh istri nya membuat dia seakan-akan tidak ingin terlewatkan satupun bagian tubuh Ratu Diana yang sudah membuat nya jatuh cinta.


"Suamiku.... suamiku uuuu.." teriakan ratu Diana yang tiba-tiba terbangun dari tidur nyenyak nya, suaranya ikut membangun kan Safira dan Stevani.


Safira dan Stevani langsung berlari menuju kamar tidur Ratu Diana, yang terlihat masih ngos-ngosan mengatur pernafasannya.


"Tante Dina, ada apa dengan mu?" tanya Safira.


"Aku kembali bermimpi bertemu dengan suamiku, hu...hu..." seketika tangisan nya pecah, air mata membanjiri pipi mungilnya.

__ADS_1


Melihat Ratu Diana yang menangis, Stevani menyenggol pinggang Safira sambil memberi Kode dengan bahasa isyarat nya. namun Safira yang masih kurang paham mengernyit kan keningnya bingung. dengan kode yang diperlihatkan Stevani.


"Apaan sih? bikin bingung aja." balas Safira.


"Masa loe ngak peka sih, jika duyung menangis maka air matanya harus ditampung. konon katanya air mata itu akan berubah menjadi butiran-butiran mutiara yang berkilau indah." bisik Stevani.


"Mitos kamu percaya." balas Safira mencemooh sahabatnya.


Ratu Diana menghentikan tangisnya, begitu mendengar bisik-bisik dari mulut Stevani dan Safira. perlahan dia mengusap air matanya. dan tersenyum kearah dia gadis cantik itu.


"Waaaah ini beneran, atau cuma mimpi ku saja." Stevani menepuk-nepuk pelan pipi nya. begitu juga dengan Safira.


"Terimalah, jika kalian berdua menginginkan benda ini." ucap Ratu Diana tersenyum tulus.

__ADS_1


"Maaf kan kami Ratu, sebenarnya kami ikhlas membantu mu tanpa mengharapkan apapun." ucap Safira.


"Iya Tante, tadi aku hanya penasaran apa iya jika air mata duyung bisa berubah menjadi mutiara-mutiara. hanya itu tidak mengharapkan apapun." elak Stevani yang akirnya sungkan dengan tingkahnya barusan.


"Aku tahu, aku bisa melihat dari mata batin ku. jika kalian berdua wanita baik dan tulus." balas Diana yang merasa bersyukur, terdampar dan ditolong dua gadis cantik yang begitu baik.


"Ratu jangan sedih lagi ya, aku juga berharap semoga suami Ratu segera menemukan keberadaan ratu dan kembali bersama." ucap Stevani yang sesungguhnya dia juga merasa kehilangan Rembo saat ini.


"Memangnya apa yang terjadi di bawah laut? sehingga Ratu sampai terpisah dari suami Ratu sendiri." tanya Safira penasaran.


"Suamiku dan aku bertarung melawan para siluman laut. untuk memperebutkan batu mustika yang akan digunakan nya untuk menolong pangeran nya." terang Ratu Diana yang membuat Stevani mengulum senyum.


"Cerita ratu seperti cerita dongeng, atau film-film yang aku tonton, seru dan juga sangat menegangkan."ucap Stevani antusias, yang membuat Ratu Diana kembali tersenyum getir teringat dan kembali merindukan suaminya.

__ADS_1


"Suamiku, apa kamu sudah melupakan diriku? bukankah aku sudah memberikan kalung untuk mempermudah dirimu agar kembali bertemu dengan ku." Gumam ratu Diana sedih, sambil mengusap air mata nya kembali.


"Ratu, kami mengerti apa yang tengah kamu rasakan. seandainya kami berdua bisa membantu mu, pasti kami lakukan sekarang agar kamu bahagia." balas Safira yang juga dianggugkan juga oleh Stevani.


__ADS_2