One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Kemarahan Ratu Diana


__ADS_3

"Pangeran, aku hanya berusaha untuk melindungi Stevani, saat para preman jalanan itu ingin mengganggu nya ditepi pantai. namun kekuatan ku tiba-tiba hilang kendali, seperti ada kekuatan lain yang membantu mengarahkan kekuatan ku untuk menyakiti Stevani." terang Rembo, yang membuat Arden kaget.


"Apa maksudmu, jangan- jangan ada kekuatan lain yang mengganggumu, dengan tujuan dan maksud tertentu. tapi siapa? karena aku sangat mengenalmu dan selama menjadi pengawal ku. kamu tidak pernah melakukan kesalahan ataupun mempunyai musuh." Arden magut-magut sambil mengelus pelan dagunya sendiri.


Stevani kembali berusaha untuk masuk kembali kedalam tubuhnya yang dinyatakan koma, namun gadis itu kembali terpental. Rembo yang tidak tega menghampiri Stevani.


"Stevani, aku akan selalu bersama mu dan berusaha untuk membantumu. jangan terlalu dipaksakan. aku yakin pasti ada seseorang yang telah berbuat jahat terhadap mu." ucap Rembo menarik tangan Stevani dan mengajaknya keluar dari ruangan.


Mereka berdua kembali menuju taman Rumah sakit, Stevani tidak bisa menyembunyikan kesedihannya lagi. gadis itu menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Mama...papa, maafkan Stevani hu...hu..."

__ADS_1


Rembo ikut larut dalam kesedihan yang dirasakan oleh Stevani, perlahan tangannya tergerak. membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya.


"Sudahlah Stevani, aku akan membantumu semamapuku. jika perlu aku akan melakukan apapun untuk kesembuhan mu ini." ucap Rembo mantap dan yakin apapun yang terjadi dia Akan berjuang menyelamatkan Stevani.


Rembo pun menghubungi tabib terhebat, di Kota Bukit Savana, nasip baik bagi Stevani. tabib bersedia untuk membantu. tapi Stevani harus datang dan menetap sementara waktu di bukit Savana, agar dia bisa memeriksa dan menentukan pengobatan terbaik untuk Stevani.


"Stevani, apa kamu bersedia untuk ikut dan tinggal sementara waktu di kota kami,kebangsaan jin bukit Savana?"


"Jika Stevani berpisah dari raganya aku bisa memilikimu seutuhnya nya. tapi aku tidak sehahat itu sayang. aku ingin kamu hidup di dunia mu sendiri, apapun itu aku akan selalu bersama mu." Gumam Rembo.


"Rembo, sebelum pergi. alangkah baiknya kamu meminta izin pada ratu Diana istri mu. apa dia mau mengizinkan dan tidak cemburu membiarkan mu pergi berduaan dengan ku dalam waktu yang kita sendiri tidak tahu." ucap Stevani.

__ADS_1


"Baiklah, meskipun aku yakin dia bakal mengizinkan. karena dia ratu yang baik. aku masih belum bisa mengingat bahkan mencintainya." terang Rembo.


Ratu Diana, yang tengah melamun di atas balkon. menatap gemerlap cahaya lampu perkotaan, tiba-tiba terlonjak kaget melihat suaminya dan Stevani tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Suamiku, Stevani?"


Ratu Diana syok bercampur heran, melihat Stevani yang bisa menghilang dan ikut muncul tiba-tiba layaknya makhluk astral lainya. mata Ratu Diana membulat penuh kemarahan, yang ditujukan pada Rembo. taring dan kuku Ratu duyung berubah menyeramkan.


Stevani terlonjak kaget dan bersembunyi dibelakang Rembo, melihat penampakan yang begitu menakutkan.


"Ratu...ampun aku tidak merebut suamimu, dan diantara kami tidak ada hubungan apa-apa selain sebatas sahabat." ucap Stevani ketakutan.

__ADS_1


"Istriku kamu jangan marah dan cemburu, tenang dan kendalikan emosimu Ratu." ucap Rembo yang berusaha untuk melindungi tubuh Stevani dari kemarahan Ratu Diana yang lebih ditujukan pada Rembo.


__ADS_2