One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Geovano


__ADS_3

Di Amerika tubuh Stevani yang masih terbaring koma, langsung mendapatkan penanganan medis. tim dokter terbaik disana pun menggelengkan kepalanya Bingung menangani penyakit Stevani yang terbilang aneh, bekas luka sudah sembuh dan sel-sel darah juga bekerja normal. termasuk denyut nadi dan detak jantungnya.


Secara medis kondisi Stevani sudah dapat dikatakan sembuh dan normal kembali, tapi gadis cantik itu belum juga bisa sadarkan diri, dan membuka mata nya sehingga, beberapa alat medislah yang mampu membantu nya bertahan selama ini untuk memasukkan nutrisi Makanan kedalam tubuhnya.


"Anakku, kamu kenapa seperti ini sayang hu...hu..."


Menangis dan berdoa itulah yang bisa dilakukan oleh orang tua gadis cantik itu. mereka kehabisan cara untuk membuat anaknya kembali sadar. meskipun mereka tidak mempercayai hal ghaib, tapi Mami dan papi Stevani akirnya menyerah, dan menyerahkan hal itu pada Zein dan keluarga nya. yang terpenting Stevani kembali sadar.


***

__ADS_1


Di tanah air, sedang dihebohkan berita tentang kecelakaan. yang menimpa group band ternama yang namanya tengah bersinar. mobil mereka menabrak pembatas jalan yang dibawah nya ada sungai beraliran cukup sungai cukup deras, naas bagi salah seorang vokalis band tersebut, Geovano. dia terpental jatuh kebawah sungai dan menghilang begitu saja. meskipun teman-teman nya sesama group band lainnya berhasil dievakuasi dan diselamatkan.


Ternyata, Geovano diselamatkan dan diculik oleh salah seorang fans fanatiknya, yang merupakan salah seorang gadis keturunan bukit Savana, yang bernama ratu Balqis, dia pun membawa Geovano tinggal dan hidup di kota nya. beberapa kali geovano ingin kabur, namun dia selalu gagal untuk mencari jalan keluar.


Hari ini, dipusat perkotaan Bukit Savana, Stevani menikmati jalan-jalan berduan dengan Rembo, dia terlihat mulai nyaman dan betah. karena disini kehidupan jauh lebih damai, tidak ada yang namanya polusi udara bahkan pengemis jalanan dan para pengamen saat lampu merah.


Kehidupan disini begitu teratur, dan para rakyatnya makmur. sehingga mereka bisa hidup mewah tanpa adanya kerja keras seperti di dunia manusia, yang masih ditemui jambret, penodong.


"Stevani, kamu mau makan apa? silahkan pilih sesuka hati mu?" tawar Rembo ketika pasangan beda alam itu memasuki restoran yang terdapat di pusat perbelanjaan.

__ADS_1


"Kayaknya ngak deh Rembo, kamu lupa jika aku manusia biasa, yang mana jenis makanan kita berbeda-beda." ucap Stevani sambil bergidik ngeri ketika melihat menu makanan disebelah kiri nya, seperti sebuah lintah besar yang berusaha lepas dari pisau dan garpu seorang pengunjung yang ingin menyantap nya hidup-hidup."


"Ha...Ha...aku ngerti Stevani, gimana kalau kamu pesan makanan yang berjenis buah-buahan, yang jelas sama dengan buah-buahan manusia, meskipun ini hasil dari hutan liar yang tumbuh."


"Boleh, tapi kita pindah duduk ketempat yang lebih nyaman ya." ucap Stevani yang mersa risih duduk diantara meja-meja yang berisi makanan aneh-aneh dan menakutkan.


Rembo yang paham, mspengajak Stevani pindah duduk agak ketepi, tempat yang didesain unik dan terkesan romantis, yang banyak diisi para pengunjung yang berpasang-pasangan. untuk menikmati kencan mereka.


Tidak jauh dari meja Stevani dan Rembo, seorang laki-laki tampan menatap Stevani lekat. wajah tampan yang semula murung dan putus asa, kini kembali bangkit dan semangat. setelah melihat Stevani yang ternyata seorang gadis manusia biasa sama seperti dirinya.

__ADS_1


"Aku yakin, jika gadis cantik itu juga memiliki kisah yang sama dengan ku, sama-sama diculik oleh makhluk- makhluk gaib ini?" pikir Geovano


__ADS_2